HUKUM MENIKAH KETIKA SAKIT YANG MENGHALANGI KEHARMONISAN RUMAH TANGGA ANALISIS PENDAPAT IMAM MALIK BIN ANAS

Robi Rendra Tribuana

Abstract


Hukum pernikahan ketika salah satu pasangan suami istri menderita sakit yang mengahalangi keharmonisan rumah tangga menjadi salah satu masalah yang sangat penting yang terjadi di rumah tangga.  Menurut Imam Malik bin Anas, bahwasanya dibolehkan melakukan perceraian/pembatalan akad nikah jika salah satu pasangan menderita sakit yang menyebabkan hubungan suami istri tidak nyaman, gundah dan tidak tenang, lebih banyak mudharat dari pada maslahatnya, tidak dapat menikmati indahnya kehidupan bersuami istri, dan tidak tercapainya tujuan pernikahan sakinah mawaddah warohmah. Adapun tujuan penelitian ini untuk menganalisa dan mengungkapkan pandangan Imam Malik bin Anas tentang hukum menikah ketika sakit yang menghalangi keharmonisan rumah tangga, menganalisa alasan Imam Malik bin Anas melarang menikah ketika sakit yang mengahalangi keharmonisan rumah tangga, dan melihat relevansinya dengan keadaan saat ini. Dalam metode penelitian, jenis penelitian menggunakan penelitian pustaka (library research). Teknik analisis data menggunakan content analysis (analisa isi) dengan metode kualitatif menggunakan analisa deskriptif. Hasil dari penelitian ini adalah: Pertama: Sakit yang menghilangkan keharmonisan di dalam rumah tangga di-qiyas-kan atau disamakan aib yang menyebabkan fasakh nikah. Yaitu adanya kekurangan pada salah satu pihak suami istri yang dapat menghambat bahkan menghalangi tujuan utama pernikahan serta mengancam kelanggengan kehidupan suami istri. Di antaranya adalah: impotensi, jabb/pengebirian, ratq, ‘afl, gila, sopak, kusta. Kedua, pendapat Imam Malik bin Anas tentang menikah ketika sakit yang menghalangi keharmonisan rumah tangga boleh dibatalkan/cerai karena tidak tercapainya tujuan pernikahan. Ketiga, adapun untuk kondisi di zaman sekarang, bahwasanya penyakit/cacat apapun itu, apabila bisa dipulihkan atau diobati tanpa meninggalkan bekas yang serius, maka penyakit tersebut dianggap tidak ada dan tidak berpengaruh apapun terhadap akad. 


Keywords


Hukum, Menikah, Sakit yang Menghalangi Keharmonisan Keluarga, Imam Malik bin Anas

References


Bhuty, Mansur bin Yunus bin Idris al-Bhuty, Kasyiful Qina’ Matan al Iqna’, Jilid 5, Beirut: al ‘Alam al-Kutub, 1983.

Dinar, Abu Hasan Ali bin Umar bin Ahmad bin Muhadi bin Mas’ud bin Nu’iman bin, Sunan al-Daruquthni, Juz VIII, Beirut: Dar al-Hadist Kairo, t.th.

Djumadris, M. Bahri Ghazali dan, Perbandingan Madzhab, Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya, 1992.

Issa, Maryam binti Isa bin Hamid, Bukti Cacat Nikah dengan Medis, Jurnal Penelitian Yurisprudensi Kontemporer, Vol. 27, No. 103, 1426 H.

Jannati, Muhammad Ibrahim, Fiqih Perbandingan Lima Mazhab: Syafi’i-Hambali-Maliki-Hanafi-Ja’fari, Jilid III, alih bahasa Ibnu Alwi Bafaqih, Mudhor Assegaf, dan Alam Firdaus, Cet. ke-1, Jakarta Selatan: Cahaya, 2007.

Jaziri, Abdurrahman, Al-Fiqh ‘ala Madzhaib al-Arba’ah, Juz 4, Qairo: Maktabah al-Tijarah Kubrah, 1400H/1979M.

Jaziri, Abdul al-Rahman bin Muhammad ‘Audh, Al-Fiqh ‘ala al-Madzahib al`Arba’at, Beirut: Dar ibn Hazm, 2001.

Kandahlawi, Maulana Zakariya, Al-Muwaththa’, t.th.

Kholil, Moenawar, Biografi Empat Serangkai Imam Madzhab, Cet. ke-8, Jakarta: Bulan Bintang, 1992.

Maliki, Abu al-Qasim Muhammad bin Ahmad Juzai al-Kalbi al-Gharnaty , Al-Qawanin al-Fikhiyah fi Ta’khis Mazhab al-Malikiyah, t.tp: tp, t.th.

Maqdisi, Abu Abdillah bin Ahmad bin Muhammad Qudamah, Al-Mughni, Jilid 10, Riyadh: Dar Alam al-Kutub, 1997.

Mubarok, Jaih, Sejarah dan Perkembangan Hukum Islam, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2002.

Mughniyah, Muhammad Jawad, Fikih Lima Mazhab, alih bahasa Masykur AB., Jakarta: PT. Lantera Baristama, 2004.

Munawwir, Ahmad Warson, Kamus al-Munawwir Arab-Indonesia Terlengkap, Yogyakarta: Pustaka Progresif, 1997.

Nadya, Konsep Sehat dan Sakit, Artikel Peserta Orientasi IDI Tahun 2012. Dokumen Pusat Peningkatan & Penajaminan Mutu UIN Alauddin.

Nurwahid, Haswir dan Muhammad, Perbandingan Mazhab, Realitas Pergulatan Pemikiran Ulama Fiqih, Pekanbaru: Alaf Riau, 2006.

Qazwini, Abu Abdullah Muhammad bin Yazid bin Majah, Sunan Ibnu Majah, Juz VI, Mesir: Dar Ihya’il Kutub al-Arobiyah, t.th.

Rusyd, Ibnu, Bidayatu’l Mujtahid, alih bahasa M.A. Abdurrahman dan A. Haris Abdullah, Semarang: CV. Asy-Ayifa’, 1990.

Rusyd, Ibnu, Bidayatul Mujtahid 2, alih bahasa Ahmad Abu al-Majdi, Jakarta Selatan: Pustaka Azzam Anggota IKAPI DKI, 2014.

Sabiq, Sayyid, Fiqih Sunnah 2, alih bahasa Nor Hasanudin, Cet. ke-1, Jakarta: Pena Pundi Aksara 2006.

Sijistani, Sulaiman bin al-‘Asy’asy bin Syadid bin ‘Umaru al-‘Azadi Abu Daud , Sunan Abu Daud, Bab Larangan Menikah, Juz VI, Beirut: Dar al-basyair al-Islamiyah, 2002.

Syarifuddin, Amir, Hukum Perkawinan Islam di Indonesia, Jakarta: Kencana, 2011.

Tanwahi, Imam Sahnun bin Sa’id, Mudawwanah al-Kubro, Juz II, Beirut: Dar al-Fikr, t.th.

Tihami, Fiqih Munakahat, Jakarta: Rajawali Press, 2009.

Yanggo, Huzaemah Tahido, Pengantar Perbandingan Mazhab, Jakarta : Logos, 1997.

Zuhaily, Wahbah, Al-Fiqhul Islami wa ‘Adilatuhu, Juz II, Beirut: Dar al-Fikr. T.th.

Zuhaily, Wahbah , Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu, Jilid VII, Damaskus: Dar al-Fikr, t.th..

Zuhaily, Wahbah, Fiqih Islam wa Adillatuhu, alih bahasa Abdul Hayyie al-Kattani, dkk., Jakarta: Gema Insani, 2011.

Zein, Muhammad Ma’sum, Arus Pemikiran Empat Madzhab, Jatim: Darul-Hikmah, 2008.

Zulkayandri, Fikih Muqaran, Program Pascasarjana UIN Suska Riau, 2008.




DOI: http://dx.doi.org/10.24014/af.v18i1.7098

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Editorial Office Board

Pascasarjana UIN Sultan Syarif Kasim Riau

Jl. KH. Ahmad Dahlan, No. 94 Kode Pos : 28129.

 

Contact Person :

Khairunnas Jamal

khairunnasjamal@uin-suska.ac.id

0823 6130 7171

  

 


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License. View My Stats