Mengapa Kegagalan Menyakitkan?

Harmaini Harmaini, Hidayat Hidayat

Abstract


Meraih prestasi yang diinginkan dengan usaha yang telah dilakukan adalah suatu keharusan,. Namun apabila tidak dapat meraih yang diingikan tersebut tentu akan mendatangkan efek menyakitkan bagi setiap orang. Dari data yang didapat diketahui bahwa, timbulnya efek menyakitkan tersebut dikarenakan efikasi diri sebesar 19,5%, harapan sebesar 32,2%, usaha sebesar 10,5% dan atribusi sebesar 25,5%. Melihat data tersebut dapat disimpulkan bahwa kegagalan dapat menyakitkan dan sebab timbulnya keadaan tersebut tidak hanya berdasar pada berapa besar keinginan tersebut tapi juga berhubungan dengan faktor dalam dalam diri dan luar diri. Kategori dalam diri adalah efikasi diri (personal, kontrol diri, motivasi, efikasi diri dan ketidakmampuan diri yang bisa dikategorikan factor internal. Faktor luar diri adalah harapan (seperti cita-cita), usaha, atribusi (seperti ketidakadilan, orang tua, kegagalan pertama.

Keywords


kegagalan, menyakitkan, psikologi indigenous

Full Text:

PDF

References


Baumeister, 1999, The Self in Social Psychology, Philadelphia Psychology Press

Browne, 2000. Waymen &Taylor, 2001, Self Theory :Their role in motivation, personality, and development, Philadelphia Psychology Press

Friedman H.S. & Schustack M.W. 2006, Psikologi Kepribadian (teori Klasik dan Riset Modern) jilid 2, Jakarta: Erlangga (terjemahan)

David G. Meyrs, 2011, Social Psychology, 10 edition, Mc-Graw-Hill

Higgins, E. T., Friedman, R. S., Harlow, R.E., Idson, L.C., Ayduk, O.N., & Taylor, A. 2001.Achievement orientations from subjective histories of success: promotion pride versus prevention pride. European Journal of Social Psychology Eur. J. Soc. Psychol. 31, 3±23. Columbia University: USA

Kim, U., & Park, Y.S. 2006. The scientific foundation of indigenous and cultural psychology: The transactional approach. In U. Kim, K. S. Yang, & K. K. Hwang (Eds.), Indigenous and cultural psychology, understanding people in context (pp. 27-48). New York:Sringer. http://dx.doi.org/ 10.1007/0-387-28662-4 2

Littlejohn, 2009, Applied Social Psychology, MCGraww Hill

David G Myers, 2011, Psikologi Sosial, edisi 10 buku 1 dan 2, penerbit Salemba Humanika

Michael Armstrong, 2009, Handbook of Human Resource Management Practice

Robert A. Baron, 2003. Psikologi Sosial, edisi kesepuluh (jilid 2), Penerbit Erlangga

Rusting & De Hardt, 2000, self esteem : integrated self organization, Journal : Social psychology,

Sarlito W.S. dkk, 2009, Psikologi Sosial, Penerbit Salemba Humanika

Shelley E. Taylor dkk, 2009, Psikologi Sosial, edisi keduabelas, Penerbit Kencana Prenada media Group.

Shower, 1999, compartmentalized self organization, Social psychology review. 5, 15-26

Weiner, B. 2000.Intrapersonal and inter personal theories of motivation from an attributional perspec tive.Educational psychology review. 12 (1), 1-14.

Levy, S. R. (1999). Reducing prejudice: Lessons from social-cognitive factors underlying perceiver differences in prejudice. Journal of Social Issues, 55, 745–766.

Levy, S. R., & Dweck, C. S. (1999). The impact of children's static versus dynamic conceptions of people on stereotype formation. Child Development, 70, 1163–1180.




DOI: http://dx.doi.org/10.24014/jp.v8i2.191

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


REDAKSI : JURNAL PSIKOLOGI

Jl. H.R. Soebrantas Km. 15.5 No. 155 Gedung Fakultas Psikologi UIN Sultan Syarif Kasim Riau Kel. Simpang Baru Kec. Tampan Pekanbaru - Riau 28293. 

E-mail : jurnal.psikologi@uin-suska.ac.id 

 

Lisensi Creative Commons


Jurnal Psikologi oleh Fakultas Psikologi disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.