SAKSI YANG ADIL DALAM AKAD NIKAH MENURUT IMAM

Authors

  • M Karya Mukhsin pascasarjana uin suska riau

DOI:

https://doi.org/10.24014/af.v18i1.7303

Keywords:

term,

Abstract

Saksi yang adil merupakan bagian penting dalam akad nikah. Jumhûr Ulamâ sepakat bahwa sahnya pernikahan salah satunya jika dihadiri oleh dua orang saksi yang adil. Sementara  imam Hanafi berpendapat pernikahan tetap sah walaupun disaksikan dua orang saksi fasik.pengertian adil secara umum adalah orang yang istiqomah menjalankan aturan Allah Swt dan menjaga murû’ahnya.Sedangkan fasik adalah orang yang keluar dari ketaatan Allah SWT dan RasulNya. Pendapat Imam al-Syâfi’i  masih relevan untuk dipraktekkan pada saat sekarang ini, alat-alat bukti nikah lainnya yang ada masa kini seperti Akta Nikah dan Isbat Nikah tetap diperlukan  karena mempunyai banyak maslahat dan untuk menghindari kesukaran dikemudian hari. Dalam  tinjauan maqâshid al-syarî’ah nikah yang dihadiri saksi yang adil bertujuan untuk memelihara kemaslahatan dan menolak kerusakan, kemaslahatan yang paling utama untuk memelihara keturunan (hifz al-nasl) dari hak-haknya. Standar minimal adil cukup dilihat secara zahir saja, apabila secara zahir pandangan manusia saksi istiqomah menjalankan syariat Allah dan berprilaku baik maka sudah termasuk katagori adil.

Keyword :  Saksi adil, Imam Syâfi’I Maqâshid al-Syarî’ah

 

Author Biography

  • M Karya Mukhsin, pascasarjana uin suska riau
    pascasarjana magisterhukum

References

Majmu’atun min Muallifina, Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah, Kuwait : Wizaroh Al-Auqoti wa as-Su’un al-Islamiyah, 1427 H.

Sulaiman Jamal, Hasiyah al-jamal ‘Ala Minhaj Li Syaikh Al-Islam Zakaria Al-Anshari, Beirut : Darl Al-Fikri, jilid 10 tt

Muhamad Fu’ad Abd Al-Baqiy, Al-Mu’jam al-Mufahras li Alfaz Al-Qur’an al-Karim, Dar al-Fikr, Beirut, 1981

Muh. Zuhri, Hukum Islam dalam Lintasan Sejarah, Jakarta: PT. Raja Grafmdo Persada, 1997

Muhammad Ajib, Mengenal Lebih dekat mazhab Syafi’i, Jakarta : Rumah Fiqih Publising, 2018

Pusat Bahasa Departemen Nasional, Kamus Bahasa Indonesia, Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional, 1998

Satria Efendi M Zein, Ushul Fiqh, Jakarta : Kencana, 2008

Syamsuddin Muhammad al-Khâtib as-Syarbini, Mughni al-Muhtâj, Kairo : Dar al-Hadits, jilid 6, 2006

Sayyid Sabiq, al- Fiqh Al-Sunnah, Juz 2, Kairo: Dar-Alfath li I’lami al- Arabî, 1999.

Wahbah Zuhaili, al- Fiqh al- Islami wa Adillatuhu, Jilid 9, Damaskus: Dâr al-Fikr, 2004.

Zinuddin Ali, Hukum Perdata Islam di Indonesia, Jakarta : Sinar Grafika, 2006.

Additional Files

Published

2020-02-10