DEPRESI PASCA PERSALINAN DALAM PERSPEKTIF GENDER

Yessy Kurniati

Abstract


Salah satu jenis gangguan kejiwaan perempuan adalah depresi pasca persalinan (DPP). DPP  menyebabkan perempuan tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik. DPP dapat menyebabkan perempuan menyakiti dirinya sendiri ataupun menyakiti anak-anaknya. Diduga terdapat bias gender dalam faktor-faktor penyebab kejadian DPP. Tulisan ini bertujuan untuk membahas DPP dalam perspektif gender. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kualitatif dengan metode kajian pustaka (literature Review) yang dikaji secara narrative review. Penelusuran pustaka menggunakan mesin pencari (Google Scholar) untuk mencari buku dan artikel yang dapat diakses secara bebas (open access). Hasilnya menunjukkan bahwa penyebab DPP terdiri dari faktor biologi dan faktor psikososial. Faktor Biologi contohnya seperti terjadinya perubahan hormone persalinan dan defisiensi zat gizi. Sedangkan faktor psikososial seperti dukungan suami, dukungan keluarga, kepuasan dalam rumah tangga dan karakter ibu. Terdapat bias gender pada faktor-faktor penyebab DPP yang termanifestasi dalam bias memahami psikologi perempuan. Masyarakat perlu diberikan pemahaman tentang bias gender pada kejadian DPP


Keywords


ggender, perempuan, depresi, biologi, psikososial

Full Text:

PDF

References


Abrosini A, Donzelli G, Stanghellini G. (2012). Early Perinatal Diagnosis of Mother at Risk of Developing Post-partm Depression-A Concise Guide for Obstetrician, Midwives, Neonatologist and Paediatricians. J. Matern. Fetal. Neonatal. Med, 1096-101.

Becker M, Weidenberger T, Chandy A, Schmuklers S. (2016). Depression During Pregnancy and Postpartum. Curr Psychiatry Rep, 32.

Becley EH, Finn DA. (2007). Inhibiton of Progesteron Metabolism Mimics The ffect of Progesterone Withdrawal on Forced Swim Test Immobility. Pharmacol Biochem Behavior, 412-419.

Bloch M, Rotenberg N, Koren D, et al. (2006). Risk Factors for Early Postpartum Depressive Symptoms. Gen Hos Psychiatry, 3-8.

Chandran M, Tharyan P, Mulhilil J, Abraham S. (2002). Postpartum Depression in A Cohort of Woman From Rural Area of Tamil Nadu, Indi. British Journal of Psychiatry, 499-504.

Choiriyah DW. (2013). Depresi pada Ibu dan pengaruhnya Dalam Perilaku Pengasuhan. Proyeksi, 65-76

Corwin EJ, Johnston N, Pugh L. (2008). Symptoms of Postpartum Depression Associated With Elevated Levels of Interleukin-1 B During The First Month Postpartum. Biol Res Nurs, 128-133.

Dennis CL, Heaman M, Vigods S. (2012). Epidemiology of Postpartum Depressive Symptoms Among Canadian Woman : Regional and National Results From A-Cross Sectional Survey. The Canadian Journal of Psychiatry, 537-547.

Dennis CL and Dowswell T. (2013). Psycosocial and pscychological Intervention for Preventing Postpartum Depression. Cochrane Database of Systematic Review, 10

Departemen Agama RI. (1998). Al Qur'an dan Terjemahnya. Jakarta : Departemen Agama RI

Dietz PM, W. S. (2007). Clinically Identified Maternal Depression Before, During and After Pregnacies Ending in Live Births. Am J Psychiatry, 1515-20.

Dira IKPA, Wahyuni AAS. (2016). Prevalensi dan Faktor Risiko Depresi Postpartum di Kota Dempasar Menggunakan EPDS. E-Jurnal Medika, 1-5.

Etebary S, Nikseresht S, Sadeghipour HR, Zarrindast MR. (2010). Postpartum Depression and Role of Serum Trace Elements. Iranian J Psychiatry, 40-46.

Feirus M dan Widiyanti S. (2014). Hubungan Dukungan Suami Dengan Kejadian Depresi Postpartum pada Ibu Nifas. Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawa

Green AD, Barr AM, Gale a LAM. (2009). Role of Estradiol Withdrawal in Anhedonic'Socrose Consumption : A Model of Postpartum Depression . Physiol Behavior, 259-265.

Groer MW, Morgan K. (2007). Immune, Health and Endocrine characteristics of Depressed Postpartum Mothers. Psychoneuroendocrinology, 133-139.

Ibrahim F, Rahma, Iksan M. (2012). Faktor-faktor yang Berhubungan Dengan Depresi Postpartum di RSIA Pertiwi Makassar Tahun 2012. Repository Unhas.

Kurniati Y, et al. (2020). Postpartum Blues Syndrome : Serum Zinc and Psychosocial Factors. Enfermeria Clinica, 18-21

Nurhayati E. (2012). Psikologi Perempuan Dalam Berbagai Perspektif. Yogyakarta : Pustaka Pelajar

Marks MN, Wieck A, Checkley SA, Kumar R. (1992). Contribution of Psychological and Social Factors to Psychotic and Non-psychotic Relapse After Child Birth in Woman With Previous Histories of Affective Dissoreders. J.Affect.Disord, 253-263.

Motcheldt I, Andreasen A, Pedersen AL, Pedersen MC. (2013). Prevalence of Postpartum Depression In Nuuk, Greenland, A Cross-Sectional Study Using EPDS. Int J Circumpolar Health, 21114.

Payne JI, Palmer JT, Joffe H. (2009). A Reproductive Subtype of Depression : Conceptualizing Models and Moving Toward Etiology. Harvard Rev. Psychiatry, 72-86.

Quelopana AM, Champion JD, Reves-Rubilan T. (2011). Factors Assiciated With Postpartum Depression in Chilean Women. Health Care Women Int, 939-49.

Rosilawati. (2014). Perempuan dan Pendidikan : Refleksi atas pendidikan Berbasis Gender. Raheema Jurnal Studi Gender dan Anak, 1(1)

Safadi RR, Abushaikha LA, Ahmad MM. (2016). Demographic, Maternal and Infant Health Correlates of Post-Partum Depression in Jordan. Nurs Health Sci, 306-13.

Sinclair. (2009). Buku Saku Kebidanan. Jakarta: EGC.

Skalkidou A, Sylven SM, Papadopoulus FC, Olovsson M, Larsson A, Sundstrm-Poromaa I. (2009). Risk of Postpartum Depression in Association With Serum Leptin and Interleukin-6 Levels at Delivery: A Nested Case-Control Study Within The UPPSAT Cohort. Psychneuroendocrinology, 1329-1337.

Takeda A, et al. (2008). Enhacement of Socil Isolation-Induced Aggressive Behavior of Young Mice by Zink Deficiency. Life Science, 909-14.

Teissedre F, Chatrol H. (2004). A Study of The Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) on 859 Mother : Detection of Mother at Risk for Postpartum Depression. Encephale, 376-81.

Tian T, et al. (2012). Clinical Features and Risk Factors for Post-partum Depression in A Large Cohort of Chinese Women With Recurrent Major Depressive Disorder. Journal of Affective Disorder, 983-987.

Tuhulele K, Seweng A, Sarakeh M. (2016). Faktor yang Berhubungan Dengan Depresi Postpartum di RSKDIA Siti Fatimah Makassar. Repository Unhas.

Verkerk GJ, Denollet J, Van Heck GI, Van Son MJ, Pop VJ. (2005). Personality Factors as Determinant of Depression in Post Partum Women :A Prospective-1-Year Follow Up. Psycosom Med, 632-637.

Wahyuni S, Marwati, Supiati. (2014). Faktor Internal dan Eksternal yang Mempengaruhi Depresi Postpartum. Jurnal Terpadu Ilmu Kesehatan2, vol 3 no 2.

Walker SP, W. T. (2007). Child Development :Risk Factors For Adverse Outcomes in Developing Countries. Lancet, 145-57.

Yonkers KA, Vigod S, Ross LE. (2011). Diagnosis, Pathophysiology and Management of Mood Disorder in Pregnant and Postpartum Woman. Obstet Gynecol, 961-977.




DOI: http://dx.doi.org/10.24014/marwah.v20i1.11923

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Marwah: Jurnal Perempuan, Agama dan Jender

Diindeks oleh:

Dipublikasikan oleh:

Marwah: Jurnal Perempuan, Agama dan Jender (ISSN Print: 1412-6095 l ISSN Online 2407-1587)

Alamat Redaksi:

Pusat Studi Gender dan Anak LPPM UIN Suska Riau
Gedung Islamic Center Lantai 1
Jalan H. R. Soebrantas KM. 15.5, Simpangbaru, Tampan
Pekanbaru - 28293
email: jurnal.marwah@uin-suska.ac.id

Creative Commons License
Marwah: Jurnal Perempuan, Agama dan Jender is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International


View My Stats