GENERASI MILENIAL, INSTAGRAM DAN DRAMATURGI : SUATU FENOMENA DALAM PENGELOLAAN KESAN

Tika Mutia

Abstract


Generasi milenial merupakan sebuah istilah yang akhir-akhir ini menjadi suatu hal yang fenomenal dan acap kali dibicarakan oleh banyak orang. Generasi milenial memiliki keunikan tersendiri karena mereka sering diidentikkan dengan generasi muda yang menguasai teknologi. Mereka tumbuh besar disaat perkembangan teknologi sedang maju pesat. Tak terkecuali dengan keaktifan mereka dalam menggunakan jejaring media sosial seperti, Instagram. Penelitian ini bertujuan untuk dapat memberikan gambaran menyeluruh tentang fenomena penggunaan jejaring sosial Instagram untuk mengelola kesan oleh generasi milenial dalam pendekatan teori Dramaturgi yang dipopulerkan oleh Erving Goffman.   Gambaran menyeluruh ini diungkapkan melalui panggung depan dan panggung belakang generasi milenial. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan paradigma interpretif. Informasi penelitian didapatkan terutama melalui sumber primer dengan observasi pada akun jejaring sosial Instagram dan observasi lapangan yang ditujukan kepada beberapa informan yang merupakan individu yang memang aktif dalam menggunakan Instagram selama kurun waktu 3 (tiga) tahun belakangan, aktif mengunggah foto dan video dan telah memiliki followers lebih dari 3000 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam jejaring sosial Instagram, generasi milenial melakukan pengelolaan kesan dengan menampilkan panggung depan sedemikian rupa melalui penampilan (appereance) dan sikap (manner) yang mengarah kepada kepada hiperrealitas. Foto dan video yang diunggah menampilkan kesan bahwa mereka berkelas, mengikuti tren perkembangan teknologi dan sukses dalam profesi pekerjaan. Sementara di panggung belakang, generasi milenial lebih memiliki penampilan dan sikap yang apa adanya. Sangat bertolak belakang dari panggung depan, belum memiliki profesi pekerjaan yang jelas dan mempresentasikan diri lebih bebas tanpa harus mengelola kesan.


Full Text:

PDF

References


Buku :

Bungin, Burhan. 2006. Sosiologi Komunikasi: Teori, Paradigma, dan Diskursus

Teknologi Komunikasi di Mayarakat. Jakarta: Kencana Prenada Media Grup.

Faisal, S. 1990. Penelitian Kualitatif: Dasar-dasar dan Aplikasi. Malang : Yayasan Asih.

Goffman, Erving. 1959. The Presentation of Self in Everyday Life. New York : Doubleday Anchor Garden City.

Kivisto, Peter and, Pittman, Dan. 2009.Goffman’s Dramaturgical Sociology: Personal Sales and Service in a Commodified World. Pine Forge Press: 271-297.

Moleong, Lexy J. 2001. Metodologi Penelitian Kualitatif.Bandung : Remaja Rosdakarya

Morissan, M.A. 2010. Teori Komunikasi Massa. Bogor: Ghalia Indonesia.

Mulyana, Deddy. 2001. Metodologi Penelitian Kualitatif; Paradigma Baru Ilmu.Bandung : Remaja Rosdakarya.

———————-, 2004. Komunikasi Efektif. Bandung: Remaja Rosdakarya

———————-, 2005. Ilmu Komunikasi Sebagai Suatu pengantar. Bandung: Remaja Rosdakarya.

———————-, 2010. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung : Remaja Rosdakarya.

Mulyana, Deddy dan Solatun, (ed.), 2008.Metode Penelitian Komunikasi; Contoh-contoh Penelitian Kualitatif dengan Pendekatan Praktis.Bandung : Remaja Rosdakarya.

Saverin, W.J dan Tankard, J.W. 2008.Teori Komunikasi: Sejarah, Metode, dan

Terpaan di dalam Media Massa. Jakarta: Kencana.

Non buku :

http://www.republika.co.id/berita/koran/inovasi/16/12/26/ois64613-mengenal-generasi-millennial

Diakses tanggal 10 Oktober 2017 pukul 10.05

http://edwi.dosen.upnyk.ac.id/PSIKOM.9.pdf diakses tanggal 29 Oktober 2017 pukul 00:42 WIB

http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/umum/17/11/21/ozqwtb440-koran-republika-hari-ini diakses tanggal 10 november pukul 10.05 WIB

https://dosen.perbanas.id/teori-generasi/ diakses tanggal 22 November 2017 pukul 16.16 WIB


Refbacks

  • There are currently no refbacks.