Kelekatan (Attachment) pada Ibu dan Ayah Dengan Kompetensi Sosial pada Remaja

Rika Aulya Purnama, Sri Wahyuni

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kelekatan (attachment) pada ibu dan ayah dengan kompetensi sosial pada remaja. Kompetensi sosial yang dimaksud adalah kemampuan dan keterampilan yang dimiliki oleh seseorang dalam berinteraksi dengan orang lain untuk mencapai hubungan sosial yang positif, sedangkan kelekatan merupakan ikatan emosional yang terbentuk antara individu dengan orangtua atau pengasuh yang terjadi sejak bayi. Subjek dalam penelitian ini adalah remaja di SMPN 21 Pekanbaru yang berusia 12-15 tahun, yang ditentukan melalui teknik cluster random sampling. Skala yang digunakan dalam penelitian ini berupa skala psikologis yaitu skala kelekatan (attachment) menggunakan Inventory of Parent
and Peer Attachment (IPPA) yang telah dimodifikasikan oleh Wahyuni dan Asra (2014) dan skala kompetensi sosial menggunakan skala yang dimodifikasikan oleh Rahman (2010) berdasarkan teori Gresham dan Elliott. Berdasarkan analisis korelasi regresi linier berganda menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kelekatan (attachment) pada ibu dan ayah dengan kompetensi sosial pada remaja (F=5,444; R= 0,229; p=0,005). Kelekatan pada ibu dan ayah memiliki kontribusi sebesar 5,3% terhadap kompetensi sosial.


Kata kunci : kelekatan (attachment) pada ibu dan ayah, kompetensi sosial


Full Text:

PDF

References


Anapratiwi, D, Handayani, D. S. S dan

Kurniawati, Y. (2013). Hubungan

antara kelekatan anak pada ibu

dengan kemampuan sosialisasi anak

usia 4-5 tahun (Studi Pada RA Sinar

Pelangi dan RA Al Iman Kecamatan

Gunung Pati, Semarang). Semarang:

Early Childhood Education Papers

(Belia).

Anindyajati, M & Karima, C.M. (2004). Peran

Harga Diri terhadap Asertivitas

Remaja Penyalahguna Narkoba

(Penelitian pada Remaja Penyalah-

guna Narkoba di tempat-tempat

Rehabilitasi Penyalahguna Narkoba).

Jurnal Psikologi 2 (1), 49-73.

Anggraini, D.R. & Wahyuningsih, H. (2007).

Hubungan antara Intensitas Bermain

Game Online dengan Kompetensi

Sosialpada Remaja. Naskah Publikasi

Skripsi. Yogyakarta: Fakultas

Psikologi UII.

Arsmden, G. C., McCauley, E., Greenberg,

M.T., Burke, P. M., dan Mitchell, J.R.

(1990). Parent and peer attachment

in early adolescent depression.

Journal of Abnormal Child

Psychology, 18 (6), 683-697.

Armsden, G.,& Greenberg, M.T. (2009).

Inventory of Parent and Peer

Attachment (IPPA).College of Health

and Human Development.Ditemu

kembali dari http://www.prevention.

psu.edu/media/prc/files/IPPAManual

December2013.pdf.

Dagun, S. M. (2002). Psikologi Keluarga

(Peran Ayah dala Keluarga). Jakarta:

PT Rineka Cipta

Desmita. (2012). Psikologi Perkembangan.

Bandung : PT Remaja Rosada

Desra, R. (2014). Hubungan Kelekatan

Terhadap Guru Dengan Motivasi

Menghapal Al-Qur’an Pada Siswa

SMPIT Al-Ihsan Boarding School

Pekanbaru. Skripsi. Pekanbaru:

Fakultas Psikologi UIN Suska Riau.

Dewi, A.A. & Valentina, T. D. (2013).

Hubungan Kelekatan Orangtua-

Remaja dengan Kemandirian pada

Remaja di SMKN 1 Denpasar. Jurnal

Psikologi Udayana, 1 (1), 181-189.

Ekasari, A dan Bayani, 1. (2009). Attachment

pada Ayah dan Penerimaan Peer

Group dengan Resiliensi (Studi Kasus

pada Siswa Laki-laki di Tingkat

Sekolah Menengah Pertama).

Jurnal Soul, 2 (2).

Eliasa, E. I. (2011). Pentingnya Kelekatan

Orangtua dalam Internal Working

Model untuk pembentukan Karakter

Anak (Kajian Berdasarkan Teori

Kelekatan dari John Bowlby). dalam

Karakter Sebagai Saripati Tumbuh

Kembang Anak Usia Dini, Yogyakarta:

Inti Media Yogyakarta bekerjasama

dengan Pusat Studi Pendidikan Anak

Usia Dini Lembaga Penelitian

Universitas Negeri Yogyakarta.

Farliani, A. B. (2012). Hubungan antara

Parental Attachment, Peer

Attachment, dan Psychologycal

Well-Being pada Mahasiswa Tahun

Pertama di Universitas Indonesia.

Skripsi. Jakarta: Fakultas Psikologi

Universitas Indonesia.

Guarnieri, S., Ponti, L., & Tani, F. (2010). The

Inventory of Parent and Peer

Attachment (IPPA): A Study on the

Validity of Styles of Adolescent

Attachment to Parent and Peer in

an Italian Sampel. TPM, 17 (3), 103-

Gullone, E. & Robinson, K. (2005). The

Inventory of Parent and Peer

Attachment-Revised (IPPA-R) for

Chlidren: A Psychometric

Investigation. Clinical Psychology and

Psychotherapy 12, 67-79.

Hair, E. C. Jagger, J. & Garrett, S. (2001).

Background for Community -

Level Work on Social Competency in

Adolescence: Reviewing the

Literatur Contributing Factors. Trend

Child: Prepared for the John S and

James L. Knight Foundation

Hendriati, A. (1996). Meninjau Kembali

Pentingnya Kelekatan Ibu-Anak.

Jakarta: ATMA nan JAYA.

Indrawati, S. E & Fauziah, N. (2012).

Attachment dan Penyesuaian Diri

dalam Perkawinan. Jurnal Psikologi

Undip, 11 (1), 40-49.

Kuntianty & Nuraya, K. (2005). Kemandirian

ditinjau dari Gaya Kelekatan Aman

dan Urutan Kelahiran pada Remaja.

Naskah Publikasi Skripsi. Yogyakarta:

Fakultas Psikologi UII.

Krasnor, L.R dkk. 1996. The Relation of

Maternal Directiveness and Child

Attachment Security to Social

Competence in Preschool ers.

International Journal Of

Behavioral Development 19 (2),

–325

Laumi & Adiyanti, M. G. (2012). Attachment

of Adolescent to Mother, Father, Peer,

with Family Structure as Moderating

Variabel and Their Relationships with

Self esteem. Jurnal Psikologi, 39 (2),

-142.

Liliana, A. W. (2009). Gambaran Kelekatan

(Attachment) Remaja Akhir Putri

dengan Ibu (Studi Kasus). Skripsi.

Jakarta: Universitas Gunadarma.

Mallinckrodt, B. & Wei. M. (2005). Attachment,

Social Competence, Social Support,

and Psychological Distress. Journal of

Counseling Psychology . 52 (3), 358-

Malekpour, M. (2007). Effects of Attachment

on Early and Later Development. The

British Journal of Developmental

Disabilities Vol 53 Part 2 No. 105.

pp 81-95

Moreira, J. M., Bernardes, S., Andrez, M.,

Aguiar, P., Moleiro, C., & Maria de

Fatima Silva , M. d. F. (1998). Social

Competence, Personality And Adult

Attachment Style In A Portuguese

Sample. Indigd. Diff. 24 (4), 565-570.

Papalia, D. E., Old, S. W., & Feldman, R.

D. (2008). Human Development:

Psikologi Perkembangan Edisi

Kesembilan Bagian V s/d IX. Jakarta:

Kencana Prenada Media Group.

Pekanbaru Tribun.com. (2012). Enam

Kejahatan Kian Meningkat di Ibukota.

Diunduh 20 Mei 2015. http://pekan-

baru.tribunnews.com/2012/12/30/

enam-kejahatan-kian-meningkat-di-

ibukota.

Rahman, F. (2010). Hubungan Egosentris

dengan Kompetensi Sosial Remaja

Siswa SMP Muhammadiyah 22.

Skripsi. Pamulang: Fakultas Psikologi

Universitas Setia Budi.

Republika.co.id. 2013. Memprihatinkan

Remaja sekarang malah jadi

Maling. Diunduh 2Juni2015.http://

republika.co.id/2013/12/10/

memprihatinkan-remaja. Sekarang-

malah-jadi-maling.

Retnaningsih. (2005). Peranan Kualitas

Aitachment, Usia Dan Gender Pada

Perilaku Prososial. Jakarta: Seminar

Nasional Universitas Gunadarma.

Renk, K. & Phares, V. (2004). Cross-

informant rating of social competence

in children and adolescents. Clinical

Psychology Review (24) 239-254.

Santrock, J. W. (2002). Life Span

Development Perkembangan Masa

Hidup Edisi ke lima Jilid I1. Jakarta:

Erlangga.

Santrock, J.W. (2007). Remaja

Edisi 11 Jilid 2. Jakarta: Erlangga

Santoso, S. W. (2011). Keterlibatan,

Keberhargaan, dan Kompetensi

Sosial sebagai Prediktor Kompetensi

pada Remaja. Jurnal Psikologi, 38

(1),: 52-60.

Sindonews.com. 2014. Memprihatinkan

Kasus Penyalahgunaan Narkoba oleh

Remaja. Diunduh 2 Juni 2016.http://

sindonews.com/2014/11/6/mempri-

hatinkan-kasus-penyalahgunaan-

narkoba-oleh-remaja.

Shaffer, A., Burt, K. B., Obradovic, J., Herbers,

J. E., & Masten, A., (2009). Intergen-

erational Continuity in Parenting

Quality: The Role of Social

Competence. Developmental

Psychology, 45 (5), 1227-1240.

Shobabiya, M. (2014). Hubungan antara

Kelekatan Orangtua dengan Resiko

Penyalahgunaan NAPZA pada

Remaja. Naskah Publikasi Skripsi.

Surakarta: Fakultas Psikologi

Universitas Muhammadiyah

Surakarta.

Smart, D. & Sanson, A. (2003). Social

Competence in Young Adulthood

Its Nature and Atencendents. Familiy

Matters Autumn, 64, 4-9.

Soetjiningsih, C. H. (2012). Perkembangan

Anak Sejak Pembuahan sampai

dengan Kanak-kanak akhir. Jakarta:

Prenada Media Group.

Tempo.co.id. (2015). Pengeroyok siswa

SMK 2 di depok dibekuk. Diunduh

Oktober 2015 http://metro.tempo.

co/read/news/2015/09/21/064702501/

pengeroyok-siswa-smk-2-di-depok-

dibekuk.

Upton, P. (2012). Psikologi Perkembangan.

Jakarta : Erlangga

Wahyuni, S. & Asra, Y. K. (2014).

Kecenderungan Anak Menjadi Pelaku

dan Korban Bullying ditinjau dari

Kualitas Kelekatan dengan Ibu yang

Bekerja. Jurnal Kajian Gender dan

Islami, 13, 1-24.

Wardani, R & Apollo. (2012). Hubungan

antara Kompetensi Sosial dengan

Penyesuaian Sosial pada Remaja.

Widya Warta No 1 Tahun XXXIV

Widyastuti, N & Widjaja, T. (2004). Hubungan

antara Kualitas Relasi Ayah dengan

Harga Diri Remaja Putra. Jurnal

Psikologi, 2 (1), 22-43.

Yusuf, S. (2012). Psikologi Perkembangan

Anak dan Remaja. Bandung: PT

Remaja Rosada.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


REDAKSI : JURNAL PSIKOLOGI

Jl. H.R. Soebrantas Km. 15.5 No. 155 Gedung Fakultas Psikologi UIN Sultan Syarif Kasim Riau Kel. Simpang Baru Kec. Tampan Pekanbaru - Riau 28293 HP. 081378063164

E-mail : jurnal.psikologi@uin-suska.ac.id/jurnalpsikologi@yahoo.com

Lisensi Creative Commons

Jurnal Psikologi oleh Fakultas Psikologi disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.