POLIGAMI DAN KASUS HUKUM (STUDI PERBANDINGAN ANTARA MALAYSIA, ENAKMEN ISLAM SELANGOR 2003, DAN INDONESIA, KOMPILASI HUKUM ISLAM)

Akabrizan Akbarizan Akbarizan, Nurcahaya Nurcahaya, Sri Murhayati, Nurrahmi Hayani

Abstract


Tujuan penelitian ini untuk membahasa bagaimana hukum poligami dalam Enakmen Islam Selangor 2003 Malaysia,  dan Kompilasi Hukum Islam Indonesia, dan bagaimana kasus hukum yang terjadi di Mahkamah Syariah Malaysia dan Pengadilan Agana di Indonesia tentang poligami. Metode penelitian ini menggunakan teknik analisis isi. Desain analisis isi secara rinci terdiri dari langkah-langkah; pengadaan data, pengurangan data, inferensi dan analisis data. Data penelitian ini adalah dokumen Enakmen Islam Selangor 2003, dan Kompilasi Hukum Islam, dan dokumen sidang kasus-kasus hukum di pengadilan. Sepuluh kasus di Pengadilan Agama Indonesia mempersyaratkan persetujuan istri pertama untuk melakukan poligami apabila istri tidak memenuhi syarat alasan untuk berpoligami. Kasus-kasus poligami di Pengadilan Agama hanyalah permohonan untuk mendapatkan izin pengadilan sedangkan kasus-kasus lain seperti suami yang tidak adil dalam berpoligami atau laporan tentang pernikahan poligami tanpa izin tidak ada sama sekali. Hal ini dapat dimaklumi karena tidak diatur sama sekali sanksi atau pidana bagi yang melakukan poligami tanpa izin pengadilan. Kasus-kasus poligami di Mahkamah Syariah didominasi oleh laporan atas pelanggaran pelaksanaan poligami. Pelanggaran ini dapat diberikan hukuman dan denda dan atau penjara. Apabila hakim meyakini bahwa laki-laki tersebut mampu berbuat adil, mampu secara ekonomi dan calon istrinya memenuhi persyaratan, maka hakim Mahkamah Syariah memutuskan untuk memberikan izin tertulis berpoligami, meskipun istri tidak memberikan persetujuan.


Keywords


Poligami, Hukum Islam, Enakmen, Kompilasi Hukum Islam

Full Text:

PDF

References


Al- Buthi, M. Sa’id Ramadlan. 2002. Al-Mar’ah baina Thughyan al-Nizham al-Gharbiy wa Lithaifi al-Tasyiī’ al-Rabbaniy. Alih bahasa oleh Darsim Ermaya Imam Fajaruddin dengan judul “Perempuan antara Kezaliman Sistem Barat dan Keadilan Islam”. Solo: Era Intermedia. Cet. I.

Hasan, Muhammad Haekal. 2011. Penngaturan Poligami Studi Komparatif di Indonesia dan di Malaysia. Sikripsi. Jakarta: Universitas Indonesia.

Hernis, Alia. 1999. Poligami di bawah Tangan di Kecamatan Cibeureum Dalam Perspekfif Hukum Islam dan hokum positif. Skripsi. Yogyakarta: Fakultas Syari’ah UIN Sunan kalijaga.

Ibn Majah. T.th. Sunan Ibn Majah, Bab al-Kismah Baina an-Nisâ’. Bairut: Dar al-Fikr.

Marzuki. T.th. Poligami dalam Hukum Islam. dalam Makalah, tidak dipublikasikan.

Muhibbuthabry. 2016. Poligami Dan Sanksinya Menurut Perundang-Undangan Negara-Negara Modern. Jurnal Ahkam: Vol. XVI, No. 1, Januari 2016

Nasution, Khairuddin. 1996. Riba & Poligami: Sebuah Studi atas Pemikiran Muhammad Abduh. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

__________. 2009. Hukum Perdata (Keluarga) Islam Indonesia Dan Perbandingan Hukum Perkawinan Di Dunia Muslim Studi Sejarah, Metode Pembaruan, Dan Materi Dan Status Perempuan Dalam Perundang-Undangan. Yogyakarta: ACAdeMIA dan TAZZAFA.

Al-Qurthubi. 1967. Al-Jami’ li al-Ahkam al-Qur’an. Kairo: Dar al-Kitab al-‘Arabiyyah. Jilid V.

Purnomo, Agus. 2006. “Membincang Kembali Poligami (Telaah Kesejahteraan atas Praktek Poligami Dalam Islam),” Jurnal Justitia Islamica, Vol. 3: 2 (Juli-Desember 2006).

Qutub, Sayyid.1967. Fi Zhilal al-Qur’an. Dar Ihya’ al-Turats al-‘Arabiy.

Al-Thabari, Ibnu Jarir. 1978. Jami’ al-Bayan fi Tafsir al-Qur’an. Beirut: Dar al-Fikr. Jilid IV.

Al-Zamakhsyari. 1966. Al-Kasysyaf ‘an Haqaiq al-Tanzil wa ‘Uyun al-Aqawil fi Wujuh al- Ta’wil. Mesir: Mushthafa al-Bab al-halabi. Jilid I.




DOI: http://dx.doi.org/10.24014/jhi.v21i1.9602

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


View My Stats