PEMETAAN PROBLEMATIKA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BERBASIS MAJELIS TAKLIM KOMUNITAS MUSLIMAH
Abstract
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk memetakan problematika pemberdayaan masyarakat berbasis Majelis Taklim komunitas muslimah di Kecamatan Tuah Madani, Pekanbaru. Metode kualitatif deskriptif digunakan dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Majelis Taklim di lokasi penelitian belum menjalankan fungsi utamanya sebagai pusat pemberdayaan masyarakat (center for community development). Analisis berdasarkan tiga dimensi pemberdayaan—enabling (memungkinkan), empowering (pengkapasitasan), dan protecting (perlindungan)—mengungkapkan bahwa ketiganya tidak terimplementasi dengan baik, khususnya dalam aspek ekonomi. Aktivitas yang ada masih terbatas pada pengajian keagamaan dan kegiatan sosial dasar. Problematika utama yang diidentifikasi meliputi: (1) pemahaman pengurus dan jamaah yang terbatas mengenai fungsi pemberdayaan Majelis Taklim; (2) kurangnya pemahaman tentang makna dan ruang lingkup pemberdayaan masyarakat; serta (3) tidak optimalnya peran ustaz/ustazah dalam memberikan pendampingan dan fungsi advokasi (protecting). Disimpulkan bahwa diperlukan upaya peningkatan kapasitas dan perubahan paradigma agar Majelis Taklim dapat mengoptimalkan potensinya sebagai agen perubahan sosial dan ekonomi.
Kata Kunci: Pemetaan, Problematika, Majelis Taklim Dan Pemberdayaan
Abstract
This study aims to map the problems of community empowerment based on Muslim women's Majelis Taklim in the Tuah Madani District, Pekanbaru. A descriptive qualitative method was employed, with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The results indicate that the Majelis Taklim in the research location have not yet performed their primary function as a center for community development. An analysis based on the three dimensions of empowerment—enabling, empowering (capacity-building), and protecting—reveals that none of these dimensions have been implemented effectively, particularly in the economic aspect. Existing activities are still limited to religious lectures and basic social events. The main problems identified include: (1) the limited understanding of the administrators and congregation regarding the empowerment function of Majelis Taklim; (2) a lack of understanding of the meaning and scope of community empowerment; and (3) the suboptimal role of the religious teachers (ustaz/ustazah) in providing mentoring and serving an advocacy function (protecting). It is concluded that efforts to enhance capacity and a shift in paradigm are necessary for the Majelis Taklim to optimize their potential as agents of social and economic change.
Keywords: Mapping, Problems, Majelis Taklim and Empowerment
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Aziz Muslim. (2008). Merodologi Pengembangan Masyarakat (1st ed.). UIN Sunan Kalijaga.
Endah, K. (2020). Pemberdayaan Masyarakat : Menggali Potensi Lokal Desa. Moderat: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan, 6(1), 135–143.
Haris, M. (2019). Problematika Pemberdayaan Masyarakat Miskin. Jurnal At-Taghyir: Jurnal Dakwah Dan Pengembangan Masyarakat Desa, 2(1), 46–63.
Hasanah, W. R., Anshori, A. M., Sinaga, Y. Y., Haris, M., & Laksana, B. I. (n.d.). OPTIMALISASI STRATEGI BERBASIS SOAR UNTUK PENINGKATAN PARTISIPASI KEAGAMAAN DAN SOSIAL REMAJA MASJID: STUDI KASUS IRMI AL-ITTIHAD PEKANBARU. Masyarakat Madani: Jurnal Kajian Islam Dan Pengembangan Masyarakat, 10(1), 48–72.
Hj.Hadi mahmud. (2013). Model Pendidikan pada Mejelis taklim kota Kendari. 8(1), 73–96.
Jadidah, A., & Mufarrohah. (2016). Paradigma Pendidikan Alternatif: Majelis Taklim Sebagai Wadah Pendidikan Masyarakat. Jurnal Pustaka, 7(14), 29.
Maisaroh, I., Stiawati, T., & Suaidi, S. (2023). Penguatan Majelis Taklim Perempuan Sebagai Media Yang Efektif Dalam Pemberdayaan Masyarakat Di Desa Pasir Sedang, Keamatan Picung, Kabupaten Pandeglang. Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(1), 814–819.
Manaroinsong, G., Pangkey, M. S., & Mambo, R. (2023). Pemberdayaan Masyarakat Petani Sayur Di Desa Palelon Kecamatan Modoinding. Jurnal Administrasi Publik, 9(3), 90–101. https://doi.org/10.35797/jap.v9i3.47490
Muhammad Akrimul Hakim. (2024, November). GONTOR Media perekat umat. Gontor News.Com, 64.
Muhammad Syafar. (n.d.). Pemberdayaan Komunitas Majelis Taklim Kasemen , Kota Serang. 41–68.
Murtadlo, M., & Agama, K. (2018). Pemberdayaan Ekonomi Umat Berbasis Jamaah Majlis Taklim.
Nugraha, F. (2018). Majelis Taklim Sebagai Basis Pemberdayaan Umat. Tatar Pasundan: Jurnal Diklat Keagamaan, 12(33), 105–113. https://doi.org/10.38075/tp.v12i33.60
Prima Harrison, M. K. D. (2021). Majelis Taklim Dan Pencegahan Kejahatan Perkotaan (Sebuah Upaya Pencarian Model Pemberdayaan Baru). Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial, 8(5), 1448–1464.
Ridho, M. A., Putra, A. E., & Jamil, M. (2023). Majelis Taklim and Its Role in Women’S Empowerment. Ijtimaiyya: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam, 16(1), 65–90.
Sanyoto Usman. (2006). Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat (IV). Andri Kristiawan.
Aziz Muslim, (2008), Mmetodologi Pengembangan Masyarakat, Yogyakarta, UIN Sunan Kalijaga.
Mardi Yatmo Hutomo, (2000) Pemberdayaan Masyarakat dalam Bidang Ekonomi, Yogyakarta: Adiyana Press.
Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, (2002) Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka.
Endah, K. (2020). Pemberdayaan Masyarakat : Menggali Potensi Lokal Desa. Moderat: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan, 6(1), 135–143.
Jadidah, A., & Mufarrohah. (2016). Paradigma Pendidikan Alternatif: Majelis Taklim Sebagai Wadah Pendidikan Masyarakat. Jurnal Pustaka, 7(14), 29.
Maisaroh, I., Stiawati, T., & Suaidi, S. (2023). Penguatan Majelis Taklim Perempuan Sebagai Media Yang Efektif Dalam Pemberdayaan Masyarakat Di Desa Pasir Sedang, Keamatan Picung,
Kabupaten Pandeglang. Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(1), 814–819.
Muhammad Syafar. (n.d.). Pemberdayaan Komunitas Majelis Taklim Kasemen , Kota Serang. 41–68. Noor, M. (2011). Pemberdayaan Masyarakat. Jurnal Ilmiah CIVIS, 1(2), 88.
https://doi.org/10.2307/257670.Poerwanto.
Nugraha, F. (2018). Majelis Taklim Sebagai Basis Pemberdayaan Umat. Tatar Pasundan: Jurnal Diklat Keagamaan, 12(33), 105–113. https://doi.org/10.38075/tp.v12i33.60
Prima Harrison, M. K. D. (2021). Majelis Taklim Dan Pencegahan Kejahatan Perkotaan (Sebuah Upaya Pencarian Model Pemberdayaan Baru). Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial, 8(5), 1448–1464. http://jurnal.um-tapsel.ac.id/index.php/nusantara/article/view/5255%0Ahttp://jurnal.um- tapsel.ac.id/index.php/nusantara/article/download/5255/2851
Ridho, M. A., Putra, A. E., & Jamil, M. (2023). Majelis Taklim and Its Role in Women’S Empowerment.
Ijtimaiyya: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam, 16(1), 65–90.
DOI: http://dx.doi.org/10.24014/jmm.v10i2.38560
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Editorial Office:
2nd Floor, Building of Da'wah and Communication Faculty, UIN Sultan Syarif Kasim Riau. Jl. HR Soebrantas Km 15, Simpangbaru, Tampan, Pekanbaru
Email : madani@uin-suska.ac.id












