PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI TENTANG STATUS ANAK DI LUAR PERKAWINAN DAN RELEVANSINYA PADA PEMBAHARUAN HUKUM KELUARGA MILENIAL DI INDONESIA

Jumni Nelli Nelli

Abstract


Abstrak

Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang penetapan  status anak di luar perkawinan mempunyai hubungan perdata dengan ayah biologisnya, menimbulkan keresahan dalam masyarakat. Diduga keputusan ini akan sangat berpengaruh pada perkembangan pertumbuhan hukum keluarga milenial.  Menarik diteliti dalam rangga melihat pengaruhnya pada kehidupan keluarga milenial di Indonesia. Dalam penelitian ini dibahas semua data terkait penelitian. Hasil penelitian menyatakan bahwa putusan MK tentang  status anak di luar perkawinan merupakan ijtihad yang sangat spektakuler, untuk melindungi nasib sang anak dan  memberi efek jera pada laki-laki tak bertanggung jawab. Sehingga dapat meminimalisir terjadi perkawinan yang tidak sesuai dengan peraturan agama dan undang-undang, pada gilirannya membawa pembaharuan dalam perkembangan  hukum  keluarga milenial di Indonesia.


Keywords


Putusan MK, nasab anak, dan hukum keluarga

References


Abdurrahman, Kompilasi Hukum Islam, Jakarta: Akademika Presindo, 1995

Abdul Kadir Muhammad, Hukum Perdata Indonesia, Bandung : Citra Aditya Bakti,1993

Abdul Aziz Dahlan ( ed), Ensiklopedi Hukum Islam, Jakarta: Ichtiar Van Hoeve, 1996,

Ahmad Zaki Yamani, Syari’at Islam yang Kekal Persoalan Masa Kini, Jakarta: Lembaga Studi Ilmu-ilmu Kemasyarakatan, 1977

Amir Syarifuddin, Meretas Kebekuan Ijtihad, Jakarta: Ciputat Press, 2002

As Suyuti, al Asybah wa An-Nadhair, Bierut, Dar al Kutub al Ilmiyah, 1993 , Cet. Pertama

Atho Mudzhar (ed.), Wanita Dalam Masyarakat Indonesia, Yokyakarta: Sunan Kalijaga Press, 2001

http://www.dakwatuna.com/2012/02/18766/pakar-putusan-mk-terkait-anak-di-luar-nikah-dekati-aturan-kuh-perdata/#ixzz1o0tusN7w

Ibn Hajar al-Asqalani, Fath al-Barry, juz XII, Beirut: Dar al-Fikr, t.th,

Ibnu Rusyd, Bidayah al-Mujtahid, Juz V, Beirut : Dar al- Fikr, t.th

id.berita.yahoo.com/putusan-mk-bukan-legalkan-hubungan-luar-nikah-054026989.html

Imam Muslim, Shahih Muslim, Beirut: Dar al-Fikr, tt.

Jalaluddin al-Mahalli, al-Qulyuby wa ‘Umarah, , Juz III, S emarang: Maktabah Putra Semarang, t.th.

Al-Kasany, Badai’u al-Sana’I fi al-Tartiby al-Syara’I, Beirut : al-Fikr, tt

KHO Sholeh, HAA. Dahlan, MD. Dahlan, Asbabun Nuzul, Bandung: Diponegoro, tt,

Mahmud Yunus, Kamus Arab Indonesia, Jakarta: Yayasan Penyelenggara, 1973

Mardjono, Hukum Islam di Indonesia, Yokyakarta: Liberty,1995

Masjfuk Zuhdi, “Nikah Sirri, Nikah di bawah tangan, dan status anaknya menurut hukum Islam dan Hukum Positif,”Mimbar Hukum No.28 Thn VII 1996

Muhammad Abu Zahrah, Tarikh Mazahib al-Islamiyah Beirut dan al-Fikr juz ke-2

M.Abdul Mujieb, Mabruri, Syafi’I AM, Kamus Istilah Fiqh, Jakarta : Pustaka Firdaus,1994

M. Ali Hasan, Azas-azas Hukum Islam: Pengantar Ilmu Hukum dan Tata Hukun Islam di Indonesia, Jakarta: Raja wali Press, 1997

Manna’ al-Qattan, Tarikh al Tasyri’ al-Islami, Riyad: Maktabah al-Ma’rifah, 1999

Noeng Muhajir, Metodologi Penelitian Kualitatif, Yokyakarta: Rake Sarasin, 1990. cet.II

Ratna Batara Munti,Posisi Perempuan dalam HukumIslam di Indonesia, Jakarta : LBH APIKJakarta:2005

R. Subekti, Kitab Undang Hukum Perdata, Jakatra: pradya Paramitha, 1996

Satria Efendi, Problematika Hukum Keluarga Islam Kontemporer, Jakarta: Kencana, 2004

Sayyid Sabiq, Fiqh al-Sunnah, Beirut : Dar al-Fiqh 1983, Cet 4 Jilid 2

Al-Syathibi, al-Muwafaqat fi Ushul al-Syari’ah, Beirut: Dar al-Kutub al-Islamiyah, t.t. juz.II

Syam al-Din al-Sarakhsi,al-Mabsut, Beirut:Dar al-Ma’rufah, 1409,jilid V

Soemiyati, Hukum Perkawinan Islam dan Undang-Undang Perkawinan, Yokyakarta, Liberty, 1986

Us. News.Detik com/read/2012/02/17/133258/putusan mk

Wahbah al- Zuhailiy, Al-Fiqh al- Islamiy wa Adillatuhu, Beirut: Dar al-Fikr, 1997, cet. Ke-2 .




DOI: http://dx.doi.org/10.24014/jhi.v21i1.12726

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


View My Stats