PEMBELAJARAN FIQH BERBASIS KEMAJMUKAN

Sri Mawarti

Abstract


Kajian dalam Ilmu Fiqh seringkali berada pada posisi benar-salah, halal-haram, dan seterusnya. Sementara hari ini, kita berada pada kontruksi budaya dan kondisi sosial yang sangat majmuk. Oleh karena itu, menjadi sangat penting untuk mengembangkan sebuah rumusan fiqh yang dibangun di atas basis kemajmukan itu sendiri, yang mengakui perbedaan serta menempatkan perbedaan tersebut dalam kesederajatan dan toleransi. Dalam bidang fiqh, wawasan multikulturalisme ini harus dibangun secara metodologis dengan cara mengembangkan paradigma tafsir sosial Islam yang mengedepankan pemaknaan-pemaknaan yang dinamis, progresif, dan toleran. Dalam hal ini, fiqh multikulturalis dapat dibangun di atas dasar prinsip mashlahah dengan menggunakan pendekatan maqashid al-syari’ah. Konsekuensinya, nilai-nilai al-Quran yang bersifat universal dipandang sebagai nilai yang bersifat substantif ketimbang nilai yang bersifat lokal-partikular. Karena itu, dengan pendekatan maqashid al-syari’ah, maka nilai keadilan, kemaslahatan, kesetaraan, hikmah-kebijaksanaan dan cintah kasih dianggap sebagai nilai yang paling utama yang akan menjadi sumber dan inspirasi tatkala al-Qur`an menjelaskan ketentuan-ketentuan sebuah kasus hukum tertentu (legal-spesific). Nilai-nilai yang bersifat universal inilah yang lebih relevan untuk dijadikan sebagai basis permusuan fiqh multikulturalis, karena nilai-nilai universal ini mampu menjangkau seluruh aspek kemanusiaan tanpa memandang perbedaan ras, agama, warna kulit, budaya dan sebagainya

Keywords


Fiqh, Kemajmukan, Keindonesiaan

Full Text:

PDF

References


Arkoun, Mohammed (1994) Nalar Islami dan Nalar Modern, Berbagai Tantangan dan Jalan Baru, ter. Rahayu S. Hidayat, Jakarta, INIS

_______ (1994) Rethinking Islam: Common Questions, Uncommon Answers, Oxford: Westview Press

_______ (1993) Min Faishal al Tafrîqah ila Fashal al Maqâl: Aina Huwa al Fikr al Islâm al Mu‘âshir, terj. Hasyim Shaleh, London: Dar al Saqi

Arkoun, Mohammed dan Louis Gardet (1997) Islam, Kemarin dan Hari Esok, terj. Ahsin Muhammad Bandung: Pustaka

Assyaukanie, Luthfi, (1994) “Islam dalam Konteks Pemikiran Pascamodernisme: Pendekatan Menuju Kritik Akal Islam”, dalam: Ulumul Quran, No. 1, Vol. IV, 1994

Anwar, M Syafi'I (2007), Pluralisme, Bukan Sekadar Toleran, http://www.tokohindonesia.com/ensiklopedi/s/syafii-anwar/beri-ta/01.shtml, 20 september 2007

Abdullah, M. Amin, (2002) “Paradigma Alternatif Pengembangan Ushul Fiqh dan Dampaknya pada Fiqh Kontemporer”, dalam Ainurrofiq (ed.), Madzhab Yogya: Menggagas Paradigma Ushul Fiqh Kontemporer, Yogyakarta: Ar-Ruzz Press

Al-Amin, Bahrul Haq (2007) Islam Dan Multikulturalisme Sebuah Refleksi, http://bahrulhaq.multiply.com/journal/item/17/ islam_dan_multikulturalisme_Sebuah_Refleksi, diakses tanggal 20 september 2007

Baidhawy, Zakiyuddin (2007) Ber-Islam Di Era Multikulturalisme, dalam http://islamlib.com/id/index.php?page=article&id=589

Hallaq, Wael B. (1991) “The Primacy of The Quran in Syatibi Legal Theory”, Leiden: Ej-Brill

Hidayat, Komaruddin (1996) "Arkoun dan Tradisi Hermeneutika" dalam: Tradisi, Kemodernan dan Metamodernisme: Memperbincangkan Pemikiran Mohammed Arkoun, ed. Johan H. Meuleman Yogyakarta: LKIS

_______ (1996) Memahami Bahasa Agama; Sebuah Kajian Hermeneutik, Jakarta: Paramadina

Hanafi., I., 2012., Oeientasi Fiqhiyah dalam Pendidikan Islam., Jurnal A-Fikra, Vol. 11, No. 1. 20-35

Hasan, Ahmad (1988) The Early Development of Islamic Jurisprudence Islamabad: Islamic Research Insti-tute

Al-Jabiri, Muhammad Abid (1990) Bunyah al-‘Aql al-‘Araby Beirut: Markaz Dirāsah al-Wahdah al-‘Arabiyyah

______ (1989) Takwīn al-‘Aql al-‘Araby Beirut: Markaz Dirāsah al-Wahdah al-‘Arabiyyah

Kung, Hans, (1998) “Sebuah Model Bagi Dialog Kristen-Islam”, dalam Jurnal Paramadina, Vol. I, No. 1, Juli-Desember 1998

Khalaf, Abdul Wahab (t.th) ‘Ilmu Ushul Fiqh, Kairo: Darul Qolam

Mudzhar, M. Atha, (1998) “Social History Approach to Islamic Law”, Al Jamiah No. 61, Tahun 1998

El-Ma'hady, Muhaemin (2007) Multikulturalisme Dan Pendidikan Multikultural (Sebuah Kajian Awal), dalam http://artikel.us/muhae-min6-04.html, diakses tanggal 20 september 2007

Madjid, Nurcholish (1998) Islam: Kemodernan dan Keindonesiaan Bandung: Mizan

Mushafa, Mishbah (t.th) Al-Iklil Fi Ma’ani al-Tanzil Surabaya: Al-Ihsan, Jilid. II

Nasr, Seyyed Hossein (1993) Menjelajah Dunia Modern, terj. Hasti Tarekat Bandung, Mizan

_______ (1987) Islam Tradisi di Tengah Kancah Dunia Modern, terj. Luqman Hakim Bandung: Pustaka

An-Na'im, Abdullahi Ahmed (1997) Dekonstruksi Syari'ah, terj. Yogyakar-ta, LKIS

Qardhawi, Yusuf (1999) Anatomi Masyarakat Islam, terj. Setiawan Budi Utomo Jakarta: Pustaka al-Kautsar

Riza Ul Haq, Fajar (2007) Tafsir Multikultural: Jihad Melawan Kejumudan Teks, Referensi: http://islamlib.com/id/ index.php?page= article&id=534, diakses tanggal 20 september 2007

Rahman, Fazlur (1980) Major Themes of The Quran, Chicago: Bibliotheca Islamica

_______ (1986) Interpreting al-Quran, Inquiry, Mei, 1986

Rusli, Nasrun (1999) Konsep Ijtihad al-Syaukani, Jakarta: Logos

Sjadzali, Munawir (1997) Ijtihad Kemanusiaan Jakarta; Paramadina

Al-Syathibi, Abu Ishaq (t.th) Al-Muwāfaqat, Juz II. Beirut: Dar al-Ma’rifah




DOI: http://dx.doi.org/10.24014/trs.v12i1.10641

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons LicenseToleransi by http://ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/toleransi is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats