TEORI H SEBAGAI ILMU WAHYU DAN TURATS DALAM ISLAM

Roikhan Mochamad Aziz

Abstract


Konsep konvensional ditemukan dalam bentuk teori H yang hampir mampu menyatukan dimensi ruang dan waktu, tetapi masih menyisakan struktur dan sistematika yang belum jelas. Ajaran Islam sebagaimana tertera dalam Al Qur’an Surah al-Hijr [15]:87 telah menafsirkan dimensi ruang dan waktu dengan makna berjenjang signifikansi 7 dan Al Qur’an. Teori H sebagai rumus bisa lebih baik dan lebih tepat, karena dapat melakukan sinkronisasi dengan simbol akar kata dari Islam. The Hahslm persamaan H = Ah (SLM) dapat diperoleh dengan teori tunggal yang juga didasarkan pada nilai-nilai Islam dan berasal dari al-Qur’an yang merupakan firman Allah SWT. Firman Allah SWT ini akan menjadi jawaban bagi pengembangan ilmu pengetahuan konvensional yang berdasarkan nilai-nilai empiris bersama-sama dengan ilmu pengetahuan Islam yang berdasarkan nilai ibadah atau nilai intangible. Pada akhirnya, peradaban manusia mampu menerobos kebuntuan bersatunya ilmu yang mandeg di urutan dimensi yang berbeda. Dan Islam akan diakui sebagai formula tunggal dalam pemikiran manusia

Keywords


H’Theory; Hahslm; Quran; Islam; Science

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.24014/jush.v24i1.1347

Refbacks

  • There are currently no refbacks.





Jurnal Ushuluddin Indexed By:


Alamat Redaksi:

Fakultas Ushuluddin UIN SUSKA Riau Jl. H.R. Soebrantas KM. 15,5 Panam – Pekanbaru

E-mail: jurnal.ushuluddin@uin-suska.ac.id / jurnalushuluddin@gmail.com

ejournal: http://ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/ushuludin


Lisensi Creative Commons
Jurnal Ushuluddin is licensed under a Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.

View My Stats