TINJAUAN SOSIAL-POLITIK TERHADAP ISLAM DAN TAMADUN MELAYU DI ASIA TENGGARA TANTANGAN DAN HARAPAN

Muhammad Halkis

Abstract


Hubungan Islam dengan masyarakat Melayu muncul dalam membangun peradaban terasa nyata ketika era pasca kolonial memerlukan pemikiran kebangsaan (nation state) terbentuk melalui proses politik kenegaraan sehingga kadar resapan negara-negara terhadap nilai-nilai Islam dapat dipahami.Teori yang menjelasakan bahwa negara bangsa adalah produk modernitas tidak sejalan dengan masyarakat kultur yang berorientas pada masa lalu adalah keliru, karena masa sekarang merupakan dunia kehidupan yang berlanjut dalam situasi yang berbeda. Ada tiga indikator resapan sebuah negara dalam era globalisasi saat ini terhadap Islam, yaitu; 1) konstitusi, mengatur kehidupan administrasi sebauh negara, 2) politisasi sejauh mana Islam menjadi bahsan konsumsi politik kenegaraan, dan 3) simbolisasi menggunakan simbol-simbol ke-Islam dalam menunjukan identitas kenegaraan

Keywords


Islam; Tamadun Melayu

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.24014/trs.v6i1.895

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


LPPM UIN SUSKA Riau Jl. H.R. Soebrantas KM. 15,5 Panam – Pekanbaru

 E-mail: imam.hanafi@uin-suska.ac.id

Creative Commons LicenseToleransi by http://ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/toleransi is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats