TASAWUF GENDER
DOI:
https://doi.org/10.24014/af.v2i2.3730Keywords:
Tasawuf, genderAbstract
Tiga yang menjadi kegemaran Nabi Muhammad saw yaitu kaum perempuan, harum-haruman (aroma wangi) dan shalat. Hasrat dan dambaan laki-laki terhadap perempuan merupakan cerminan kerinduan dan kecintaan Tuhan kepada insan. Ketertarikan Nabi kepada perempuan simbol kecintaan kepada Tuhan. Essensi cintanya hanyalah untuk Tuhan (al-Haqq). Manakala laki-laki mencintai wanita, ia mencari penyatuan. Penyatuan itu terkonfigurasi dalam bentuk perkawinan yang diimplementasikan dalam bentuk buhungan seksual. Pada saat itu terjadi penyatuan rasa, karsa dan karya, sebagaimana ittishalnya manusia dengan Tuhan. Penyatuan manusia dalam jima’ (koitus) dengan demikian menjadi cermin penyatuan manusia dan Tuhan. Justru itu, sebelum berjima’ disuruh berlindung kepada Tuhan dari godaan syaithan agar terhindar dari gangguan yang memecah konsentrasi, sehingga terpusat kepada satu arah dan satu fokus yaitu Tuhan. Setelah jima’ diwajibkan mandi junub sebagai sarana mengembalikan penyatuan manusia dengan Tuhan. karena saat menyatu dengan istri, lelaki telah mengalihkan penyatuan universalnya dengan Tuhan. Manusia sempurna (insan Kamil) dalam pandangan sufisme adalah insan yang dapat mewujudkan penyatuan raga, ruh dan Tuhan dalam hubungan seksual yang harminos yang menghasilkan kenikmatan fisik dan kepuasan pisikis.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.