Hubungan Antara Manajemen Pemerahan dengan Kejadian Mastitis Subklinis dan Kerusakan Susu Segar di Kecamatan Baturraden dan Kecamatan Sumbang
DOI:
https://doi.org/10.24014/jupet.v22i2.37343Keywords:
Milking management, subclinical mastitis, and spoilage of fresh milkAbstract
ABSTRAK. Mastitis subklinis merupakan masalah kesehatan yang umum terjadi pada sapi perah, yang dapat berdampak negatif pada produktivitas susu dan kesehatan hewan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan manajemen pemerahan dengan kejadian mastitis subklinis dan kerusakan susu segar pada sapi perah di Kecamatan Baturraden dan Kecamatan Sumbang. Penelitian ini menggunakan metode survei. Sasaran penelitian adalah peternak sapi perah dan sapi perah laktasi di Kecamatan Baturraden dan Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Penentuan lokasi menggunakan metode purposive sampling. Sampel diambil secara sensus, yaitu 39 peternak yang ternaknya sedang dalam periode laktasi. Analisis data menggunakan analisis korelasi rank spearmen, chi square, dan uji t independent. Hasil analisis Rank Spearmen menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara manajemen pemerahan dengan kejadian mastitis subklinis di Kecamatan Baturraden dan Kecamatan Sumbang dengan nilai signifikansi sebesar 0,02 dan 0,03. Hasil uji chi square menunjukkan bahwa H0 diterima yang artinya terdapat hubungan antara manajemen pemerahan dengan kerusakan susu segar di Kecamatan Baturraden dan Kecamatan Sumbang dengan nilai signifikansi 0,03 dan 0,001. Penelitian ini menyimpulkan bahwa semakin baik manajemen pemerahan yang dilakukan maka semakin menurun angka kejadian mastitis subklinis dan kerusakan susu di Kecamatan Baturraden dan Kecamatan Sumbang.
Kata kunci: Manajemen pemerahan, penyakit mastitis subklinis, dan kerusakan susu segar
The Relationship Between Milking Management and the Incidence of Subclinical Mastitis and Fresh Milk Damage in Baturraden and Sumbang Subdistricts
ABSTRACT. Subclinical mastitis is a common health problem in dairy cattle, negatively impacting milk productivity and animal health. This study aims to determine the relationship between milking management and the incidence of subclinical mastitis and fresh milk spoilage in dairy cattle in Baturraden and Sumbang Districts. This study used a survey method. The research targets were dairy farmers and lactating dairy cattle in Baturraden and Sumbang Districts, Banyumas Regency, Central Java. The location was determined using a purposive sampling method. Samples were taken through a census, namely, 39 farmers whose cattle were in the lactation period. Data analysis used Spearman rank correlation analysis, chi-square, and independent t-test. The results of the Spearman rank analysis showed a significant relationship between milking management and the incidence of subclinical mastitis in Baturraden and Sumbang Districts, with significance values of 0.02 and 0.03. The chi-square test results showed that H0 was accepted, meaning there was a relationship between milking management and fresh milk damage in Baturraden and Sumbang Districts, with a significance value of 0.03 and 0.001. This study concluded that the better the milking management, the lower the incidence of subclinical mastitis and milk damage in Baturraden and Sumbang Districts.References
Agustan, M. Farid., & I. Puspitasari. 2025. Peningkatan produktivitas ternak sapi melalui penerapan teknologi inseminasi buatan bagi peternak di Desa Pekalobean, Kecaematan Anggeraja, Kabupaten Enrekang. Jurnal Pengabdian, Magister Pendidikan IPA. 8(1):182-189.
Anggraeni, H. E. S. Z. & Nurfuadi. 2021. Prevalensi mastitis subklinis peternakan rakyat di Kabupaten Bogor. J. Appl. Vet. Sci. Technol. 2(1):1-4.
Asmaq, N. & J. Marisa. 2020. Karakteristik fisik dan organoleptik susu segar di Medan Sunggal. Jurnal Peternakan Indonesia. 22(2):168-175.
Dwitania, D. C. & I. B. N. Swacita. 2013. Uji didih, alkohol dan derajat asam susu sapi kemasan yang dijual di pasar tradisional Kota Denpasar. Indonesia Medicus Veterinus. 2(4):437-444. (tidak ada dalam makalah)
Faradila, R., B. Khopsoh, & A. Lidiyawati. 2020. Aplikasi dekok daun kemangi (Ocimum basilicum L) sebagai bahan aktif untuk mencegah kejadian mastitis subklinis pada sapi perah. J. Tropic. Anim. Product. 21(2):253-258.
Halasa, T., K. Huijps, Østerås, O., Hogeveen, & H. Hogeveen. 2007. Economic effects of bovine mastitis and mastitis management. A review. Veterinary Quarterly. 29(1):18-31.
Handayani K. S. & M. Purwanti. 2010. Kesehatan ambing dan higiene pemerahan di peternakan sapi perah Desa Pasir Buncir, Kecamatan Caringin. Jurnal Penyuluh Peternakan. 5(1):47–54.
Jamilah, Hurriyyah, & D. S. Tasripin. 2016. Evaluasi kondisi perkandangan dan tatalaksana pemerahan pada peternakan sapi perah rakyat di KPSBU Lembang. Jurnal UNPAD. 2(1):1–12.
Junqiang, W., S. Hu, & L. Cao. 2017. Therapeutic effect of nisin z on subclinical mastitis in lactating cows. Antimicrob. Agents Chemotherapy. 51(9):3131-3135.
Komala, I., I. I. Arief, A. Atabany, & L. Cyrilla. 2022. Evaluasi Good Dairy Farming Practice (GDFP) di peternakan sapi perah rakyat kelompok ternak Mandiri Sejahtera Cijeruk Bogor. Jurnal Agripet. 22(2):160-168.
Kusuma, B. A. & T. S. M. Widi. 2018. Hubungan tingkat pengetahuan peternak dengan produktivitas sapi perah di Jawa Tengah. Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner. 23(2):102-110.
Mahardika, H. A. 2016. Pengaruh suhu air pencucian ambing dan teat dipping terhadap jumlah produksi, kualitas dan jumlah sel somatik susu pada peternakan sapi peranakan Fresian Holstein. Buletin Peternakan. 40(1):11-19.
Mardhatilla, F. & Z. Amini. 2022. Efektivitas Penerapan Good Dairy Farming Practice (GDFP) pada Pendapatan dan Tingkat Kesejahteraan Peternak Sapi Perah Rakyat di Dataran Rendah. Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis. 6 (1): 164 –174.
Marshall, R. T., J. E. Edmonson, & B. Stevens. 1993. Using The California Mastitis Test. USA. https: //extension 2. missouri. edu/g3653. Diakses pada tanggal 18 Mei 2025.
Nugraha, P., Rifai, C. A. Maskur., & M. Ervandi. 2024. Review: Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi susu sapi perah. Jurnal Sains Ternak Tropis. 4(1):1-11.
Pasaribu, A., Firmansyah, & N. Idris. 2015. Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi susu sapi perah di Kabupaten Karo Provinsi Sumatera Utara. Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan. 18(1):28-35.
Pratiwi, M. S., D. W. Harjanti, & P. Sambodo. 2018. Jumlah sel somatik pada sapi perah penderita mastitis subklinis akibat suplementasi kombinasi herbal dan mineral. Jurnal Agripet. 20(1):70-76.
Riyanto, J., Sunarto, B. S. Hertanto, M. Cahyadi, R. Hidayah, & W. Sejati. 2016. Produksi dan kualitas susu sapi perah penderita mastitis yang mendapat pengobatan antibiotik. Sains Peternakan. 14(2):30-41.
Sanam, A.B., I. B. N. Swacita, & K. K. Agustina. 2014. Ketahanan susu kambing peranakan Ettawah post-thawing pada penyimpanan lemari es ditinjau dari uji didih dan alkohol. Jurnal Harian Regional Indonesia. 23(1):79-88.
Shynta, D. C. & S. E. Astutiningsih. 2021. Pengaruh pendapatan peternak susu sapi perah, pengeluaran konsumsi rumah tangga dan kualitas sumber daya manusia terhadap pertumbuhan ekonomi Desa Segawe Kecamatan Pagerwojo Kabupaten Tulungagung. Jurnal Manajemen dan Bisnis Indonesia. 7(1):68-77.
Slovin, E. 1960. Formula for Sample Size. New York: Prentice Hall.
Subagyo, Y., T. Y. Astuti, P. Soediarto, A. N. Syamsi, & H. S. Widodo. 2021. Evaluasi kinerja Good Dairy Farming Practise (GDFP) peternakan kambing Peranakan Ettawa (PE) rakyat di Kecamatan Kaligesing Kabupaten Purworejo. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Agribisnis Peternakan (STAP). 8(1):199-206.
Taufik, E., G. Hildebrandt, J. N. Kleer, T. I. Wirjantoro, K. Kreausukon, & K. H. Zessin, M. P. O. Baumann, & F. H. Pasaribu. 2011. Microbiological quality of raw goat milk in Bogor, Indonesia. Media Peternakan. 43:105-110.
Utami M., I. K. Suada, & I. B. N. Swacita. 2014. Kualitas susu segar pada penyimpanan suhu ruang ditinjau dari uji alkohol, derajat keasaman dan angka katalase. Indonesia Medicus Veterinus. 4(4):374-382.
Wicaksono, A., & M. Sudarwanto. 2016. Prevalensi mastitis subklinis dan evaluasi mikrobiologis susu peternakan rakyat di Boyolali. Acta Veterinaria Indonesiana. 4 (2): 51-56.
Widi, T. S. M. & S. Prastowo. 2020. Pengaruh praktik pemerahan terhadap kejadian mastitis subklinis di peternakan rakyat Jawa Tengah. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia. 25(1):45-53.
Wijiastutik, D. 2012. Hubungan higiene dan sanitasi pemerahan susu sapi dengan total plate count pada susu sapi di peternakan sapi perah Desa Manggis Kabupaten Boyolali. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 1(2):934–944.
Windria, S., A. I. Cahyadi, H. L. Wiraswati, J. Ramadhanti, O. Wismandanu, H. A. Madani, & S. A. Larasati. 2022. Mastitis di Jawa Barat, Indonesia: etiologi dan opsi pencegahan. Jurnal Sain Veteriner. 40(1):52-59.
Wiranti, N., V. Wanniatie, A. Husni, & A. Qisthon. 2022. Kualitas susu sapi segar pada pemerahan pagi dan sore. Jurnal Riset dan Inovasi Peternakan. 6(2):123-128.
Downloads
Published
Issue
Section
License
The Authors submitting a manuscript do so on the understanding that if accepted for publication, copyright of the article shall be assigned to Jurnal Peternakan and published by Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau as publisher of the journal.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors automatically transfer the copyright to the journal and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons (CC BY) that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate permission for non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).