Learning from the Political Wisdom of Indonesia’s Founding Fathers: An Analytical Study of K.H. A. Wachid Hasjim’s Political Thought on Islam–State Relations
Abstract
This article examines the political wisdom and contributions of K.H. A. Wachid Hasjim in the formulation of Indonesia’s state foundation and constitution during the BPUPK and PPKI sessions. Drawing on a qualitative, historical–descriptive approach using documentary research, this study analyzes primary sources—including the BPUPK and PPKI deliberations, writings of Wachid Hasjim, and constitutional documents—as well as secondary scholarly works. The findings show that despite being a strong advocate for Islam as the basis of the state, K.H. A. Wachid Hasyim demonstrated remarkable magnanimity by accepting the removal of the Jakarta Charter and several Islamic formulations in the 1945 Constitution for the sake of national unity. This study argues that Hasjim's thought represents a 'symbiotic paradigm' rooted not merely in political compromise but in a substantive understanding of Islamic jurisprudence (fiqh) that prioritizes public good (maslahah). His approach reflects a broader principle that Pancasila, as a compromise-oriented and accommodating state ideology, provides a framework that guarantees religious freedom while maintaining national cohesion. The study highlights the relevance of his political wisdom in contemporary Indonesia, where political and religious elites often succumb to pragmatism, egoism, and intolerance, contributing to social and religious conflicts. Emulating K.H. A. Wachid Hasyim’s inclusive and tolerant leadership can serve as a model for fostering national unity and harmonious religious coexistence in Indonesia’s pluralistic society.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
A.N., Firdaus, Dosa-dosa yang Tidak Boleh Berulang, Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya, 1993.
Al-Qardawi, Yusuf, Fiqh Negara, terj. Syafri Hakim, Jakarta: Robbi Press, 1987.
Anshari, Endang Saefuddin, Piagam Jakarta 22 Juni 1945 dan Sejarah Konsensus Nasional Antara Nasionalis Islami dan Nasionalis Sekular tentang Dasar Negara Republik Indonesia 1945-1959, Bandung: Pustaka, 1983.
Anwar, M. Syafi'i, Pemikiran dan Aksi Islam Indonesia: Sebuah Kajian Politik tentang Cendikiawan Muslim Orde Baru, Jakarta: Paramadina, 1995.
Azra, Azyumardi, Konflik Baru Antar Peradaban Globalisasi, Radikalisme, dan Pluralisme, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2002.
Boland, B.J., The Struggle of Islam in Modern Indonesia, The Hague: Martinus Nijhoff, 1982.
Departemen Agama, Al-Qur’ān dan Terjemahnya, Jakarta: Proyek Pengadaan Kitab Suci Al-Qur’ān, 1983.
Effendy, Bahtiar, Islam dan Negara: Transformasi Pemikiran dan Praktik Politik Islam di Indonesia, Jakarta: Paramadina, 1998.
-------, Teologi Baru Politik Islam: Pertautan Agama, Negara, dan Demokrasi, Yogyakarta: Galang Press, 2001.
Feillard, Andrée, NU vis-à-vis Negara: Penacarian Isi, bentuk dan Makna , terj. Lesmana, Yogyakarta: LKiS, 1999.
Gatra, 6 Mei 2006.
Hasyim, A. Wahid, “Agama dalam Indonesia Merdeka”, dalam Pitoyo Darmosugito (ed.), Menjelang Indonesia Merdeka: Kumpulan Tulisan-Tulisan tentang Bentuk dan Isi Negara Yang Akan Lahir, Jakarta: Gunung Agung, 1982.
Hatta, Mohammad, Memoir, Jakarta: Tintamas, 1978.
Husaini, Adian, “Syariat Islam di Indonesia: Problem Masyarakat Muslim Kontemporer”, Tashwirul Afkar, Edisi No. 12 Tahun 2002.
Ichwan, Moch. Nur, Official Reform of Islam: State Islam and the Ministry of Religious Affairs in Contemporary Indonesia, 1966-2004, Disertasi, Tilburg, Netherlands: Universiteit van Tilburg, 2006.
--------, "Ulama and Politics", dalam Noorhaidi Hasan, dkk., Moving with the Times: the Dynamics of Contemporary Islam in a Changing Indonesia, Yogyakarta: CISform UIN Sunan Kalijaga, 2007.
Ismail, Faisal, Pijar-Pijar Islam: Pergumulan Relasi Kultur dan Struktur, Yogyakarta: LESFI, 2004.
Maarif, Ahmad Syafii, Islam dan Masalah Kenegaraan: Studi tentang Percaturan dalam Konstituante, Jakarta: LP3ES, 1985.
--------, Islam dan Politik di Indonesia pada Masa Demokrasi Terpimpin (1959-1965), Yogyakarta: IAIN Sunan Kalijaga Press, 1988.
Misrawi, Zuhairi, “Dekonstruksi Syariat: Jalan Menuju Desakralisasi, Reinterpretasi, dan Depolitisasi”, Tashwirul Afkar, Edisi No. 12 Tahun 2002.
Mujani, Saiful, “Syariat Islam dalam Perdebatan”, dalam Arskal Salim dkk., Pandangan Muslim Liberal, Jakarta: Jaringan Islam Liberal-The Asia Foundation, 2003.
Nashir, Haedar, Gerakan Islam Syariat: Reproduksi Salafiyah Ideologis di Indonesia, Rizaluddin Kurniawan (ed.), Jakarta: PSAP Muhammadiyah, 2007.
Noer, Deliar, Partai Islam di Pentas Nasional 1945-1965, Jakarta: Pustaka Utama Grafiti, 1987.
Azizi, A. Qodry, “Agama dalam Bernegara”, Republika, Rabu, 15 Agustus 2007.
Prawoto Mangkusasmito, Perumusan Historis Rumus Dasar Negara dan Sebuah Proyeksi, Jakarta: Hudaya, 1970.
Salim, Arskal & Azyumardi Azra, “Negara dan Syariat dalam Perspektif Politik Hukum Indonesia” dalam Arskal Salim, dkk., Syariat Islam: Pandangan Muslim Liberal, Jakarta: Jaringan Islam Liberal-The Asia Foundation, 2003.
Umam, Saiful, “KH. A. Wahid Hasyim: Konsolidasi dan Pembelaan Eksistensi”, dalam Azyumardi Azra (ed.), Menteri-Menteri Agama RI: Biografi Sosial Politik, Jakarta: Departemen Agama RI, 1998.
Usman, Ali, “Kritik terhadap Perilaku Kekerasan Agama”, dalam Ahmad Asroni, dkk., Renaisans Indonesia: Transformasi Menuju Masyarakat Berkeadaban, Purwokerto: STAIN Purwokerto Press, 2009.
Wahid, Abdurrahman, Mengurai Hubungan Agama dan Negara, Kacung Marijan & Ma'mun Murod Al-Brebesy (ed.), Jakarta: Raja Grafindo, 1999.
Wahid, Salahuddin, “Negara sekuler No!Negara Islam No”, Duta Masyarakat Baru, 20 Juni 2000.
Wahid, Marzuki & Abd Moqsith Ghazali, “Relasi Agama dan Negara: Perspektif Pemikiran Nahdlatul Ulama.” Makalah disampaikan dalam Annual Conference on Islamic Studies (ACIS) ke-10 di Banjarmasin, 1-4 November 2010.
Wahid, Marzuki & Rumadi, Fiqh Madzhab Negara: Kritik atas Politik Hukum Islam di Indonesia, Yogyakarta: LKiS, 2001.
Yusanto, Muhammad Ismail, “Selamatkan Indonesia dengan Syariat Islam”, dalam Arskal Salim dkk., Syariat Islam: Pandangan Muslim Liberal, Jakarta: Jaringan Islam Liberal-The Asia Foundation, 2003.
Zada, Khamami, “Wacana Syariat Islam: Menangkap Potret Gerakan Islam di Indonesia”, Tashwirul Afkar, Edisi No. 12 Tahun 2002.
-------, “Islam Radikal” dalam Jamhari dan Jajang Jahroni (ed.), Gerakan Salafi Radikal di Indonesia, Jakarta: Rajawali Press, 2004.
Zaini, Achmad, Kyai Haji Abdul Wahid Hasyim: His Contribution to Muslim Educational Reform and Indonesian Nationalism during the Twentieth Century, Yogyakarta: Titian Ilahi Press, 1998.
Zuhri, Saefuddin, Berangkat dari Pesantren, Jakarta: Gunung Agung, 1987.
DOI: http://dx.doi.org/10.24014/jush.v33i2.38731
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Jurnal Ushuluddin Indexed By:
Alamat Redaksi:
Fakultas Ushuluddin UIN SUSKA Riau Jl. H.R. Soebrantas KM. 15,5 Panam – Pekanbaru
E-mail: jurnal.ushuluddin@uin-suska.ac.id
ejournal: http://ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/ushuludin

Jurnal Ushuluddin is licensed under a Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.

















