KONSEP EKONOMI ISLAM TERHADAP ANGSURAN PEMBAYARAN TAGIHAN PRODUK KEBUTUHAN MASYARAKAT

Muhammad Nurwahid Muhammad Ayub

Abstract


Listrik merupakan kebutuhan yang sangat primer bagi masyarakat lebih-lebih lagi pada zaman sekarang ini. Disamping itu juga, listrik bisa menjadi penopang untuk pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat. Dengan adanya hal demikian diatas pentingnya akan sebuah kebutuhan listrik, maka masyarakat Desa Mengkirau membuat sebuah kebijakan atau kesepakatan bersama untuk mendirikan atau membangun Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD). Proses pembayaran tagihan rekening PLTD di Desa Mengkirau dilakukan secara berangsur-angsur. Namun demikian, masih banyak terdapat keterlambatan dalam pembayaran angsuran tagihan rekeningnya. Sehingga merugikan sebagian pelanggan yang lain. Karena mereka sudah lunas membayar sesuai dengan waktu yang telah ditentukan, akan tetapi masih merasakan dampak yang disebabkan oleh sebagian warga lain yang terlambat dalam pembayaran angsurannya, yaitu lampu/listrik sering mati sehingga mengakibatkan sebagian warga tidak mendapatkan haknya sebagai pelanggan yang sudah lunas membayar

Keywords


Tagihan; angsuran; Ekonomi Islam

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.24014/hi.v16i2.2679

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


@ FASIH Uin Suska Riau email : jurnal.hukumislam@uin-suska.ac.id

View My Stats

Creative Commons License
Hukum Islam by Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License. Based on a work at http://ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/hukumislam.

ISJD LIPI MendeleyAcademia Edu