Contextualizing Abdurrahman Wahid's Liberation Theology Against National Resilience

Khafifatul Fian, Farichatul Maftuchah

Abstract


The purpose of this study is to analyze theological thinking according to Abdurrahman Wahid. The type of research used is library research through data collection techniques by searching for sources either from articles, books, or other sources relevant to the topic of discussion. After the data is collected, then the selection researcher and then the analysis researcher. After analysis, the next stage is the last stage, namely drawing conclusions. The results showed that the theological thinking of Abdurrahman Wahid's perspective was divided into three discussions: pluralism, the pribumization of Islam, and neo-modernism. These three ideas have implications for national resilience such as pluralism which can create national strength because of the formation of an attitude of tolerance, mutual respect, respect, and a consistent philosophy in achieving goals. Islamic indigenization can develop national resilience through the formation of a dynamic, adaptive, and universal Islamic society or openness. Neo-modernism through an attitude of solidarity based on aspects of equality can create national resilience

Keywords


Pluralism; pribumization of Islam; neo-modernism; national resilience

Full Text:

PDF

References


Abdillah, A. N. “Pluralisme Agama dalam Konteks Keislaman di Indonesia.” Religi XV. no. 1 (2019): 56.

Ahmad, F. “Islam Nusantara Menurut Gus Dur: Kajian Pribumisasi Islam.” Mozaic: Islam Nusantara 4. no. 1 (2018): 22-25.

Alamsyah, A. W. et.al. “President Abdurrahman Wahid’s Policy Against Chinese Indonesians in 1999-200.” Jurnal Historica 6. no. 1 (2022): 65–70.

Anah, S. “Masyarakat Islam Indonesia Pada Abad Modern dan Kontemporer.” Jurnal Keislaman 4. no. 2 (2021): 203.

Anwar. A., & S. H. Catatan Media Sosial 2017; Liberalisasi Bermedsos-Dzikir Kebangsaan. Jakarta: Pustaka Ilmu, 2021.

Arif, M. “Revitalisasi Pendidikan Aswaja An-Nahdliyah (Ke-Nu-An) dalam Menangkal Faham Radikalisme di SMK Al-Azhar Menganti Gresik.” J-PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam 5. no. 1 (2018): 20.

Azizah, D. “Teologi Pembebasan dalam Pendidikan Islam Perspektif Asghar Ali Engineer.” Oasis: Jurnal Ilmiah Kajian Islam 4, No. 1 (2019): 33.

Azizah, I. et.al. " Model Pluralisme Agama Berbasis Kearifan Lokal “Desa Pancasila” di Lamongan." Fikrah: Jurnal Ilmu Aqidah dan Studi Keagamaan 8. no. 2 (2020): 279.

Engineer, A. A. Islam dan Teologi Pembebasan. Translated by Agung Prihantoro. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2003.

Faida, F. et.al. “Fenomena Hijrah Perspektif Pemikiran KH. Abdurrahman Wahid.” An-Nida’ 45, No. 2 (2022): 138–139.

Fanani, M. R. (2022). “Revolusi Tanpa Penindasan (Telaah atas Teologi Pembebasan dan Teologi Perdamaian Asghar Ali Engineer).” Jurnal Ilmiah Spiritualis 8. no. 2 (2022): 133.

Fitri, M. “Pengembangan Ekonomi Islam Melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) di Kota Duri,” Al-Qolam 4. no. 2 (2020): 120–121.

Gutierrez, G. A Theology of Liberation, History, Politics and Salvation. New York: Orbis Books.Honour, 1973.

Kalingga, Q. R. H. “Liberalisme Hukum Islam di Indonesia (Dampak Terhadap Perkembangan Hukum Islam di Indonesia).” Justica 2. no. 2 (2020): 5.

Karman, Y. “Teologi Pribumi di Indonesia: Tantangan dan Prospek.”. Jurnal Amanat Agung 18. no. 1 (2022): 26–28.

Kudhori, M., et.al. "Reinterpreting Religious Pluralism in QS. al-Baqarah: 62 (A Method of al-Qaraḍâwî’s Interpretation)." Jurnal Ushuluddin 29. no. 2 (2021): 116.

Kurniawan, S. Isu-isu Kontemporer Tentang Islam dan Pendidikan Islam. Kalimantan Barat: Ayunindya, 2021.

Latif, A. “Nilai-nilai Pendidikan Karakter di Pesantren dalam Pemikiran K.H Abdurrahman Wahid.” Al-Fikrah 2. no. 2 (2022): 102.

Manullang, M. “Misi dalam Masyarakat Majemuk.” Jurnal Teologi Cultivation 3. no. 2 (2019).

Masyrullahushomad. “Mengokohkan Persatuan Bangsa Pasca Konflik Bernuansa Agama di Ambon dan Poso.” Istoria: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sejarah 15. no. 1 (2019): 93.

Narendra, N. H. et.al. “Perkembangan Pemikiran Pluralisme Gus Dur (1971-2001).” Jurnal Pendidikan Sejarah 11. no. 2 (2022): 105.

Ngabalin, M. “Teologi Pembebasan Menurut Gustavo Gutierrez dan Implikasinya Bagi Persoalan Kemiskinan.” Kenosis: Jurnal Kajian Teologi 3. no. 2 (2017): 139–140.

Prasojo, Z. H., & M. P. “Akomodasi Kultural dalam Resolusi Konflik Bernuansa Agama di Indonesia.” Aqlam: Journal of Islam and Plurality 5. no. 1 (2020): 2.

Primawati, N. H. “Spiritualitas Komunitas Tritunggal Mahakudus Yogyakarta dalam Perspektif Teologi Pembebasan Gustavo Gutierrez.” Waskita: Jurnal Pendidikan Nilai dan Pembangunan Karakter 2. no. 2 (2017): 11.

Ravico. “Dinamika Relasi Islam dan Negara: Tinjauan Terhadap Kelompok Modernis dan Neo Medernis.” Ampera: A Research Journal on Politics and Islamic Civilization 3. no. 2 (2022): 98-99.

Ritonga, H. J. “Teologi Transpormatif Sebagai Esensi Ketauhidan dan Aplikasinya dalam Kehidupan.” An-Nadwah 25. no. 2(2020): 108-109.

Rohimat, R., A. H. “Teologi Pembebasan dan Demokrasi Menurut Gus Dur.” Jaqfi: Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam 4. no. 1 (2019): 120–124.

Saputra, R., et.al. "Moderasi Islam Ahmad Syafi'i Ma'arif (Kontribusinya terhadap Pluralitas Agama di Indonesia)." Fikrah: Jurnal Ilmu Aqidah dan Studi Keagamaan 9. no. 1 (2021): 64.

Sari, F. L., & F. N. “Nilai-nilai Sila Persatuan Indonesia dalam Keberagaman Kebudayaan Indonesia.” Jurnal Global Citizen: Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan 11. no. 1 (2022): 83.

Setiawan, E. “Konsep Teologi Pluralisme Gus Dur dalam Meretas Keberagaman di Indonesia.” Asketik 1. no. 1 (2017): 61–63.

———.“Pemikiran Abdurrahman Wahid tentang Prinsip Pendidikan Islam Multikultural Berwawasan Keindonesiaan.” Edukasia Islamika 2. no. 1 (2017): 32.

Siswanto, M. “Islam Kosmopolitan Gus Dur dalam Konteks Sosio-Keagamaan di Indonesia.” Journal of Islamic Thought and Philosophy 1. no. 1 (2022): 7–8.

Suryana, Y. Tradisionalisme dan Modernisme Islam di Indonesia: Kajian atas Pemikiran Keagamaan Haji Ahmad Sanusi 1889-1950. Yogyakarta: Gapura Publishing.com, 2012.

Syah, F. “Tradisi Keintelektualan Pemikiran dan Biografi Abdurrahman Wahid (Gus Dur).” Edu Riligia 5. no. 2 (2021): 130.

Yusuf, A. Pesantren Multikultural Model Pendidikan Karakter Humanis Religius di Pesantren Ngalah Pasuruan. Depok: PT Rajagrafindo Persada, 2020.

Wahid, A. Islamku Islam Anda Islam Kita Agama Masyarakat Negara Demokrasi. Pengantar M. Syafi’i Anwar. Jakarta: Democracy Project Yayasan Abad Demokrasi, 2011.

Zainuri, A., & L. A. H. “Abdurrahman Wahid: Universalisme Islam dan Toleransi.” Islamika Inside 7. no. 2 (2021): 185.

Zaprulkhan.“Dialog dan Kerjasama Antar Umat Beragama dalam Perspektif Nurcholish Madjid.” Mawa’izh: Jurnal Dakwah dan Pengembangan Sosial Kemanusiaan 9. no. 2 (2018): 172–173.

Zulkarnain. "Telaah Kritis Teologi Islam." Jurnal Theosofi dan Peradaban Islam 4. no. 1 (2022): 79.




DOI: http://dx.doi.org/10.24014/jush.v31i1.20134

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


  Jurnal Ushuluddin Indexed By:

     

Alamat Redaksi:

 Whatsapp (Direct Chat)

Fakultas Ushuluddin UIN SUSKA Riau Jl. H.R. Soebrantas KM. 15,5 Panam – Pekanbaru

 E-mail: jurnal.ushuluddin@uin-suska.ac.id

ejournal: http://ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/ushuludin



Lisensi Creative Commons
Jurnal Ushuluddin is licensed under a Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.

View My Stats