Dinamika Persepsi Spasial Masyarakat Pariangan: Mempertahankan Kearifan Tradisional di Tengah Tekanan Modernisasi

Almegi Almegi, Yunda Hasbi Pratama, Novendri Putra

Abstract


Ekosistem pegunungan memainkan peran vital sebagai penyedia jasa lingkungan sekaligus ruang hidup yang membentuk identitas sosial-budaya masyarakat lokal. Namun, di tengah arus modernisasi yang masif, cara masyarakat memaknai dan berinteraksi dengan ruang ekologisnya mulai mengalami transformasi nilai yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi spasial masyarakat lokal terhadap jasa ekosistem pegunungan serta perubahan persepsi tersebut di tengah tekanan modernisasi di Nagari Tuo Pariangan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif-eksploratif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur terhadap 28 informan yang dipilih secara purposive, terdiri atas petani, tokoh adat, dan masyarakat yang memiliki keterkaitan langsung dengan pemanfaatan jasa ekosistem Gunung Marapi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memandang Gunung Marapi sebagai sistem ekologis terintegrasi yang menyediakan jasa penyedia, pengaturan, budaya, dan pendukung. Persepsi spasial masyarakat dibentuk oleh kedekatan lokasi, aksesibilitas, keterkaitan antarwilayah, serta aktivitas manusia. Kearifan lokal masih berperan sebagai dasar moral dan ekologis dalam pengelolaan lingkungan, namun modernisasi mendorong transformasi persepsi dari orientasi ekologis–spiritual menuju orientasi ekonomi dan pemanfaatan ruang yang lebih rasional. Meskipun demikian, nilai-nilai tradisional tidak sepenuhnya ditinggalkan, melainkan berintegrasi dengan kebutuhan adaptasi modern. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan ekosistem pegunungan berbasis persepsi spasial dan pengetahuan lokal untuk menjaga keberlanjutan sistem sosial-ekologi pegunungan.

Kata Kunci: Ekosistem pegunungan, jasa lingkungan, kearifan lokal, modernisasi, persepsi spasial

Full Text:

PDF

References


Adrienne Grêt-Regamey, Sibyl Hanna Brunner, and F. K. (2012). Mountain Ecosystem Services. Mountain Research and Development, 32(SUPPL. 1). https://doi.org/10.1659/MRD-JOURNAL-D-10-00115.S1

Anasta Putri, N. P. R. P., Gunawarman, A. A. R., & Prabawa, M. S. (2023). Transformasi dan Pola Spasial Permukiman Perajin Perak Tradisional di Desa Celuk, Gianyar. Jurnal Arsitektur Pendapa, 6(1), 82–89. https://doi.org/10.37631/pendapa.v6i1.576

Bintarto, R. (1983). Interaksi desa-kota dan permasalahannya. (No Title).

Bruijnzeel, L. A. (2004). Hydrological functions of tropical forests: not seeing the soil for the trees? Agriculture, Ecosystems & Environment, 104(1), 185–228.

Costanza, R., D’Arge, R., De Groot, R., Farber, S., Grasso, M., Hannon, B., Limburg, K., Naeem, S., O’Neill, R. V., Paruelo, J., Raskin, R. G., Sutton, P., & Van Den Belt, M. (1997). The value of the world’s ecosystem services and natural capital. Nature, 387(6630), 253–260. https://doi.org/10.1038/387253a0

Ernawati, E., Azrai, E. P., & Wibowo, S. S. (2018). Hubungan Persepsi Kearifan Lokal Dengan Sikap Konservasi Masyarakat Desa Lencoh Kecamatan Selo Di Taman Nasional Gunung Merapi. Biosfer: Jurnal Pendidikan Biologi, 9(1), 65–69. https://doi.org/10.21009/biosferjpb.9-1.10

Fiantis, D., Ginting, F. I., Gusnidar, N. M., & Minasny, B. (2019). Volcanic ash, insecurity for the people but securing fertile soil for the future. Sustainability 11: 3072.

Grêt-Regamey, A., Brunner, S. H., & Kienast, F. (2012). Mountain ecosystem services: Who cares?. Mountain Research and Development, 32(SUPPL. 1), 21–34. https://doi.org/10.1659/MRD-JOURNAL-D-10-00115.S1

Huberman, M., & Miles, M. B. (2002). The qualitative researcher’s companion. sage.

Lopa, D., Mwanyoka, I., Jambiya, G., Massoud, T., Harrison, P., Ellis-Jones, M., Blomley, T., Leimona, B., Van Noordwijk, M., & Burgess, N. D. (2012). Towards operational payments for water ecosystem services in Tanzania: A case study from the Uluguru Mountains. Oryx, 46(1), 34–44. https://doi.org/10.1017/S0030605311001335

Reid, A. (2005). An Indonesian frontier: Acehnese and other histories of Sumatra. NUS Press.

Rosana, E. (2011). Modernisasi dan perubahan sosial. Journal Tapis: Journal Teropong Aspirasi Politik Islam, 7(1), 46–62.

Schreier, H. (2023). Environmental Services in the Changing World. Writing Saved Me, 87–152. https://doi.org/10.5771/9781538185193-87

Viviroli, D., Kummu, M., Meybeck, M., Kallio, M., & Wada, Y. (2020). Increasing dependence of lowland populations on mountain water resources. Nature Sustainability, 3(11), 917–928. https://doi.org/10.1038/s41893-020-0559-9

Viviroli, D., & Weingartner, R. (2004). The hydrological significance of mountains: from regional to global scale. Hydrology and Earth System Sciences, 8(6), 1017–1030. https://doi.org/10.5194/hess-8-1017-2004

Yudhistira, E., Kusumastanto, T., Adrianto, L., & Yulianda, F. (2021). The strategy of coastal eco-tourism based on cultural ecosystem services approach: a case study in ciletuh bay. Journal of Economic and Social of Fisheries and Marine, 9(01), 1–15.




DOI: http://dx.doi.org/10.24014/tsaqifa.v5i1.39252

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Web Analytics Visitor TsN

 

INDEXED BY:

      

 

Published By:

Program Studi Tadris IPS
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan
Universitas Islam Negeri  Sultan Syarif Kasim Riau
Jalan H. R. Soebrantas KM. 15.5, Simpangbaru, Tampan
Pekanbaru - 28293
email: tadrisips@uin-suska.ac.id
 
 
 
 
  
MAP

FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN UIN SULTAN SYARIF KASIM RIAU

 

 

 

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.