Regulasi Emosi Odapus (Orang dengan Lupus atau Systemic Lupus Erythematosus)

Ahyani Radhiani Fitri

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap regulasi emosi odapus (orang dengan penyakit Lupus). Regulasi emosi adalah pengaturan emosi negatif dan positif pada odapus yang dibagi dalam dua macam yaitu penilaian ulang secara kognitif dan supresi ekspresi. Lupus adalah penyakit kronis dengan gangguan multisistemik sistem imun yang belum diketahui penyebabnya. Metode penelitian kualitatif fenomenologi yang digunakan menggunakan wawancara semi terstruktur dengan pertanyaan terbuka. Hasil penelitian menunjukkan subjek memiliki regulasi emosi dengan jenis: seleksi dan modifikasi situasi, perubahan fokus perhatian dan kognitif, serta modulasi respon. Hasil penelitian juga menunjukkan odapus memiliki hubungan transendental dengan Tuhan serta memiliki dukungan sosial keluarga sebagai salah satu bentuk dari regulasi emosi yang digunakan.

Keywords


regulasi emosi, orang dengan lupus (odapus), lupus.

Full Text:

PDF

References


Bosse, T., Pontier, M., and Treur, J. (2007). A Dynamical System Modelling Approach to Gross' Model of Emotion Regulation. In: Lewis, R.L., Polk, T.A., Laird, J.E.(eds.). Proceedings of the 8th International Conference on Cognitive Modeling, ICCM '07, 187-192.

Ekman P. 2008. Membaca Emosi Orang. Yogyakarta: Penerbit Think.

Gross, J.J., 1998a. Antecedent and response focused emotion regulation: divergent consequences for experience, expression, and physiology. Journal of Personality and Social Psychology, 72, 224 – 237.

Gross, J.J. (1998b). The emerging field of emotion regulation: an integrative review. Review of General Psychology, 2 (3), 271 – 299.

Gross, J.J., & Thompson, R.A. (2007). Emotion Regulation: Conceptual foundations. In Gross, J.J. (Eds).

Handbook of emotion regulation. New York: The Guilford Press).

Gross, J.J., Richards, J.M., & John, O.P. ( in press). Emotion regulation in everyday life. In D.K. Snyder, J.A. Simpson, & J.N. Hughes (Eds.) Emotion regulation in families: Pathways to dysfunction and health. Washington DC: American Psychological Association.

Gross, J.J. & John, O.P. (2003). Individual differences in two emotion regulation processes: Implications for affect, relationships, and well – being. Journal of Personality and Social Psychology, 85, (2), 348 - 362.

Richards, J.M., & Gross, J.J. (2000). Emotion regulation and memory: The cognitive costs of keeping one's cool. Journal of Personality and Social Psychology, 79 (3), 410 – 424.

Hude, M.D. 2006. Emosi: penjelajahan religio – psikologis tentang emosi manusia di dalam Al Qur'an. Jakarta: PT Gelora Aksara Pratama Erlangga.

Hwang, J. (2006). A Processing Model of Emotion Regulation: Insights from The Attachment System. Disertation. George State University: College of Arts and Sciences.

Lazarus,R.S. (1991). Emotion and Adaptation. New York: Oxford University Press.

Mattje G.D. dan Egberto R.T. 2006. Life Experiences eith Systemic Lupus Erythematosus as Reported in Outpatients' Perspective: A Clinical – Qualitative Study in Brazil. The Journal of Rev Latino – am Enfermagem. Juli – Agustus. 14 (4): 475 – 482.

Moleong, L.J. 2007. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya Offset.

Planalp, S. (2000). Communicating Emotion. Cambridge: Cambridge University Press.

Plutchik, R. dan Kellerman, H. (1983). Emotion: Theory Research and Experience. Vol. 2: Emotions in Eraly Development. New York: Academic Press.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


DAKSI : JURNAL PSIKOLOGI

Jl. H.R. Soebrantas Km. 15.5 No. 155 Gedung Fakultas Psikologi UIN Sultan Syarif Kasim Riau Kel. Simpang Baru Kec. Tampan Pekanbaru - Riau 28293 HP. 

E-mail : jurnal.psikologi@uin-suska.ac.id

Lisensi Creative Commons


Jurnal Psikologi oleh Fakultas Psikologi disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.