Identity and Diversity in the Hudoq Dance: A Review of Religious Moderation Based on Ancestral Heritage Among the Dayak Tribe

Nur Robbaniyah, Noer Hidayat MJ, Velida Apria Ningrum, Nur Afina Ulya

Abstract


The study of culture in the Dayak Wehea community continues to evolve, but various studies often overlook an examination of the religious identity displayed. This religious identity becomes a practice of religious moderation born in the Dayak Wehea community. Therefore, the author investigates how religious moderation is displayed through the identity and symbols contained in the Hudoq dance in the Dayak Wehea community. This article aims to discuss the Hudoq dance as one form of identity and heritage-based diversity in the Dayak Wehea tribe, particularly in the context of examining religious moderation. The Hudoq dance is not only an ethnic identity but also an ancestral heritage, serving as a religious practice in the community. This research combines field and literature studies, collecting data through interviews, documentation, and relevant literature. The data is discussed using a descriptive-analytical method with a qualitative approach. The article concludes that the practice of religious moderation in the Dayak Wehea community can be observed through the religious values displayed in the Hudoq dance. These religious values include the principles of unity, peace, tolerance among religious communities, and the balance between humans and the universe. The religious values presented in the rice harvest festival and the Hudoq dance contribute to the creation of unity and harmony in the Dayak Wehea community and its surroundings.

 

Abstrak: Kajian tentang kebudayaan di masyarakat Dayak Wehea terus mengalami perkembangan namun berbagai kajian yang ada luput mengkaji identitas keberagamaan yang ditampilkan. Identitas keberagamaan ini menjadi praktik moderasi beragama yang dilahirkan di masyarakat Dayak Wehea. Oleh karena itu penulis meneliti bagaimana moderasi beragama ditampilkan melalui identitas dan simbol yang terkandung dalam tarian Hudoq di masyarakat Dayak Wehea. Artikel ini bertujuan mendiskusikan tentang tarian Hudoqsebagai salah satu bentuk identitas dan keragaman berbasis warisan leluhur pada suku Dayak Wehea, khususnya dalam meninjau moderasi beragama. Tari Hudoq merupakan tari yang tidak hanya menjadi identitas kesukuan sekaligus warisan leluhur, tetapi juga menjadi praktik keagamaan di masyarakat. Penelitian ini dilakukan dengan jenis penelitian lapangan dan pustaka sekaligus, sehingga data dikumpulkan melalui wawancara, dokumentasi, serta literatur-literatur terkait topik kajian. Data-data tersebut didiskusikan dengan menggunakan metode deskriptis-analitis dengan pendekatan kualitatif. Artikel ini menyimpulkan bahwa pengamalan moderasi beragama yang berkembang di masyarakat Dayak Wehea dilihat melalui nilai-nilai keagamaan yang ditampilkan dalam tari Hudoq. Nilai-nilai keagamaan ini meliputi nilai persatuan, perdamaian, toleransi antar umat beragama, dan nilai keseimbangan antara manusia dengan alam semesta. Nilai-nilai agama yang ditampilkan pada kegiatan pesta padi dan tari Hudoq menjadi salah satu faktor pendorong terciptanya persatuan dan kesatuan di lingkungan masyarakat Dayak Wehea dan sekitarnya.


Keywords


Religious Moderation; Interreligious; Hudoq Dance; Ancestral Heritage; Dayak.

Full Text:

PDF

References


Antara, Made, and Made Vairagya Yogantari. “Keragaman Budaya Indonesia Sumber Inspirasi Inovasi Industri Kreatif.” In Senada, Vol. 1. Bali: Institut Desain dan Bisnis Bali, 2018.

Basrowi, and Suwandi. Memahami Penelitian Kualitatif. Jakarta: Rineka Cipta, 2008.

Delin, Liah. Masa dalam Penanggalan Dayak Wehea, Agustus 2017.

Faiz, Muhammad Fauzinudin. “Moderasi Beragama: Pilar Kebangsaan Dan Keberagaman.” Kemenag.Go.Id (blog), 2023. https://kemenag.go.id/kolom/moderasi-beragama-pilar-kebangsaan-dan-keberagaman.

Gobang, Paulus Wilfridus. “Makna Simbolis Dan Fungsi Tari Hudoq Suku Dayak Wehea Di Pedalaman Kalimantan Timur.” Jurnal Komunikasi Dan Budaya 3, no. 2 (2022).

———. “Makna Simbolis dan Fungsi Tari Hudoq Suku Dayak Wehea di Pedalaman Kalimantan Timur.” Jurnal Komunikasi dan Budaya 3, no. 2 (2022).

Idrus. Sejarah Awal Kalender Dayak Wehea, Desember 2017.

Irawan, Dedy. “Kepemimpinan Kepala Adat dalam Mempertahankan Gotong Royong Masyarakat Adat Dayak Wehea di Desa Nehes Liah Bing Kecamatan Muara Wahau.” eJournal Pemerintahan Integratif 5, no. 4 (2017).

Jong, Seratinus, and Donatus Sermada. “Makna Ritus Embob Jengea bagi Kebudayaan Dayak Wehea.” Perspektif Jurnal Agama dan Kebudayaan 17, no. 22 (2022).

Khoiriyah, Rieke Luluk. Respon masyarakat sekitar terhadap pementasan Tari Hudoq, June 25, 2023.

Latif, Fauzia. “Tarian Dan Topeng Hudoq Kalimantan Timur: Suatu Kajian Filsafat Seni.” Humaniora 4, no. 1 (2013).

Lidia. Lom Plai sebagai pemanfaatan penanggalan Dayak Wehea, Desember 2017.

Luwai, F. Jiu. Buku Sebuah Legenda Upacara (Tarian) Hudoq Pada Adat Dayak Modang/Long Gelaat. Surabaya: Airlangga University Press dan Dinas Pendidikan Kabupaten Kutai Barat, 2002.

Mahamid, Mochammad Nginwanun Likullil. “Moderasi Beragama: Pandangan Lukman Hakim Saifuddin Terhadap Kehidupan Beragama Di Indonesia.” Islamika: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman 23, no. 1 (2023).

Mulyani, Sari. “Petkuq Mehuey: Kearifan Lokal Dengan Kesetaraan Gender Dalam Menjaga Hutan Adat Dayak Wehea-Kutai Timur, Kalimantan Timur.” Jurnal Sosial-Politika 3, no. 2 (2022).

Nuryasmi. “Dibalik Topeng Hudoq, Tersibak Cerita Asal Usul Lahirnya Tari Hudoq.” CENDEKIA : Jurnal Ilmu Pengetahuan 1, no. 1 (2021).

Ping, Yen Yau. Asal-Usul kata Wahau, Agustus 2017.

Rahmadi. Pengantar Metodologi Penelitian. Banjarmasin: Antasari Press, 2011.

Ratna, Nyoman Kutha. Metodologi Penelitian : Kajian Budaya Dan Ilmu Sosial Humaniora Pada Umumnya. Yogyakarta: Pustaka Belajar, 2010.

Robaniyah, Nur. “Sistem Penanggalan Suku Dayak Wehea Kalimantan Timur Dalam Perspektif Ilmu Falak Dan Astronomi.” Skripsi, Universitas Islam Negeri Walisongo, 2018.

Saifudin, Lukman Hakim. “Implementasi Kebijakan Moderasi Berama Di Indonesia.” Twin Tower UIN Sunan Ampel Surabaya, Mei 2023.

Santoso, Budi. “Bahasa Dan Identitas Budaya.” Sabda 1, no. 1 (2017).

Suryanto, Bagong. Metode Penelitian Sosial. Jakarta: Kencana, 2005.

Sutardi, Tedi. Antropologi: Mengungkap Keberagaman Budaya. Bandung: PT. Setia Purna Inves, 2007.

Tim Humas. “Lukman Hakim Saifuddin: Pentingnya Memahami Moderasi Beragama.” Ditjen Bimas Buddha Kementerian Agama RI (blog), 2022.

Trisnawati, Jesita, and Purwanto. “Tari Hudoq Sebagai Objek Berkarya Seni Lukis.” Eduarts: Journal of Arts Education 10, no. 1 (2021).

Vitiara, Mustarini Bella. “Lukman Hakim Saifuddin Berikan Penguatan Moderasi Beragama Bagi ASN Ditjen PHU.” Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji Dan Umroh (blog), 2023.

Wahyuni, Galang. “Pesta Adat Lom Plai Suku Dayak Wehea Sebagai Ide Penciptaan Fotografi Esai.” Skripsi, Institut Seni Indonesia, 2020.

———. “Pesta Adat Lom Plai Suku Dayak Wehea sebagai Ide Penciptaan Fotografi Esai.” Thesis (S1), Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Seni Indonesia, 2020.

Wahyuni, Imelda. “Pendidikan Multikultural: Upaya Memaknai Keragaman Bahasa Di Indonesia.” Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam 1, no. 1 (2015).

Widodo, Priyantoro, and Karnawati. “Moderasi Agama Dan Pemahaman Radikalisme Di Indonesia.” PASCA: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen 15, no. 2 (2019).

Yanti, Nila Sari, and Hanita. “Meningkatkan Kecerdasan Kinestetik Anak Melalui Gerak Tari Hudoq Dayak Bahau Di Taman Kanak-Kanan Negeri Pembina 2 Muara Wahau.” JEA (Jurnal Eduakasi AUD) 6, no. 1 (2020).

Yanti, Nur Hikmah. “Makna Simbolik Topeng Tarian Hudoq Pada Upacar Panen Masyarakat Suku Dayak.” Imaji: Jurnal Seni Dan Pendidikan Seni 17, no. 1 (2019).

Yusriadi. “Identitas Dayak Dan Melayu Di Kalimantan Barat.” Handep 1, no. 2 (2018).




DOI: http://dx.doi.org/10.24014/an-nida.v47i1.25321

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Editorial Office Board :

LPPM Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Jl. HR. Soebrantas KM. 15,5 Panam - Pekanbaru

http://ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/Anida/index

Creative Commons LicenseAn-Nida by http://ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/Anida is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats