KONSEPSI TEORI DAN REALITAS PERSPEKTIF METODOLOGI

Toni Hartono

Abstract


Dalam artikel ini dijelaskan bahwa teori dan realitas tidak dapat dipisahkan karena teori merupakan abstraksi dari kenyataan sosial. Teori diperlukan untuk menjelaskan fenomena alam dan sosial. Dalam konteks ini, teori penting untuk meneliti kenyataan sosial. Tetapi observasi juga vital untuk menemukan sebuah teori. Hal ini berarti teori dan observasi adalah dua hal yang tak terpisahkan. Menggunakan teori atau observasi lebih dahulu tergantung pada paradigma seorang peneliti; deduktif atau induktif. Biasanya teori dapat dibagi menjadi tiga; besar, pertengahan dan membatasi teori. Sebuah teori dapat dievaluasi dari segi signifikansi masalah yang diajukan dan kualitas solusi yang diberikan. Dalam tulisan ini juga dianalisis pentingnya kekuasaan dalam menyebarkan dan mempopulerkan sebuah teori. Ia juga menjelaskan tentang pentingnya akal dalam memproduksi sebuah teori. Akan tetapi dalam konteks Islam, keimanan juga penting untuk memfilter sebuah teori apakah ia memperkuat atau meruntuhkan keimanan individu muslim sebagaimana dalam kasus teori Darwin. Oleh karena itu, dalam memproduksi sebuah teori, akal seharusnya diimbangi oleh iman sebab di dunia ini ada beberapa fenomena yang tidak bisa dijelaskan oleh akal manusia yang disebut dengan istilah ‘ghaib’.

Keywords


teori; realitas sosial; akal; observasi; iman

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons LicenseAn-Nida by http://ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/Anida is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats