Kaidah-Kaidah Fikih Ibn Daqiq dan Penerapannya terhadap Bab Munakahat dalam Kitab Ihkam Al-Ahkam Syarh ‘Umdatu Al-Ahkam
DOI:
https://doi.org/10.24014/af.v24i2.39202Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kaidah-kaidah fikih yang dirumuskan oleh Ibn Daqiq al-‘Id dalam Ihkam al-Ahkam Syarh ‘Umdatu al-Ahkam serta penerapannya dalam bab munakahat. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif dan analitis, menggunakan metode ushul fikih dan kaidah fikih. Sumber data primer adalah teks Ihkam al-Ahkam pada pembahasan munakahat, sedangkan data sekunder berupa literatur fikih, ushul fikih, dan penelitian ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ibn Daqiq al-‘Id merumuskan sejumlah kaidah fikih yang bersifat kulli dan aplikatif, di antaranya: sighat amar menunjukkan kewajiban, sesuatu yang tergantung pada syarat tidak berlaku saat syarat tidak ada, syarat dalam akad wajib dipenuhi, dalil mutlak tidak menunjukkan salah satu pembatasnya secara spesifik, meninggalkan perincian menunjukkan keumuman hukum, serta pengkhususan tidak selalu menunjukkan perbedaan hukum. Penerapan kaidah-kaidah tersebut dalam masalah pernikahan, mahar, talak, ‘iddah, dan ihdad menunjukkan bahwa metodologi beliau bersifat sistematis, berbasis nash, serta selaras dengan maqāṣid al-syarī‘ah dalam mewujudkan kemaslahatan dan mencegah kemudaratan dalam kehidupan keluarga.References
Azhari, M. (2021). Rekonstruksi metodologi istinbāṭ dalam studi fikih klasik. Jurnal Studi Hukum Islam, 6(2), 115–132.
Fauzi, A. (2021). Kaidah bersyarat dalam hukum keluarga Islam. Al-Ahkam, 31(1), 45–60.
Fitriani, L. (2021). Pendekatan tekstual-kontekstual dalam pembacaan kitab turats. Jurnal Ushuluddin, 29(2), 201–218.
Hidayat, R. (2020). Fungsi kaidah fikih dalam pengembangan hukum Islam kontemporer. Mazahib, 19(1), 67–84.
Hidayat, R. (2021). Analisis sighat amar dalam hadis hukum. Mazahib, 20(1), 77–95.
Karim, S. (2022). Relasi sebab-akibat dalam kaidah fikih klasik. Ahkam: Jurnal Hukum Islam, 22(1), 33–52.
Karimah, S. (2024). Dinamika hukum keluarga Islam dan tantangan kontemporer. Jurnal Al-‘Adalah, 21(1), 33–52.
Latif, M. (2020). Kaidah fikih sebagai instrumen fleksibilitas hukum keluarga. Ahkam: Jurnal Hukum Islam, 20(2), 155–170.
Latif, M. (2020). Takhsis al-‘amm dalam metodologi fikih. Al-Mawarid, 15(2), 141–160.
Maulana, D. (2023). Epistemologi syarah hadis dalam perspektif fikih. Jurnal Ilmiah Syariah, 22(1), 89–104.
Maulana, D. (2023). Metodologi pemahaman lafaz mutlak dalam ushul fikih. Jurnal Ilmiah Syariah, 22(1), 89–104.
Nasution, R. (2022). Mahar dalam perspektif hukum keluarga Islam. Al-‘Adalah, 21(1), 33–52.
Nasution, R. (2022). Problematika perwalian dalam hukum keluarga Islam modern. Al-Mawarid: Jurnal Syariah dan Hukum, 15(2), 141–160.
Rahman, F. (2020). Perintah nikah dalam hadis dan implikasinya. Jurnal Syariah dan Hukum, 18(2), 155–170.
Sulaiman, A. (2023). Syarat dalam akad nikah dan perlindungan hak perempuan. Al-Qanun, 26(1), 59–74.
Yusuf, H. (2024). Maqasid al-shari’ah dalam hukum keluarga Islam klasik. Jurnal Hukum Islam Kontemporer, 5(1), 1–18.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.