ADDITIONAL MENU
HARMONI DI TENGAH BATAS: Peran Budaya dalam Penyelesaian Konflik Masyarakat Perbatasan Asia Tenggara
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran budaya dalam penyelesaian konflik di kawasan perbatasan Asia Tenggara, dengan fokus pada masyarakat perbatasan Indonesia–Malaysia. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus untuk memahami dinamika sosial, praktik budaya, serta konstruksi identitas masyarakat perbatasan. Data diperoleh melalui analisis dokumen, studi literatur, dan interpretasi terhadap temuan dalam naskah disertasi yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya Melayu berfungsi sebagai ruang sosial lintas batas yang melampaui batas negara modern, serta menjadi fondasi bagi terbentuknya relasi sosial yang harmonis. Selain itu, identitas sosial masyarakat perbatasan bersifat dinamis dan fleksibel, sehingga memungkinkan terjadinya negosiasi identitas yang berkontribusi dalam meredam konflik. Praktik sosial sehari-hari yang berbasis pada nilai-nilai budaya, seperti solidaritas, musyawarah, dan keseimbangan, berperan sebagai mekanisme informal dalam menjaga stabilitas sosial. Temuan ini menegaskan bahwa budaya tidak hanya berfungsi sebagai identitas, tetapi juga sebagai mekanisme resolusi konflik yang efektif. Oleh karena itu, integrasi antara pendekatan keamanan negara dan pendekatan berbasis budaya menjadi penting dalam merumuskan strategi penyelesaian konflik yang lebih komprehensif dan berkelanjutan di kawasan perbatasan Asia Tenggara.
Full Text:
PDFReferences
Ahmad, A. S. (2003). Sulalatus Salatin Sejarah Melayu. Dewan Bahasa Dan Pustaka.
Ahmad, N. S. Y. (2017). Menilai Semula Konsep Hegemoni Dalam Budaya Politik Melayu. Melayu: Jurnal Antarabangsa Dunia Melayu, (July 2017).
Azis, M. N. I., Saptaningrum, I., Fawaid, I., & Setiawan, A. M. (2024). Mencari Identitas: Dinamika Masyarakat Perbatasan Indonesia-Filipina, 1975-2014. Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 13(1). https://doi.org/10.23887/jish.v13i1.74945
Bastin, J., & Benda, H. J. (1968). A history of Modern Southeast Asia: Colonialism, Nationalism and Decolonization. Prentice-Hall, Inc.
Brooks, H., Bee, P., & Rogers, A. (2019). Introduction to qualitative research methods. In A research handbook for patient and public involvement researchers. https://doi.org/10.7765/9781526136527.00012
Caldwell, M. (1970). War and Peace in South-East Asia and A History of Modern Southeast Asia: Colonialism, Nationalism and Decolonization. International Affairs, 46(3). https://doi.org/10.2307/2613289
Daniels, T. P. (2014). Modern Muslim identities: Negotiating religion and ethnicity in Malaysia. Anthropological Forum, 24(1). https://doi.org/10.1080/00664677.2013.796611
Erikson, E. H. (1968). Youth: Identity and crisis. In New York, NY: WW (Number 96).
Fee, L. K. (2001). The Construction of Malay Identity across Nations Malaysia, Singapore, and Indonesia. Bijdragen Tot de Taal-, Land- En Volkenkunde, 157(4).
Floyd, R. (2025). Ontological vs. societal security: same difference or distinct concepts? International Politics, 62(4). https://doi.org/10.1057/s41311-024-00581-w
Gamu, F. A., Sanjaya, D. B., & Suastika, I. N. (2025). Pendidikan Kewarganegaraan Multikultural di Kawasan Perbatasan Timur Indonesia: Membangun Identitas Nasional yang Inklusif dan Kohesi Sosial di Kalangan Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 1.
Gultom, M., Rizqullah, F. H., Iqbal, M., Cahyadi, H. R., & Syahrin, M. (2024). Analisis Yuridis terhadap Strategi Geopolitik di Indonesia sebagai Negara Kepulauan dalam Menghadapi Tantangan Sengketa Wilayah Perbatasan. ADIL Indonesia Journal, 5(2). https://doi.org/10.35473/aij.v5i2.3672
Hall, S. (2021). Cultural identity and diaspora. In Contemporary Postcolonial Theory: A Reader. https://doi.org/10.4324/9781003135593-8
Heng, P. K. (2014). The “Asean Way” and Regional Security Cooperation in the South China Sea. SSRN Electronic Journal. https://doi.org/10.2139/ssrn.2540049
Høyland, S. A. (2018). Exploring and modeling the societal safety and societal security concepts – A systematic review, empirical study and key implications. Safety Science, 110. https://doi.org/10.1016/j.ssci.2017.10.019
AM, H., Munir, A., & AM, A. B. (2022). Tradisi dan Jaringan Keulamaan Melayu-Nusantara; Geneologi Keilmuan Ulama Melayu. ISAH 2022 (International Seminar on Adab and Humanities), 2022.
Malik, J. (2008). Islam in South Asia: A short history. In Themes in Islamic Studies (Vol. 4). https://doi.org/10.1177/0049085713494310
Manado, I., Manado, I., & Manado, I. (2024). Identitas Komunitas Islam Di Wilayah Perbatasan Indonesia-Filipina. Jurnal Interdisipliner Sosiologi Agama ( JINSA ), 04(2).
Manaf, J. A., & Abu, R. (2011). Sejarah Perkembangan Bahasa Melayu, Perkamusan, dan Terjemahan. Instutut Pendidikan Guru,Kementerian Pelajaran Malaysia.
Marvasti, A. (2011). Qualitative Research in Sociology. In Qualitative Research in Sociology. https://doi.org/10.4135/9781849209700
McSweeney, F. (2012). Student, Practitioner, or Both? Separation and Integration of Identities in Professional Social Care Education. Social Work Education, 31(3). https://doi.org/10.1080/02615479.2011.557428
Milner, A. (2009). The Malays. In The Malays. https://doi.org/10.1002/9781444305098
Mohamad Hanafiah, M. N. A.-H., & Che Yaacob, M. F. (2020). Nilai-nilai Islam dan Pembentukan Akhlak dalam Cerita Rakyat Melayu. International Journal of Language Education and Applied Linguistics. https://doi.org/10.15282/ijleal.v10.4369
Munley, P. H. (1975). Erik Erikson’s theory of psychosocial development and vocational behavior. Journal of Counseling Psychology, 22(4). https://doi.org/10.1037/h0076749
Noak, P. A., Ardhana, I. K., Ariyanti, N. M. P., & Puspitasari, N. W. R. N. (2024). Border studies in southeast Asia: Challenges and opportunities. Journal of Infrastructure Policy and Development, 8(15). https://doi.org/10.24294/jipd9604
Panić, B. (2009). Societal security – security and identity. Carl Schmitt and Copenhagen School of Security Studies, 13.
Prasojo, Z. H. (2012). Dinamika Masyarakat Lokal di Perbatasan. Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan, 21(2). https://doi.org/10.21580/ws.2013.21.2.252
Primawati, A. (2018). Nasionalisme tenaga kerja Indonesia di daerah perbatasan Indonesia- Malaysia. Sociae Polites, 11(30).
Rahayu, D. D., & Supriyadi, A. A. (2025). Sinergi Kebijakan Publik dan Pertahanan Negara dalam Pengelolaan Wilayah Perbatasan Indonesia. Inovasi Pembangunan : Jurnal Kelitbangan, 13(1). https://doi.org/10.35450/jip.v13i1.942
Rahmawati, D., & Afif, F. (2023). Analisis Pengembangan Pariwisata Wilayah Perbatasan Indonesia – Malaysia Di Kabupaten Bengkalis. Jurnal Manajemen Perhotelan Dan Pariwisata, 6(2). https://doi.org/10.23887/jmpp.v6i2.65007
Riddell, P. (2001). Southeast Asia. Islam and the Malay-Indonesian world: Transmission and responses. Hurst.
Sahril, S. (2020). BAHASA MELAYU: ANTARA BARUS DAN MALAKA. Sirok Bastra, 8(2). https://doi.org/10.37671/sb.v8i2.206
Shamsul, A. B. (1996). Debating about identity in Malaysia: A discourse analysis. Southeast Asian Studies, 34(3).
Sidiq, R. S. S., & Harto, S. (2015). Identitas Budaya Proto Melayu Suku Asli Anak Rawa di Desa Penyengat Kecamatan Sungai Apit Kabupaten Siak Provinsi Riau (Perspektif Antropologi Ekologis). Politik, Birokrasi Dan Perubahan Sosial Ke-II “Pilkada Serentak, Untung Rugi Dan Korupsi Politik,” (November).
Singh, R. P. B. (2008). Heritage contestation and context of religion: Political scenario from Southern Asia. Politics and Religion Journal, 2(1).
Stephan, W. G. (2014). Intergroup Anxiety: Theory, Research, and Practice. Personality and Social Psychology Review, 18(3). https://doi.org/10.1177/1088868314530518
Suwartiningsih, S., Samiyono, D., & Purnomo, D. (2018). Harmonisasi Sosial Masyarakat Perbatasan Indonesia-Malaysia. Jurnal Hubungan Internasional, 7(1). https://doi.org/10.18196/hi.71120
Tene, R. M. M. (2024). ASEAN Five-Point Consensus on Myanmar. RSIS Commentary Series, (2024).
Than, T. M. M. (2005). The Emergence of Modern Southeast Asia: A New History. Contemporary Southeast Asia, 27(3). https://doi.org/10.1355/cs27-3n
Topchiev, M. S. (2025). “Societal Security”: Concepts and Approaches. Voprosy Filosofii, 2025(1). https://doi.org/10.21146/0042-8744-2025-1-25-33
Utomo, Y. (2025). Kebijakan Publik dan Pertahanan Nasional dalam Pengelolaan Wilayah Perbatasan: Analisis Strategi Keamanan Nasional. Inovasi Pembangunan : Jurnal Kelitbangan, 13(02). https://doi.org/10.35450/jip.v13i02.1059
Wade, G. (2022). SOUTHERN CHINESE PORT CITIES AND THE ISLAMIZATION OF SOUTHEAST ASIA. In Routledge Handbook of Islam in Southeast Asia. https://doi.org/10.4324/9780429275449-6
Wilkinson, C. (2007). The Copenhagen School on tour in Kyrgyzstan: Is securitization theory useable outside Europe? Security Dialogue, 38(1). https://doi.org/10.1177/0967010607075964
DOI: http://dx.doi.org/10.24014/nusantara.v22i1.39459
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Nusantara; Journal for Southeast Asian Islamic Studies Indexed By:
Mailing Address:
Nusantara Journal for Southeast Asian Islamic Studies is published by Institute for Southeast Asian Islamic Studies (ISAIS) Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.
Gedung Islamic Center Lt. I Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, Jl. H.R. Soebrantas Km. 15 No. 155 Kelurahan Simpang Baru Kecamatan Tampan Pekanbaru - Riau 28293, PO. BOX 1004.








