Analisis Kesesuaian Lahan Industri Menggunakan Pendekatan Sistem Informasi Geografis (Studi Kasus : Kecamatan Nongsa, Kota Batam)
Abstract
ABSTRAK. Kecamatan Nongsa merupakan salah satu kecamatan di Kota Batam yang memiliki potensi strategis untuk menjadi pusat pengembangan industri terbesar. Lokasinya yang dekat dengan jalur perdagangan internasional dan mudah diakses ke pusat kota Batam, sehingga Kecamatan Nongsa menjadi Lokasi penelitian untuk pengembangan kawasan industri. Lokasi kesesuaian kawasan industri mempertimbangkan aspek fisik, aspek infrastrktur, aspek lingkungan, aspek sosial dan ekonomi dan aspek regulasi. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini adalah jarak pusat kota, jarak permukiman, jarak infratruktur transportasi, jarak jaringan transportasi, jarak terhadap jaringan energi dan kelistrikan, jarak terhadap jaringan telekomunikasi, jarak terhadap jaringan sumber air baku, kemiringan lereng, penggunaan lahan, bencana multibahaya, dan kawasan lindung. Penelitian dengan menggunakan pendekatan sistem informasi geografis dengan metode spasial berupa overlay. Hasil analisis tingkat kesesuaian lahan kawasan petuntukan industri di Kecamatan Nongsa didapatkan hasil kelas sangat sesuai (S1) seluas 2713.98 Ha (23.78%), kelas sesuai (S2) seluas 3483.00 Ha (30.52%), kelas cukup sesuai (S3) seluas 1439.92 Ha (12.62%), kelas kurang sesuai (N2) seluas 1330.36 Ha (11.66%), dan kelas tidak sesuai (N1) seluas 2445.04 Ha (21.42%). Kelurahan Batu Besar menjadi lokasi yang potensial untuk pengembangan kawasan industri dari segi lokasi yang menguntungkan dan potensial.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Astuty, Y. I., Marwah Noer, Demi Stevany, Brenda Arham, Brigita Maria R, & Adi Wibowo. (2023). Evaluasi Kesesuaian Kawasan Peruntukan Industri Menggunakan Model Spasial (Studi Kasus : Kabupaten Bekasi). Jurnal Pendidikan Geografi Undiksha, 11(2), 123–132. https://doi.org/10.23887/jjpg.v11i2.61536
Bappenas. (2020). Pembobotan nilai (skoring) dalam analisis kesesuaian lahan. Laporan Pembangunan Berkelanjutan.
Hardjowigeno, & Widiatmaka. (2017). Analisis spasial kesesuaian lahan di daerah perkotaan dengan menggunakan SIG. Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan, 15(2), 78-89.
Hidayati, & Saputra. (2020). Analisis spasial kesesuaian lahan di daerah perkotaan dengan menggunakan SIG. Jurnal Geografi, 12(3), 45-56.
Iswanto, T.F. (2019). Penentuan Lokasi Potensial Untuk Pengembangan Kawasan Industri Menggunakan Sistem Informasi Geografis (Studi Kasus : Kabupaten Lamongan). Skripsi, Institut Teknologi Nasional Malang.
Kurnia, A. A., Rustiadi, E., & Pravitasari, A. E. (2020). Characterizing industrial-dominated suburban formation using quantitative zoning method: The case of bekasi regency, Indonesia. Sustainability (Switzerland), 12(19), 1–19. https://doi.org/10.3390/su12198094
Lindawati. et al. 2019. “Sistem pengambil keputusan berbasis spasial ( SDSS ) untuk perencanaan kebijakan angkutan barang di perkotaan Spatial Decision Support System ( SDSS ) for urban freight.” Asia Pacific White Paper Series 14:1–19.
Malczewski, Jacek, dan Claus Rinner. 2015. Multicriteria Decision Analysis in Geographic Information Science. New York: Springer.
Nugraha, W. S., Subiyanto, S., & Wijaya, A. P. (2015). Penentuan Lokasi Potensial Untuk Pengembangan Kawasan Industri Menggunakan Sistem Informasi Geografis Di Kabupaten Boyolali. Jurnal Geodesi Undip, 4(1), 194-202. https://doi.org/10.14710/jgundip.2015.7664
Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 30 Tahun 2020. Kriteria Teknis Kawasan Peruntukan Industri.
Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 40 Tahun 2016. Pedoman Teknis Pembangunan Kawasan Industri. Indonesia.
Prahasta, E. (2009). Sistem Informasi Geografis Konsep-Konsep Dasar. Informatika, Bandung.
Pramesthi, Nanda Ayu Setya et al. 2024. “Analisis Kesesuaian Lahan Untuk Pembangunan Kawasan Industri Menggunakan Sistem Informasi Geografis (Studi Kasus: Kabupaten Blitar).” Elipsoida : Jurnal Geodesi dan Geomatika 7(1):14–24. doi: 10.14710/elipsoida.2024.20102.
Purwanto, A., & Iswandi, I. (2019). Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis Untuk Menentukan Lokasi Potensial Pengembangan Kawasan Industri Di Kabupaten Pati. Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan, 6, 1219–1228. https://doi.org/10.21776/ub.jtsl.2019.006.2.2
Sukmana. (2018). Optimalisasi tata kelola wilayah dengan GIS di Jawa Barat. Jurnal Manajemen Sumber Daya Lahan, 10(4), 56-67.
Sukmawati, & Pratama. (2021). Identifikasi parameter sosial-ekonomi dalam perencanaan tata ruang menggunakan pendekatan GIS. Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota, 18(1), 102-115.
Sudijono. (2011). Metode Penelitian Kuantitatif: Analisis Data dan Interpretasi. Jakarta: Rajawali Pers.
DOI: http://dx.doi.org/10.24014/jej.v5i1.36227
Refbacks
- There are currently no refbacks.
INDEXED BY:
![]() | ![]() ![]() | ![]() ![]() | ![]() |
![]() ![]() | ![]() ![]() | ![]() ![]() | ![]() |
![]() ![]() | ![]() ![]() | ![]() |
Published By:

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.