KONSEP PENDIDIKAN ANTI-TERORISME Relevansinya bagi Pendidikan Islam

Marianti Marianti

Abstract


Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya fenomena terorisme yang sudah tumbuh subur di Indonesia. Karena sebagian besar masyarakat Indonesia memeluk agama Islam, maka dari sekian deretan aksi kekerasan dan aksi terorisme di negeri ini, pelakunya tidak lain adalah kalangan muslim. Padahal secara normatif, Islam merupakan kepercayaan open minded dan inklusif yang mengajarkan kedamaian (rahmatan lil âlamîn). Secara konseptual, pendidikan anti terorisme di dasarkan pada; Pertama, Falsafah pendidikan Anti Terorismem, yaitu proses  pengenalan  dan  pemberian  informasi akan nilai-nilai anti terorisme,  dengan harapan membantu peserta didik untuk menjadi manusia yang bermoral, berwatak serta bertanggung jawab dalam rangka membangun hidup bermasyarakat dan berbangsa. Kedua, Aqidah Inklusif Sebagai Pijakan Pendidikan Anti Terorisme, yaitu menumbuhkan saling menghormati kepada semua manusia yang memiliki mazhab atau keyakian yang berbeda dalam beragama. Adapun nilai-nilai pendidikan anti terorisme adalah Toleransi, Nirkekerasan, dan Pluralisme. Sedangkan pandangan Islam terhadap Pendidikan Anti-Terorime adalah tercermin pada 4 (empat) isu pokok yang dipandang sebagai dasar pendidikan anti terorisme, yaitu : Pertama, kesatuan dalam aspek ketuhanan dan pesan-Nya (wahyu); Kedua, kesatuan kenabian; Ketiga, tidak ada paksaan dalam beragama; dan Keempat, pengakuan terhadap eksistensi agama lain.

Keywords


Pendidikan Islam, Anti-Terorisme, Toleransi

Full Text:

PDF

References


Abdul Wahid, “Tendensi Antipluralisme dalam Pendidikan Islam ; Kritik Teks Buku Ajar PAI SMU/SMK”, dalam Jurnal, Ulumuna, Vol. VII, Edisi 12, No. 2, Juli-Desember 2003.

___________, dkk. Kejahatan Terorisme: Perspektif Agama, HAM dan Hukum, Bandung: PT. Refika Aditama, 2004

Adjie S. Terorisme, Jakarta: Surya Multi Grafika, 2005

Ahmad Wardi Muslich, Hukum Pidana Islam, Jakarta: Sinar Grafika, 1999

Ali Khan, A Legal Theory of International Terrorism, Connecticut Law Review, 1982

Ali Muthohar, Kamus Arab – Indonesia, Jakarta: PT Mizan Publika, 2005

A. Graner, Black’s Law Dictionary Eighth Edition, St. Paul: West Thomson, 2004

Bambang Abimanyu, Teror Bom Azhari-Noor Din, (Jakarta: Republika, 2006)

Burhanuddin Salam, Pengantar Pedagogik; Dasar-dasar Ilmu Mendidik, Jakarta: Rineke Cipta, 1997

Burhan Bungin, Metodologi Penelitan Kualitatif, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2006

Bryan A. Graner, Black’s Law Dictionary Eighth Edition, St. Paul: West Thomson, 2004

B.N. Marbun, Kamus Politik, Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 2003

Dahlius, “Persepsi Siswa terhadap Nilai Moral Pendidikan Agama Islam dan Kemuhammadiyahan dan hubungannya dengan Sikap Berprilaku di SMA Muhammadiyah Pekanbaru”, Tesis, PPs. UIN Suska Riau, 2010.

Dawn Perlmutter, Investigating Religious Terrorism and Ritualistic Crimes, London: CRC PRESS, 2004

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka, 1989

Dwi Hendro Sunarko, Ideologi Teroris Indonesia, Jakarta: Grafindo Indah, 2006

Fuad Ihsan, Dasar-Dasar Kependidikan Jakarta; Rineke Cipta, 2001,

F. Budi Hardiman dkk., Terorisme, Definisi, Aksi dan Regulasi, Jakarta: Imparsial, 2005.

Hamid Algar, Wahabisme; Sebuah Tinjauan Kritis, Jakarta: Paramadina, 2008

Hari Setiawan, Kamus Bahasa Indonesia, Surabay: Karya Gemilang Utama, 1996

H. A. R. Tilar, Manajemen Pendidikan Nasional, Bandung; PT Remaja Rosada karya, 1999)

___________, Paradigma Baru Pendidikan Nasional, Jakarta; Rineka Cipta, 2000

Ibnu Manzhur, Lisan al-Arab, Bairud: Dar Shadir, 1998

Imam Samudra, Aku Melawan Teroris, Solo: Jazera, 2004

J.H. Lauba, Psychological Study Of Religion, (New York: Macmillan, 1912

Jamil Salmi, “Violence and Democratic Society”, Yogyakarta: Pilar Media, 2005

Klaus Krippendorff, Analisis Isi: Pengantar Teori dan Metodologi, Jakarta: Rajawali Pres, 1991

Luqman Hakim, Terorisme di Indonesia, Surakarta: Forum Studi Islam Surakarta, 2004,

Mahmud Yunus, Kamus Arab – Indonesia, Jakarta: Hida Karya Agung, 1989

Mirra Noor Mila, Mengapa Memilih Jalan Teror; Analisi Psikologis Pelaku Teror, Yogyakarta : Gajah Mada University Press, 2010

Mohd. Said Ishak, Hudud dalam Fiqh Islam, Johor: Universiti Teknologi Malaysia: 2003

Muhammad Asfar (ed.), Islam Lunak Islam Radikal; Pesantten, Terorisme dan Bom Bali, Surabaya: JP Pres, 2003

Munawir Aziz, “Relasi Islam-Terorisme; Subjek dan Objek”, dalam Abdul Wachid (ed.), Islam dan Terorisme, Yogjakarta: Grafindo Litera Media, 2010

Nasir Abas, Membongkar Jamaah Islamiyah, Pengakuan Mantan Anggota JI, Jakarta: 2006

Neil J. Smelser and Faith Mitchell, (Ed), Terrorism Perspectives From The Behavioral And Social Sciences, Washington, DC: The National Academies Press, 2001.

Newbigin,Lesslie, Injil Dalam Masyarakat Majemuk. BPK: Gunung Mulia, 1993

Noorhaidi Hasan, “The Salafi Madrasas of Indonesia”, dalam The Madrasas in Asia, Political Activism and Transnational Lingkages, ed Farish A Noor, Yoginder Sikand, dan Martin van Bruinessen (Amsterdam: Asterdam University Press, 2008),

Noor Huda Ismail, Temenku Teroris? Saat Dua Santri Ngruki Menempuh Jalan yang Berbeda, (Jakarta; PT Mizan Republika, 2010), hlm. 98

Novita, “Pendidikan Multikultural Dan Implikasinya Terhadap Pendidikan Islam”, Tesis, PPs. UIN Suska Riau, 2009Peter Rösler-Garcia, ”Terorisme, Anak Kandung Ekstremisme”, , diakses 20 November 2013.

Rita Samela, “Orentasi Fiqhiyah dalam Pembelajaran PAI di SMP Pekanbaru”, Tesis, PPs. UIN Suska Riau, 2008.

Rokhmadi, Reformulasi Hukum Pidana Islam, Studi tentang Formulasi Sanksi Hukum Pidana Islam, Semarang: Rasail Media Grup, 2009

Samuel P. Huntington, “Konflik Peradaban?,” dalam Francis Fukuyama dan Samuel P. Huntington, The Future of The World Order; Masa Depan Peradaban dalam Cengkraman Demokrasi Liberal virsus Pluralism, (Yogyakarta: Ircisod, 2005),

Saidurrahman, “FIQH JIHAD DAN TERORISME ; Perspektif Tokoh Ormas Islam Sumatera Utara” dalam Asy-Syir’ah, Jurnal Ilmu Syari’ah dan Hukum, Vol. 46 No. I, Januari-Juni 2012,

Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian, Jakarta: Rineka Cipta, 1993

Suparlan suhartono, Filsafat Pendidikan, Jogyakarta, Ar-Ruzz Media Group, 2007

Solahudin, NII Sampai JI, Salafy Jihadi di Indonesia, Jakarta: Komunitas Bambu, 2011

Syed Hasim Ali, Islam and Pluralism, www.ipsi.usa.org/currentarticles/ pluralism (diakses pada taggal 30 November 2013)

Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Indonesia, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka, 1994

Tim Prima Pena, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Gita Media Press, Edisi Terbaru

The Britanica On-line Encyclopedia, ,

UURI no. 15 Th 2003 ttg PP pengganti UU no. 1 Th 2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme bab III pasal 6.

Widipedia Indonesia http/id.wikipedia.org/wiki/terorisme, hlm. 1.

William G. Cunningham et. al., Terrorism: Concepts, Causes, and Conflict Resolution Virginia: Defense Threat Reduction Agency Fort Belvoir, 2003

W. J. S. Poerwodarminta, Kamus Bahasa Indonesia, Jakarta; PN Balai Pustaka, 1985

Yudhie Haryono, Melawan Dengan Teks, Yogyakarta: Resist Book, 2005

Z.A. Maulana, Islam dan Terorisme; dari Minyak Hingga Hegemoni Amerika, Yogyakarta: 2005




DOI: http://dx.doi.org/10.24014/trs.v12i1.10637

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons LicenseToleransi by http://ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/toleransi is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats