TRANSMISI ISLAM MODERAT OLEH RAJA ALI HAJI DI KESULTANAN RIAU-LINGGA PADA ABAD KE-19

Rina Rehayati, Irzum Farihah

Abstract


Islam di Nusantara dikenal sebagai Islam moderat dan terkait dengan budaya Nusantara. Adapun budaya Nusantara merupakan bagian dari nilai-nilai Islam. Sebagai ulama di Kesultanan Riau-Lingga pada masa itu, Raja Ali Haji berada pada posisi strategis, karena ia bagian dari pusaran kekuasaan. Setelah selesai menunaikan ibadah haji, sekaligus belajar Islam di Makkah dan Madinah, ia dan ayahnya bersama dengan Yang Dipertuan Muda menggerakkan kegiatan keagamaan dengan mengundang beberapa ulama yang menjadi bagian dari jaringan ulama di Nusantara. Para ulama Nusantara yang menyebarkan Islam dan menggerakkan kegiatan keagamaan di Nusantara sudah diakui kredibilitasnya. Mereka para ulama yang sangat mengerti Islam dan memahami syariat Islam dengan baik. Para Ulama Nusantara tersebut, termasuk Raja Ali Haji, tentu mampu memilah bagian-bagian mana dari prinsip-prinsip ajaran Islam yang boleh dimodifikasi dan bagian-bagian mana saja yang tidak boleh dimodifikasi

Keywords


Transmisi; Islam Moderat; Kesultanan Riau-Lingga; dan Raja Ali Haji

Full Text:

PDF

References


Abdullah, Taufiq. ed. Ensiklopedi Tematis Dunia Islam.. Jakarta: PT Ichtiar Baru Van Hoeve, 2002.

Abdullah, Saghir. Perkembangan Ilmu Fikh dan Tokoh-Tokohnya di Asia Tenggara. Solo: Ramadani, 1985.

Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al-Thusi al-Gazali. Ihya> Ulu>m al-Di>n, jilid I. Beirut: Dar al-Qutaibah, 2003.

Ali Haji, Raja. Samrat al-Muhimmah. 1275 H/1858 M.

___________. Silsilah Melayu dan Bugis dan Sekalian Raja-rajanya. Singapura: Matba’ah al-Imam, 1392 H.

___________. Kitab Pengetahuan Bahasa. Singapura: Matba’ah al-Ahmadiah, 1927.

___________. Tuhfat al-Nafis, penyunting, Inche Munir bin Ali. Singapura: Malaysia Printers Limited, 1932.

____________. Gurindam Dua Belas. Pekanbaru: UNRI Press, 2003.

Ali, K. A Study of Islamic History. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 1997.

Amin, Ahmad, Zuhr al-Islam. Cairo: Lajna al-Ta’lif wa al-Tarjama wa al-Nashr, 1946.

Arsip Nasional Republik Indonesia. Surat-Surat Perdjandjian Antara Kesultanan Riau dengan Pemerintah V.O.C. dan Hindia Belanda 1784-1909. Djakarta: ARNAS, 1970.

Azra, Azyumardi. Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII & XVIII, edisi revisi. Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2007.

Azyumardi Azra, “Kebangkitan Islam...”,

Barbara Watson Andaya dan Virginia Matheson. “Perceptions of the Past in South East Asia“, terj. Th. Sumarthana, “Pikiran Islam dan Tradisi Melayu”, dalam Dari Raja Ali Haji Hingga Hamka (Jakarta: Grafiti Pers, 1983.

Bassam Tibi, Islam and The Cultural Accommodation of Sicial Change. Oxford: Westview Press, 1990.

Bernard H.M. Vlekke. Nusantara. Nederland: W. Van Hoeve Ltd., 1965.

Black, Antony. The History of Islamic Political Thought: From the Prophets to the present. Edinburgh: Edinburgh University Press, Second Edition, 2011.

Collins, James T. Malay World Language: a short history, terj. Alma Evita Almanar, Bahasa melayu, Bahasa Dunia. cetakan kedua. Jakarta: Pustaka Obor Indonesia, 2011.

Daniel L. Pals, Seven Theories of Religion, terj. Ali Noer Zaman, Seven Theories of Religion. Yogyakarta: Qalam, 2001.

Djohan, Azaly. “Sekapur Sirih Ketua LAMR”, ed. Suwardi MS. Bahasa Melayu sebagai Lingua Franca. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2010.

Effendi, Tenas. “Maruah Johor di Kerajaan Pelalawan”, dalam ed. Zainal Abidin Borhan, Warisan Persuratan Johor II, Perundangan dan Ketatanegaraan Melayu. Kuala Lumpur: Gillin Enterprise, 1999.

Esram, Juramadi. Konsepsi Raja Ali Haji tentang Pemerintahan . Tanjungpinang: CV. Milaz Grafika, 2010.

Fakhri, Majid. A History of Islamic Philosophy, terj. R. Mulyadi Kartanegara, Sejarah Filsafat Islam. Jakarta: Pustaka Jaya, 1987.

Heidy Shri Ahimsa-Putra. Strukturalisme Levy Staruss: Mitos dan Karya Sastra. Yogyakarta: Bentang Budaya, 2001.

Gerrtz, Clifford. The Religion of Java. London: The Free Press of Glencoe, 1960.

____________. The Interpretation of Cultures, terj. Kebudayaan dan Agama Yogyakarta: Kanisius, tt.

Junus, Hasan. Raja Ali Haji: Budayawan di Gerbang Abad XX. Pekanbaru: UNRI Press, 2002.

Junus, Hasan. “Riau dan Dunia Naskah Melayu Lama”, ed. Heddy Shri Ahimsa-Putra. Masyarakat Melayu dan Budaya Melayu dalam Perubahan. Yogyakarta: Adicita Karya Nusa, 2007.

____________, dkk. Muqaddima fi Intizam al-Wazaif al-Mulk Khususan Ila Maulana wa Sahibina Yang Dipertuan Muda Raja Ali al-Mudabbir li al-Biladi al-Riauwiyah wa Sairi Dairatihi. Tercap di Ofis Gubernemen Lingga- Rajab, 1304.

____________, dkk. Raja Ali Haji dan Karya-Karyanya. Pekanbaru: Pusat Pengajian Bahasa dan kebudayaan Melayu, UNRI, 1995.

. Engku Puteri Raja Hamidah, Pemegang Regalia Kerajaan Riau. Pekanbaru: Unri Press, 2002.

Kadir, Daud, et al. Sejarah Kebesaran Kesultanan Lingga-Riau. Kepri: Pemerintah Kabupaten Lingga, 2008.

Kuntowijoyo. Identitas Politik Umat Islam. Bandung: Mizan, 1989.

Kurzweil, Edith. The Age of Structuralism, Levi-Strauss to Foucault, terj. Nurhadi, Jaring Kuasa Strukturalisme Strukturalisme: Dari Claude Levi-Strauss, sampai Foucault. Yogyakarta: Kreasi Wacana, 2004.

Mahmud Subhi, Ahmad. Fi Ilmi al-Kala>m: Dira>sah Falsafiyyah Li Ara>’i al-Fira>q al- Islamiyyah fi> Us}u>l al-Di>n (al-Asy’ariyah), jilid II. Beirut: Dar al-Nahd}ah al-‘Arabiyyah, 1985.

Martin van Bruinessen, Kitab Kuning Pesantren dan Tarekat Tradisi-Tradisi Islam di Indonesia. Bandung: Mizan, 1995.

Matheson, Virginia Hooker. “Concept of State in the Tuhfat al-Nafis ( The Pricious Gift)” dalam Anthony Reid dan Lance Castles. Pre-Colonial State System in the South-east Asia. Kuala Lumpur: Rajiv Priters, 1979

. Tuhfat al-Nafis Karangan Raja Ali Haji. Kuala Lumpur: Yayasan Karyawan dan Dewan Bahasa dan Pustaka, 1998.

_______________________. Tuhfat al-Nafis: Sejarah melayu Islam. Terj. Ahmad Fauzi Basri. Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka Kementerian Pendidikan Malaysia, 1991.

Pemerintah Kota Tanjungpinang, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Tanjungpinang: Land of Malay History. Tanjungpinang: Pemerintah Kota Tanjungpinang.

Rahman, Fazlur. Islamic Methodology in History. Pakistan: Islamic Research Institute, 1964.

Suparlan, Parsudi. Orang Sakai di Riau Masyarakat Terasing dalam Masyarakat Indonesia. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 1995.

Suwardi MS, Dari Melayu ke Indonesia. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2008.

Syahid, Achmad. “Pemikiran Politik dan Tendensi-tendensi Kuasa: Studi Pemikiran Raja Ali Haji pada Muqaddimah fi Intizam dan Samarah al-Muhimmah”. Disertasi, Jakarta: UIN Syarif Hidayatullah, 2006.

Syed Nasir bin Ismail dan Abdul Samad bin Ahmad, Bahasa dan Kesusasteraan Melayu dari Segi Kebudayaan. Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka, 1957.

Tim Penulis, Ensiklopedia Tasawuf jilid II. Bandung: Angkasa, 2008.

Tim Penyusun, Ensiklopedi Nasional Indonesia. Edisi Kedua, cetakan ketiga. Jakarta: Balai Pustaka, 1994.

Tim peneliti Kebudayaan dan Kemasyarakatan Universitas Riau, Budaya Tradisional Melayu Riau. Pekanbaru: Dinas Kebudayaan, Kesenian dan Pariwisata, 2005.

UU. Hamidy. Riau sebagai Pusat Bahasa dan Kebudayaan Melayu.Pekanbaru: P2BKM UNRI, 1983.

Vlekke, Bernard H.M. Nusantara. Nederland: W. Van Hoeve Ltd., 1965.

Woodward, terj. Islam Jawa: Kesalehan Normatif versus Kebatinan. Yogyakarta: LkiS,1999.

Yusuf, Mundzirin, “Bani Saljuk dan Kebangkitan Peradaban Daulah Abbasiyah”, Jurnal Thaqafiyyat, Jurnal Kajian Budaya Islam, vol. 14, no. 1, Juni 2013.




DOI: http://dx.doi.org/10.24014/jush.v25i2.3890

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


REDAKSI : JURNAL USHULUDDIN
Jl. H.R. Soebrantas Km. 15 No. 155
Gedung Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau  
Kel. Simpang Baru Kec. Tampan Pekanbaru - Riau
E-mail : jurnal.ushuluddin@uin-suska.ac.id / jurnalushuluddin@gmail.com


 width="60"width="70"width="40"width="60"width="70"width="50"width="70"

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional. View My Stats
Flag Counter