Internalisasi Nilai- Nilai Pancasila Pada Ruang Lingkup Pendidikan Islam Pada Madrasah Aliyah Al-Mukmin Ngruki Sukoharjo

Kamilia Luthfiyah Ramasari, Mohammad Zakki Azani

Abstract


Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana siswa di Madrasah Aliya, AL-Mukmin sebuah organisasi di dalam kompleks Pondok Pesantren Al-Mukmin, menginternalisasi nilai-nilai Pancasila dalam lingkungan pendidikan Islam. Sejak didirikan, sekolah asrama ini telah menggabungkan pengajaran modern dengan sistem Pesantren tradisional. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi, penelitian ini menemukan bahwa nilai-nilai Pancasila diimplementasikan secara harmonis melalui aktivitas keagamaan, pembiasaan ibadah, pembinaan karakter, kegiatan sosial, dan sistem organisasi santri. Perubahan pemahaman tokoh pendiri pesantren, terutama Ustadz Abu Bakar Ba’asyir yang kini menerima Pancasila sebagai dasar negara, turut memperkuat arah moderasi pendidikan di MA Al-Mukmin. Internalisasi nilai-nilai Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Musyawarah, dan Keadilan diwujudkan melalui kegiatan pesantren seperti sholat berjamaah, penghormatan simbol negara, gotong royong, musyawarah santri, serta pembiasaan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam dan Pancasila tidak berjalan saling bertentangan, tetapi dapat bersatu dalam membentuk karakter peserta didik yang religius, nasionalis, toleran, dan berintegritas, sehingga selaras dengan tujuan pendidikan nasional dan kebutuhan pembangunan bangsa

Keywords


Internalisasi nilai, Pancasila, pendidikan Islam, pesantren, Madrasah Aliyah Al-Mukmin Ngruki

References


Akbar, Z. N., & Azani, M. Z. (2024). Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam menanamkan nilai-nilai karakter Islami di SMA Muhammadiyah PK Kota Barat Surakarta. Didaktika: Jurnal Kependidikan, 13(2), 2057–2068.

Azra, A. (2012). Pendidikan Islam: Tradisi dan Modernisasi di Tengah Tantangan Milenium III. Jakarta: Kencana.

BBC Indonesia. (2021). Abu Bakar Ba’asyir bebas: perubahan pandangan dan penerimaan terhadap ideologi negara. https://bbc.com/indonesia

Bogdan, R., & Biklen, S. K. (2007). Qualitative Research for Education: An Introduction to Theories and Methods. Boston: Pearson.

CNN Indonesia. (2021). Ba’asyir tegaskan NKRI harga mati setelah bebas dari masa tahanan. https://cnnindonesia.com

Creswell, J. W. (2016). Research Design: Pendekatan Metode Kualitatif, Kuantitatif, dan Campuran (Edisi Keempat). Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Departemen Agama RI. (2003). Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. Jakarta: Dirjen Pendidikan Islam, Departemen Agama RI

Departemen Pendidikan Nasional. (2003). Kurikulum 2004: Standar kompetensi mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan sekolah menengah pertama dan madrasah tsanawiyah. Jakarta: Depdiknas.

Direktorat Jenderal Pendidikan Islam. (2020). Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Pendidikan Pesantren. Jakarta: Kementerian Agama Republik Indonesia.

Halima, R. A., Mustofa, T. A., & Azani, M. Z. (2023). Pengaruh pembelajaran pendidikan agama Islam terhadap pembentukan kepribadian anak. Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia, 7(9), 15852–15861.

Hidayat, D. N. (2018). Integrasi Pendidikan Formal dan Nonformal dalam Lembaga Pesantren. Jurnal Pendidikan Islam, 4(2), 145–158. https://doi.org/10.21580/jpi.2018.4.2.1234

Kompas. (2021). Setelah bebas, Abu Bakar Ba’asyir kembali ke Pesantren Al-Mukmin Ngruki. https://kompas.com

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications

Moleong, L. J. (2019). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Muhaimin. (2009). Paradigma Pendidikan Islam: Upaya Menyelesaikan Problematika Pendidikan Islam. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Mulyasa, E. (2013). Pengembangan dan Implementasi Kurikulum 2013. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Muslich, M. (2011). Pendidikan Karakter: Menjawab Tantangan Krisis Multidimensional. Jakarta: Bumi Aksara.

Nasution, S. (2017). Metode Penelitian Naturalistik Kualitatif. Bandung: Tarsito

Notonagoro. (1985). Pancasila sebagai dasar filsafat dan falsafah negara. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Pondok Pesantren Islam Al-Mukmin Ngruki. (n.d.). Profil Al-Mukmin. Diakses dari https://almukminngruki.or.id/profil-al-mukmin/.

Pranata, G. (2021). The Value of Pancasila on the Islamic Education Institution (Discourse Study of the Al-Imamah Book at SMA Al-Islam 1 Surakarta)

Primaresty, T., Marita, U., & Azani, M. Z. (2023). Implementasi nilai religius pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Iseedu Journal of Islamic Education Thoughts and Practices, 00(00), 67–82. E-ISSN: 2615–3335.

Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2017). Penguatan pendidikan karakter (PPK): Menumbuhkan nilai-nilai inti PPK dalam pembelajaran dan ekstrakurikuler. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Republika. (2022). Pesantren modern dan integrasi nilai kebangsaan dalam pendidikan Islam. https://republika.co.id

Rohman, F. (2016). Pendidikan Karakter Berbasis Pesantren: Konsep dan Implementasinya di Lembaga Pendidikan Islam. Tarbawi: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam, 12(1), 75–89.

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sutrisno, E. (2011). Budaya Organisasi. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Tempo. (2020–2022). Laporan khusus perubahan di Pesantren Al-Mukmin Ngruki dan sikap baru Abu Bakar Ba’asyir. https://tempo.co

Zamakhsyari, D. (2005). Pendidikan Islam dalam Sistem Pendidikan Nasional di Indonesia. Jakarta: Logos Wacana Ilmu.




DOI: http://dx.doi.org/10.24014/idj.v8i3.38914

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Dipublikasikan oleh:

Center for Instructional Development (CiD)
Universitas Islam Negeri  Sultan Syarif Kasim Riau
Jalan H. R. Soebrantas KM. 15.5, Simpangbaru, Tampan
Pekanbaru - 28293
email: cidftkuinsuska@gmail.com
 
Diindeks oleh:

     
  

Lisensi Creative Commons
Instructional Development Journal disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.