Evaluasi Keberlanjutan Pengembangan Kambing Kacang di Kawasan Pantura Kecamatan Insana Utara Kabupaten Timor Tengah Utara

Melkianus Dedimus Same Randu, Defrys Ridolof Tulle, Ferdinan Suharjono Suek

Abstract


ABSTRAK. Kebijakan pengembangan kambing kacang di Kecamatan Insana Utara pada masa mendatang membutuhkan informasi dasar, potensi sumberdaya serta fasilitas pendukung yang diaktualisasikan dalam dimensi dan atribut keberlanjutan. Penelitian bertujuan menganalisis indeks, status, dan atribut sensitif yang memengaruhi keberlanjutan pengembangan kambing kacang di Kecamatan Insana Utara berdasarkan tinjauan dimensi ekologi, ekonomi, sosial budaya, teknologi-infrastruktur dan hukum-kelembagaan. Metode penelitian yang digunakan adalah Multi Dimensional Scaling (MDS) melalui pendekatan Rap-Kagot untuk mengetahui indeks dan status keberlanjutan, sedangkan atribut sensitif yang memengaruhi indeks dan status keberlanjutan serta pengaruh galat menggunakan analisis Leverage dan Monte Carlo. Data yang digunakan dalam penelitian meliputi data primer dan data sekunder. Responden yang digunakan berjumlah 95 orang peternak kambing kacang. Hasil penelitian menunjukkan pengembangan kambing kacang di Kecamatan Insana Utara secara multidimensi memiliki indeks 45,11 dan berada pada status kurang berkelanjutan. Upaya meningkatkan status keberlanjutan pengembangan kambing kacang di Kecamatan Insana Utara dapat ditempuh melalui penanganan faktor pakan, stabilitas harga komoditas, pengolahan limbah, pencegahan penyakit, maupun penataan kelembagaan koperasi ternak.

Evaluation of Sustainability of Kacang Goat Development in Pantura Area of North Insana Subdistrict North Central Timor Regency

ABSTRACT. The future policy of developing kacang goats in the North Insana District requires basic information, resource potential, and supporting facilities that are actualized in the dimensions and attributes of sustainability. The research aims to analyze sensitive indices, statuses and attributes that affect the sustainability of kacang goat development in the North Insana Subdistrict based on a review of ecological, economic, socio-cultural, technological infrastructure, and legal-institutional dimensions. The research method used is Multidimensional Scaling (MDS) through the Rap-Kagot approach to determine the index and sustainability status. In contrast, sensitive attributes that affect the index and sustainability status and the influence of errors use Leverage and Monte Carlo analysis. The data used in the study includes primary data and secondary data. The respondents amounted to 95 kacang goat farmers. The results showed that the development of kacang goats in the North Insana Subdistrict multidimensionally has an index of 45.11 and is at a less sustainable status. Efforts to improve the sustainability status of kacang goat development in the North Insana District can be achieved through handling feed factors, commodity price stability, waste treatment, disease prevention, and institutional arrangement of livestock cooperatives.

Keywords: Sustainability index and status, north insana, kacang goat, multidimensional.



Keywords


Indeks dan status keberlanjutan, insana utara, kambing kacang, multidimensi

References


Abdullah, A., H. M. Ali., & J. A. Syamsu. 2015. Status keberlanjutan adopsi teknologi pengolahan limbah ternak sebagai pupuk organik. MIMBAR: Jurnal Sosial dan Pembangunan. 31(1): 11-20.

Amam, A. & Rusdiana, S. 2022. Peranan kelembagaan peternakan, sebuah eksistensi bukan hanya mimpi: Ulasan dengan metode Systematic Literature Review (SLR). Jurnal Peternakan. 19(1): 9-21.

Ananda, P. A. R., R. Nurmalina., Burhanuddin., & H. Suhada. 2021. Analisis keberlanjutan pembibitan sapi potong di BPTU-HPT Padang Mengatas. Jurnal Agribisnis Indonesia. 9(2): 131-142.

Anantanyu, S. 2011. Kelembagaan petani: peran dan strategi pengembangan kapasitasnya. Jurnal SEPA. 7(2): 102-109.

Baaka, A & D. A. Iyai. 2021. Corak sistim peternakan berbasis sosio-ecofarm di Distrik Bruyadori, Biak Numfor-Papua. Jurnal Ilmu dan Industri Peternakan. 7(1): 60-81.

Baba, S. 2012. Tingkat partisipasi peternak sapi perah dalam penyuluhan di Kabupaten Enrekang. JITP. 2(1): 39-49.

Badan Pusat Statistik Kabupaten TTU. 2018. Kecamatan Insana Utara dalam angka 2018.

Badan Pusat Statistik Kabupaten TTU. 2020a. Kecamatan Insana Utara dalam angka 2020.

Badan Pusat Statistik Kabupaten TTU. 2020b. Kabupaten Timor Tengah Utara dalam angka 2020.

Badan Pusat Statistik Provinsi NTT. 2022. Nusa Tenggara Timur dalam angka 2022.

Bahri, S & B. Tiesnamurti.2012. Strategi pembangunan peternakan berkelanjutan dengan memanfaatkan sumber daya lokal. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 31(4): 142–152.

Elieser, S. 2012. Kambing kacang, salah satu sumber daya genetik kambing lokal (potensi dan cara peningkatan produksi). Prosiding Seminar dan Kongres Nasional Sumber Daya Genetik: 177-187.

Erhun, M. O. 2015. A sustainable approach to economic development in nigeria: a legal perspective. Journal of Economics and Sustainable Development. 6(14): 1–6.

Ervina, D., A. Setiadi., & T. Ekowati. 2019. Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan usaha ternak sapi perah kelompok tani ternak rejeki lumintu di Kelurahan Sumurrejo Kecamatan Gunungpati Semarang. SOCA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian. 13(2): 187-200.

Farid, M., B. Wicaksena., Y. Nuryati., D. W. Prabowo., A. Yulianti., & A. Haryana. 2014. Analisis kebijakan harga pada komoditas pertanian. Pusat Kebijakan Perdagangan dalam Negeri. Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Perdagangan. Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.

Fauzi, A., & A. Oxtavianus. 2014. Pengukuran pembangunan berkelanjutan di Indonesia. MIMBAR: Jurnal Sosial dan Pembangunan, 30(1), 42-52.

Sinartani.com. 2019. Potensi besar, domba kambing diarahkan pasar ekspor, Tabloidsinartani.Com. Available at: https://tabloidsinartani.com/detail/indeks/ ternak/8568-Potensi-Besar-Domba-Kambing-Diarahkan-Pasar-Ekspor (diakses: 26 March 2021).

Hasdi, A. A., A. M. Fuah., & Salundik. 2015. Analisis keberlanjutan peternakan sapi perah di wisata agro istana susu cibugary di pondok ranggon Cipayung Jakarta Timur. Jurnal Ilmu Produksi dan Teknologi Hasil Peternakan. 3(3): 157–165.

Ilham, F., & M. Mukhtar. 2017. Perbaikan produktivitas kambing kacang melalui pelatihan pembuatan pakan silase bagi warga di Kecamatan Bone Pantai Kabupaten Bone Bolango. ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. 10(02): 7-15.

Intano, F. T., & F. Madarisa. 2018. Identifikasi permasalahan yang dihadapi oleh anggota forum silahturahmi peternak kambing di Sumatera Barat. Jurnal Peternakan Indonesia. 20(3): 181-192.

Kavanagh, P., & T. J. Pitcher.2004. Implementing microsoft excel software for rapfish: a technique for the rapid appraisal fisheries status. Fisheries Centre Research Reports, 12(2). University of British Columbia. Canada.

Kementerian Pertanian. 2016. Renstra Kementan 2015-2019 (Edisi Revisi). Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Marisa, J., & S. A. Sitepu. 2020. Model kelembagaan bisnis ternak sapi potong di Desa Klambir V, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Prosiding Webinar Nasional: 438-446.

Nurlina, L., E. Harlia., & D. Karmilah. 2011. Hambatan sosiologis peternak sapi potong pada program IbW dalam pemanfaatan limbah menjadi pupuk organik padat. Jurnal Ilmu Ternak. 11(2): 74–80.

Pitcher, T. J., & D. Preikshot. 2001. RAPFISH: A rapid appraisal technique to evaluate the sustainability status of fisheries. Fisheries Research. 49(3): 255–270.

Prihatiningrum, D. N. 2013. Penerapan sistem agribisnis peternakan kambing jawa randu dalam kerangka pengembangan wilayah Kecamatan Karangpucung, Kabupaten Cilacap. Jurnal Wilayah dan Lingkungan. 1(2): 141-156.

Ramadhan, D. R., Nindyantoro., dan Suyitman. 2014. Status keberlanjutan wilayah peternakan sapi potong untuk pengembangan kawasan agropolitan di Kabupaten Bondowoso. Jurnal Peternakan Indonesia. 16(2): 78–88.

Randu, M. D. S., & B. Hartono. 2020. Keberlanjutan dimensi ekonomi, teknologi infrastruktur, dan hukum kelembagaan untuk evaluasi pengembangan kuda sandelwood di Kabupaten Sumba Barat Daya. Jurnal Sain Peternakan Indonesia. 15(1): 50–59.

Safitri, A. D. R., S. Susilowati., & I. Dinasari. 2021. Peran koperasi penampungan susu dalam peningkatan ekonomi peternak sapi perah skala rakyat. Jurnal Dinamika Rekasatwa. 4(1): 63-69.

Sutanto, A., & L. Hendraningsih. 2011. Analisis keberlanjutan usaha sapi perah di Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang. Jurnal Gamma. 7(1): 1–12.

Suyitman., S. H. Sutjahjo., & A. Djulardi. 2012. Status keberlanjutan wilayah berbasis peternakan sapi potong terpadu di Kabupaten Lima Puluh Kota - Sumatera Barat. Jurnal Peternakan Indonesia. 14(1): 318–336.

Suyitman., S. H. Sutjahjo., C. Herison., & Muladno. 2009. Status keberlanjutan wilayah berbasis pengembangan kawasan agropolitan. Agro Ekonomi. 27(2): 165–191.

Suyitman., dan S. H. Sutjahjo. 2011. Analisis tingkat perkembangan kawasan agropolitan Desa Perpat Kabupaten Belitung berbasis komoditas unggulan ternak sapi potong. Jurnal Peternakan Indonesia. 13(2): 130–140.

Syarifuddin, H. 2015. Desain sistem budidaya ternak kerbau berkelanjutan di Kecamatan Cermin Nan Gedang Kabupaten Sarolangun Jambi. Seminar Nasional LPPM Universitas Jambi: 1-8.

Tasoin, E. 2019. Pertumbuhan kambing kacang jantan di Desa Kualin Kecamatan Kualin Kabupaten Timor Tengah Selatan. Journal of Animal Science. 4(2): 23–25.

Tmaneak, M. I., V. Y. Beyleto., & M. Nurwati. 2016. Penampilan produksi ternak kambing kacang jantan dari berbagai kelompok umur di Kecamatan Insana Utara Kabupaten Timor Tengah Utara. Journal of Animal Science. 1(01): 9–11.

Tulle, D. R., M. D. S. Randu., & F. S. Suek. 2021. Karakteristik pengembangan ternak kambing kacang di Kecamatan Insana Utara Kabupaten Timor Tengah Utara. Seminar Nasional P3M Politanikoe ke-4: 29-39.

Usman., S. Abdullah., & Sahrir. 2016. Produktivitas ternak kambing lokal di Kabupaten TOLITOLI. Jurnal Sains dan Teknologi Tadulako. 5(2): 87–95.

Warsito., M. Sarwani., dan E. E. Ananto. 2010. Persepsi dan adopsi petani terhadap teknologi pemupukan berimbang pada tanaman padi dengan indeks pertanaman 300. Penelitian Pertanian Tanaman Pangan. 29(3): 157–165.

Wibowo, A. B., S. Anggoro., & B. Yulianto. 2015. Status keberlanjutan dimensi ekologi dalam pengembangan kawasan minapolitan berkelanjutan berbasis perikanan budidaya air tawar di Kabupaten Magelang. Jurnal Saintek Perikanan. 10(2): 107–113.

Yumiati, Y., H. D. Putranto., & E. R. Sari. 2017. Assesmen tingkat partisipasi peternak dalam kegiatan inseminasi buatan di Kecamatan Selebar Kota Bengkulu. AGRITEPA Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian. 3(2): 176-186.




DOI: http://dx.doi.org/10.24014/jupet.v19i2.16787

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Peternakan has been accredited by Sinta 3 : Number 158/E/KPT/2021

Starting from Vol. 18 No. 1 Year 2021 to Vol. 22 No. 2 Year 2025

 

Jurnal Peternakan Indexed By:

         
 

Editorial Office:

Jurnal Peternakan

Faculty of Agriculture and Animal Science, State Islamic University of Sultan Syarif Kasim Riau.

H.R. Soebrantas street KM. 15,5 Panam – Pekanbaru city.

E-mail: jurnal.peternakan@uin-suska.ac.id

ejournal: http://ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/peternakan

e-ISSN: 2355-9470   p-ISSN: 1829-8729

Lisensi Creative Commons
Creation is distributed under the Creative Commons Attribution 4.0 International LicenseView Mystats