Locus Of Control dan Resiliensi Pada Remaja Yang Orang Tuanya Bercerai

Stefani Dipayanti, Lisya Chairani

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara locus of control dengan resiliensi pada remaja yang orang tuanya bercerai. Subjek penelitian berjumlah 60 remaja yang orang tuanya bercerai. Instrumen penelitian berbentuk skala dengan model Skala Likert. Variabel locus of control diungkap melalui 30 pernyataan yang menunjukkan arah kendali internal dan arah kendali eksternal. Variabel resiliensi diungkap melalui 70 pernyataan. Data penelitian dianalisis menggunakan teknik korelasi Product Moment. Hasil analisis data dengan menggunakan koefesien korelasi sebesar 0,455 pada taraf signifikan 0,000. Dengan demikian hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini diterima, yaitu terdapat hubungan antara locus of control dengan resiliensi pada remaja yang orang tuanya bercerai. Artinya semakin semakin internal locus of control remaja yang memiliki orang tua yang bercerai maka semakin baik resiliensi yang dimiliki oleh remaja tersebut dan sebaliknya semakin eksternal locus of control yang dimiliki oleh remaja maka semakin buruk resiliensi yang dimiliki remaja dalam menghadapi perceraian orang tua.

Keywords


locus of control, resiliensi, remaja,orangtua bercerai

Full Text:

PDF

References


Azwar, S.(2010). Penyusunan Skala Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Benard, B. (2004). Resiliency: What We Have Learned. www.wested.org/online-pubs/resiliency/resiliency.chap1.pdf. Diakses pada tanggal 18 Oktober 2011.

----------------------. (2004). Resiliency: What We Have Learned.www.wested. org/online-pubs/resiliency/ resiliency.chap2.pdf. Diakses pada tanggal 18 Oktober 2011.

Bernardy, R., A. (2001). A Theoritical Model for The Relationship Among: Stres, Locus of Control, and Longevity.http://findarticles.com/p/articles/mi_hb3355/is_3-4_26/ai_ n28892658/. Diakses pada tanggal 10 Desember 2011.

Chugani, S. D. (2006). Resiliensi Ditinjau dari Keterkaitan antara Faktor Protektif Eksternal dengan Aset Internal (Studi Kualitatif pada Remaja di Lingkungan Berisiko, Kelurahan Johar Baru, Jakarta Pusat). Tesis. Jakarta :Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. http://eprints.lib.ui.ac.id/15411/1/95546%2DT%2018115%2DResiliensi.pdf. Diakses pada tanggal 07 Oktober 2011.

Dea Putri, Anindinia. (2011). Dampak Perceraian Orang Tua pada Remaja. Skripsi. Jakarta: Fakultas Psikologi Universitas Gunadarma, http://library.gunadarma.ac.id/repository/files/183784/10508017/bab-i.pdf. Diakses pada tanggal 21 Januari 2012.

Feist, Jess & Feist, Gregory J. (2010). Teori Kepribadian (Theories of Personality) (Edisi ke-7). Jakarta: Salemba Humanika.

Hildayani, R, dkk. (2005). Psikologi Perkembangan Anak (Edisi ke-1). Jakarta: Penerbit Universitas Terbuka.

------------------------. (2007). Penanganan Anak Berkelainan (Anak dengan Kebutuhan Khusus) (Edisi ke-1). Jakarta: Penerbit Universitas Terbuka.

Hines, Mark T. (2007). Adolescent Adjusment to The Middle School Transitions: The Intersection of Divorce and Gender in Review. Journal of Research in The Middle Level Education. Vol. 31, No. 4, 1-15. http://www.amle.org/ portals/0/pdf/publications/RMLE/rmle_vol31_no2.pdf. Diakses pada tanggal 8 Februari 2012.

Meichenbaum, D. (1998). How Educators Can Nurture Resilience in High Risk Children and Their Families. Ontario: Waterloo University. http://www.teachsafe schools. org/ Resilience.pdf. Diakses pada tanggal 3 Mei 2012.

Morgan, C., T. (1986). Introduction to Psychology (7th ed). Singapore: Mc Graw-Hill Book Company.

Nesfvi, I. (2008). Hubungan Locus of Control dengan Strategi Koping pada Wanita Menopause. Skripsi. Pekanbaru: Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim. (Tidak Dipublikasikan).

Reivich, K & Shatte, A. (2002). The Resilience Factor (7Essential Skills for Overcoming Life's Inevitable Obstacles). New York: Broadway Books.ok

Rodgers, Kathleen Boyce & Rose, Hilary A. (2002). Risk and Resiliency Factors Among Adolescen Who Experience Marital Transicion. Journal of Marriage and Family. Vol. 64,1024-1037.http://www.yjb.gov.uk/Publications/Resources/Downloads/RPF%20Report.pdf. Diakses pada tanggal 3 Mei 2012.

Santrock, J., W. (2003). Adolescence (Perkembangan Remaja) (6th ed). Jakarta: Erlangga.

----------------------. (2002). Life Span Development (Perkembangan Masa Hidup) (5th ed). Jakarta: Erlangga.ok

Soemanto, W. (1990). Psikologi Pendidikan (Landasan Kerja Pemimpin Pendidikan). Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Sudaryono. (2007). Resiliensi dan Locus of Control Guru dan Staf Sekolah Pasca Gempa. Jurnal Kependidikan. Vol. 37, No. 1, 55-72. http://jurnal.pdii.lipi.go.id/ admin/jurnal/371075572.pdf. Diakses pada tanggal 5 Oktober 2011.

Wielia & Wirawan, H.,E. (2005). Gambaran Resiliensi pada Individu yang Pernah Hidup di Jalanan. Jurnal Sosial & Humaniora. Vol. 02, No. 01, 69-97. http://isjd.pdii.lipi.go.id/admin/jurnal/21066997.pdf. Diakses pada tanggal 7 Oktober 2011.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.

Comments on this article

View all comments


DAKSI : JURNAL PSIKOLOGI

Jl. H.R. Soebrantas Km. 15.5 No. 155 Gedung Fakultas Psikologi UIN Sultan Syarif Kasim Riau Kel. Simpang Baru Kec. Tampan Pekanbaru - Riau 28293 HP. 

E-mail : jurnal.psikologi@uin-suska.ac.id

Lisensi Creative Commons


Jurnal Psikologi oleh Fakultas Psikologi disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.