PERFORMANS AYAM BROILER (Loughmann MB 202) YANG DIBERI TEPUNG KEONG MAS (Pomacea sp) DALAM RANSUM STANDAR KOMERSIL PADA FASE STARTER (Umur 1-14 Hari)

Muhamad Rodiallah, Yendraliza Yendraliza, Samaruddin Siregar

Abstract


Pertambahan penduduk akan berdampak kepada kebutuhan manusia yang semakin meningkat sehingga terjadi persaingan kebutuhan bahan makanan untuk ransum ternak maupun makanan manusia.  Oleh karena itu, perlu dilakukan usaha-usaha untuk mencari bahan-bahan ransum yang mudah didapat, dalam jumlah yang cukup, memiliki kandungan gizi yang cukup untuk kebutuhan ternak dan tidak bersaing dengan kebutuhan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk melihat performans ayam broiler yang diberi tambahan tepung keong mas dalam ransum standar pada fase starter.  Performans yang diamati meliputi konsumsi ransum, konversi ransum, dan pertambahan berat badan.  Sampel yang digunakan adalah 60 ekor DOC (Day Old Chicken) strain Loughmann MB 202 dengan pemeliharaan selama 14 hari.  Menggunakan ransum standar komersil.  Penelitian ini menggunakan 3 perlakuan yaitu ransum standar + 0% tepung keong mas (kontrol), ransum standar + 2% tepung keong mas, dan ransum standar + 4% tepung keong mas dengan air minum masing-masing diberikan secara ad libitum. Data yang diperoleh diolah menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 4 ulangan.  Setiap ulangan terdiri dari 5 ekor ayam broiler.  Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan tepung keong mas dalam ransum standar sampai taraf 4% berpengaruh sangat nyata (P < 0,01) terhadap konsumsi ransum, pertambahan berat badan, dan angka konversi ransum

Keywords


Ransum standar; Tepung keong mas; Ayam Broiler (0-14 hari)

Full Text:

PDF

References


AAK. 1986. Beternak Ayam Pedaging. Kanisius: Jogjakarta.

Abbas, M. H. 1999. Pengelolaan Ternak Unggas. Program Pasca Sarjana Universitas Andalas: Padang.

__________. 2004. Manajemen Ternak Unggas. Fakultas Peternakan Universitas Andalas: Padang.

Abidin, Z. 2002. Meningkatkan Produksi Ayam Ras Pedaging. Agromedia Pustaka: Jakarta.

Amrullah, I.K. 2003. Nutrisi Ayam Broiler. Satu Gunung Budi: Bogor.

Anggorodi, R. 1979. Ilmu Makanan Ternak Umum. P.T. Gramedia: Jakarta.

Arie, N. 2004. Hama Keong mas Sumber Protein. http:/ www.Pikiranrakyat.com /29/07/04. Cakrawala. 03 htm.

Departemen Pertanian Republik Indonesia. 1991. Pengembangan Penelitian Siput Murbei di Indonesia. Jakarta.

Fadillah, R. 2004. Panduan Mengelola Peternakan Ayam Broiler Komersial. Agromedia Pustaka: Jakarta.

Irwandi, H. 1996. Pengaruh Pemakaian Jahe (Zingibar Afficiale Rosa) Dalam Ransum Terhadap Penampilan Ayam Broiler. Skripsi Fakultas Peternakan Universitas Andalas: Padang.

Kartasudjana, R. 2002. Manajemen Ternak Unggas. Fakultas Peternakan Universitas Padjajaran. Bandung.

Lukman, H. 2005. Evaluasi Pemberian Feed Aditive Alami Berupa Campuran Herbal, Probiotik dan Prebiotik Terhadap Performans, Karkas dan Lemak Abdominal, serta HDL LDL Daging. Skripsi Departemen Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan Institut Pertanian Bogor.

Pitojo, S. 1996. Petunjuk Pengendalian dan Pemanfaatan Keong mas. Trubus Agriwidya: Ungaran.

Rasyaf, M. 1992. Pengelolaan Peternakan Unggas Pedaging. Kanisius: Yogyakarta.

________ . 1996. Beternak Ayam Pedaging. Penebar Swadaya: Jakarta.

¬________ . 2004. Beternak Ayam Pedaging. Penebar Swadaya: Jakarta.

Suprijatna, Edjeng. 2005. Ilmu Dasar Ternak Unggas. Penebar Swadaya: Jakarta.

Steel R.G.D, JH Torrie. 1995. Prinsip dan Prosedur Statistik Suatu Pendekatan Biometrik. Sumantri, B. Penerjemah. Gramedia: Jakarta.

Tobing, V. 2004. Beternak Ayam Broiler Bebas Antibiotika. Penebar Swadaya: Jakarta.

Wahju, J. 1997. Nutrisi Unggas. Universitas Gajah Mada Press: Yogyakarta.




DOI: http://dx.doi.org/10.24014/jupet.v15i1.3660

Refbacks

  • There are currently no refbacks.