Internalisasi Nilai Islam Dan Tamadun Melayu Terhadap Perilaku Sosial Orang Melayu Riau

Ellya Roza

Abstract


Tamadun Melayu sering disinonimkan dengan Islam. Ia bagaikan dua entitas yang tidak dapat dipisahkan karena orang Melayu sudah lama menganut agama Islam. Alam Melayu adalah kawasan yang menerima pengaruh Hindu dan Buddha akan tetapi dengan kedatangan Islam ia telah berjaya merubah kawasan ini kepada pusat perkembangan Islam sehingga dikatakan kebangkitan tamadun Melayu ini sejalan dengan berkembangnya Islam di Nusantara. Islam di Alam Melayu sebenarnya berlangsung dalam jangka waktu yang panjang dan melalui berbagai peristiwa. Hubungan Islam dengan orang Melayu menarik perhatian pihak bangsa luar dan timbul perasaan iri hati terhadap kemakmuran orang Islam sehingga bangsa Eropah datang memasuki kawasan Nusantara guna mengambil kekayaan alamnya. Sistem sosial masyarakat Nusantara sebelum kedatangan Islam dipengaruhi oleh sistem kasta Hindu yang melahirkan dua kelompok yang sangat jauh berbeda. Perbedaan tersebut sangat menentukan status sosial masyarakat dan perbedaan inilah yang terkikis habis dengan kedatangan Islam yang mengajarkan bahwa manusia itu sama dan yang membedakannya adalah iman. Berkaitan dengan hal tersebut, tulisan ini melihat sejauh mana implementasinya terhadap perilaku sosial masyarakat Melayu Riau pada waktu sekarang

Keywords


internalisasi; nilai Islam; tamadun; Melayu; perilaku sosial

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.24014/trs.v6i1.894

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons LicenseToleransi by http://ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/toleransi is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats