Kampung, Tato, dan Identitas: Studi Dekonstruksi Makna Simbolik Kampung Tato

Dini Anisa Sasqia, Luhung Achmad Perguna, Abd Latif Bustami

Abstract


Identitas kampung tato diambil dari sebuah kebiasaan yang dilakukan masyarakat setempat sejak ±40 tahun yang lalu. Kebiasaan yang dilakukan dari waktu ke waktu ternyata menghasilkan konstruksi yang dapat memberikan label maupun cap kepada pelaku pencipta realitas. Artikel ini fokus kepada dekonstruksi makna kampung tato. Dengan menggunakan metode kualitatif yang didukung teknik pengumpulan data purposive sampling. Hasil dari data yang telah didapat dengan observasi, wawancara, dan dokumen maka akan dipaparkan sebuah tulisan dan gambar. Didukung pula dengan sebuah teori dari Jacques Derrida yaitu Dekonstruksi. Hasil yang dicapai dalam penelitian ini yaitu terdapat dua aspek yang mempengaruhi adanya dekonstruksi. Pertama dari setting sosial masyarakat kampung tato. Dimana penamaan istilah kampung tato lahir dari masyarakat luar yang memandang kampung tato sebagai basis tato. Alih-alih menghindari stigma tato, masyarakat setempat justru terang-terangan menyatakan bahwa desanya merupakan basis tato. Kedua dari oposisi biner, ditunjukkan dengan pelaku tato membongkar penafsiran makna tato atas dasar ketidaksadaran, bukan pertimbangan dan bukan karena organisasi. Dari realitas yang terus diciptakan menjadikan kampung tato kelas dua, kelas yang dikesampingkan. Meskipun pelaku tato telah berusaha untuk keluar jurang masa lalu tetapi mereka tetap dicap kurang baik. Disinilah oposisi biner menjadi keniscayaan.


Keywords


kampung; tato; dekonstruksi; identitas; oposisi binner

Full Text:

PDF

References


Anggraeni, Sabrina. 2018. Dampak Pengembangan Objek Wisata Kampung Coklat Terhadap Perubahan Sosial Ekonomi Masyarakat di Desa Plosorejo Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar. Thesis. Malang; Universitas Muhammadiyah Malang. (http://eprints.umm.ac.id/41439/).

Asmara dan Kusumaningrum. 2015. Dekonstruksi Makna Simbolik Kesenian Sintren Sebagai Pendidikan Seks Usia Bermuatan Budaya (Sebuah Kontribusi Kesenian Tradisional Jawa-Sunda terhadap Permasalahan Sosial). Publikasi Ilmiah. Solo: Universitas Muhammadiyah Surakarta. (http://publikasiilmiah.ums.ac.id/handle/11617/5145).

De Nastiti, Nabeta, and Luhung Achmad Perguna.2020. Konstruksi Konsumen Muslim terhadap Labelling Halal pada Produk Kosmetik (Studi Fenomenologi Penggunaan Kosmetik Halal di Kalangan Mahasiswi di Kota Malang Jurnal Analisa Sosiologi 9 (1). https://jurnal.uns.ac.id/jas/article/view/37671

Handoko, C. Tri. 2010. Perkembangan Motif, Makna, dan Fungsi Tato di Kalangan Narapidana dan Tahanan di Yogyakarta. Makara Human Behavior Studies in Asia. (http://hubsasia.ui.ac.id/old/index.php/hubsasia/article/view/668)

Harpan. 2017. Tato dalam Pandangan Hukum Islam (Studi Kasus di Studio Dam Tato Kecamatan Andonohu Kota Kendari). Kendari: Institut Agama Islam Negeri. (http://Digilib.Iainkendari.Ac.Id/Id/Eprint/894)

Khadavi, M. Jadid. 2015. Dekonstruksi Musik Pop Indonesia dalam Perspektif Industri Budaya. Jurnal Humanity. Malang: Universitas Muhammadiyah Malang. (http://ejournal.umm.ac.id/index.php/humanity/article/view/2392)

Mariati, Tia. 2019. Partisipasi Masyarakat Desa Purwodadi Kecamatan Gambiran Kabupaten Banyuwangi dalam Kampung Prima dan Inovatif (Primitif). Malang: Repository Universitas Negeri Malang. (http://repository.um.ac.id/55818/)

Meleong, Lexy J. 1989. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Naomi, Kawasaki. 2012. Dekonstruksi Makna Simbolik Batik Solo. Thesis. Solo: Universitas Sebelas Maret (https://digilib.uns.ac.id/dokumen/29894/Dekonstruksi-Makna-Simbolik-Batik-Solo)

Nursalim, Agus. 2015. Dekonstruksi Motif Batik Keraton Cirebon. Jurnal Penelitian Pendidikan. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia. (https://ejournal.upi.edu/index.php/JER/article/view/2432)

Perguna, Luhung Achmad, Irawan Irawan, Muhammad Iqbal Tawakkal, and Diva Avivi Mabruri. 2020. Optimalisasi Desa Wisata Berbasis UMKM Melalui Destination Branding. Jurnal ABDINUS: Jurnal Pengabdian Nusantara 3 (2): 204–214.

Rahayu, Ana S. 2010. Pemaknaan tato pada pengguna tato (Studi Deskriptif Kualitatif tentang Pemaknaan Tato pada Pengguna Tato di Kelurahan Jebres, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta). Artikel Jurnal. Solo: Universitas Negeri Surakarta. (https://digilib.uns.ac.id/dokumen/16917/SKRIPSI-Pemaknaan-tato-pada-pengguna-tato-studi-deskriptif-kualitatif-tentang-pemaknaan-tato-pada-pengguna-tato-di-kelurahan-Jebres-kecamatan-Jebres-kota-Surakarta)

Rohmatin, Fatkhu. 2019. Dekonstruksi Wacana Patriarki dan Kebungkaman Perempuan dalam Manuskrip Hikayat Darma Tasiyah. Artikel Jurnal. Jumantara: Jurnal Manuskrip Nusantara. (https://ejournal.perpusnas.go.id/jm/article/view/01000220193)

Rosa, Ady. 2011. Mentawai The Oldest Tattoos In The World. Padang

Saputra, Anggriawan. 2017. Studi Deskriptif Gejala Konsumerisme Jasa Tato Pada Masyarakat Kota Surabaya. Artikel Jurnal. Surabaya: Universitas Negeri Surabaya.

Sari, Venia Ranita, and Luhung Achmad Perguna. 2020. “Komodifikasi Wayang Suket Puspasarira Di Kota Malang Sebagai Upaya Pelestarian Wayang.” ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial Dan Budaya 9 (1): 15–23.

(http://journal.fib.uho.ac.id/index.php/etnoreflika/article/view/712)




DOI: http://dx.doi.org/10.24014/sb.v17i2.9914

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Published by:

Center for Research and Community Development

Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Jl. H. R. Soebrantas KM 15,5 ,Tuah Madani, Tampan,

Pekanbaru, Riau 28293

Indexed By:

 

     

      

Statistik Pengunjung