Patriarkisme Hukum Kewarisan Islam: Kritik Hukum Waris Islam dan Kompilasi Hukum Islam

Defel Fakhyadi

Abstract


Islamic inheritance law is influenced by the sociological conditions of the community and the subjectivity of the understanding of the ulama so that the qat'i dilalah verse about inheritance is absolutely must be considered by the ulama. Comprehensive understanding is needed to prevent inclusivism which is harm the right of others in Islamic inheritance law. Patriarchism in Islamic inheritance law is a legal view that is contrary to the principle of individual and bilateral inheritance law the basic principle of Islamic inheritance law. The compilation of Islamic law is a reference in resolving inheritance law issues in Indonesia it is expected to be able to solve all issues of the law so that it becomes a barometer for the realization of the ideals of Indonesian Islamic law which are responsive and conditional.

Hukum waris Islam terpengaruh dengan kondisi sosiologis masyarakat serta subjektivitas pemahaman ulama sehingga ayat waris yang bersifat qat’i dilalah secara mutlak harus menjadi pertimbangan para ulama. Pemahaman komprehensif sangat dibutuhkan agar tidak terjadi inklusivisme dalam hukum waris Islam sehingga merugikan hak orang lain. Patriarkisme dalam hukum waris Islam merupakan suatu pandangan hukum yang bertentangan dengan asas hukum waris yang bersifat individual dan bilateral yang menjadi prinsip dasar hukum kewarisan Islam. Kompilasi Hukum Islam merupakan rujukan dalam penyelesaian sengketa hukum waris di Indonesia diharapkan mampu menyelesaikan seluruh problematika hukum sehingga menjadi barometer terwujudnya cita-cita hukum Islam Indonesia yang responsif dan kondisional.


Keywords


term1: Hukum Waris Islam term2: patriarkisme term3: Kompilasi Hukum Islam

References


Abdurrahman, (2010): Kompilasi Hukum Islam di Indonesia, Jakarta: Akademika Pressindo.

Ali, Zainuddin, (2010): Pelaksanaan Hukum Waris di Indonesia, Jakarta: Sinar Grafika.

Arfa, Faisar Ananda dan Muhammad Syahrial, Hermeneutika Muhammad Syahrur dan Implikasinya terhadap Istinbat al-Ahkam dalam Persoalan Wanita, Jurnal Ahkam, vol. XIII, no. I Januari 2013.

Fauda, Farag, (2008): al-Haqiqah al-Ghaibah, ter. Novriantoni, Kebenaran yang Hilang. Jakarta: Yayasan Wakaf Paramadina.

Firdaus, Konsep Qath’i dan Zhanni Al-dalalah dan Pengaruhnya Terhadap Penafsiran Al-qur’an, Jurnal Hukum Diktum, volume 11, nomor 1, Januari 2013.

Habiburrahman, (2011): Rekonstruksi Hukum Kewarisan Islam di Indonesia. Jakarta: Kencana.

Haroen, Nasroen, (1997): Ushul Fiqh I, Ciputat: Logos Wacana Ilmu.

Hazairin, (1964): Hukum Kewarisan Bilateral menurut Qur’an dan Hadith. Jakarta: Tintamas.

Haika, Ratu, Hukum Kewarisan Islam di Indonesia (Analisis terhaadap buku II Kompilasi Hukum Islam, Jurnal Mazahib, Vol. IV, No. 2 Desember 2007.

Hidayati, Sri, Ketentuan Wasiat Wajibah di Pelbagai Negara Muslim Kontemporer, Jurnal Ahkam, Vol. XII, No. 1 Januari 2012.

Jawar, Ahmad Abdul, (1998): Ushul Ilmu Mawarits, Beirut: Dar Kutub ‘Ilmiyyah.

Khisni, Ahmad. Ijtihad Hakim Peradilan Agama bidang Hukum Kewarisan dan Kontribusinya terhadap Hukum Nasional” Jurnal Hukum, Vol. 18, No. Edisi Khusus 18 Oktober 2011.

Komite Fakultas Syariah Universitas Al-Azhar, (2000): Ahkamul Mawarits fil Fiqh Islami, ter. Addys Aldizar dkk, Hukum Waris, Jakarta: Senayan Abadi Publishing.

Mahmood, Tahir, (1987): Personal Law in Islamic Countries, New Dehli: Academy of Law and Religion.

Makhluf, Hasnain Muhammad, (1971): al-Mawaris fi Syari’ah Islamiyyah, Mesir: Lajnah Ta’rif bil Islam.

Marcotte, Roxanne D, The Position of Women in Islam: A Progressive View, the American Oriental Society, Vol. 125, No. 2, April-Juni 2005.

Mughniyyah, Muhammad Jawad, (1964): Ahwal Syakhsiyyah, Beirut: Dar ‘Ilm lil Malayain.

Muhammad, Syamsuddin Muhammad bin, Tazaiyyin al-maqalah fil bayan Kalalah, No. 17, 2013.

Philips, Abu Ameenah Bilal, (2005): The Evolution of Fiqh: Islamic Law and The Madhabs, ter. M. Fauzi Arifin, Asal Usul dan Perkembangan Fiqih: Analisis Historis atas Mazhab, Doktrin dan Kontribusi, Bandung: Penerbit Nusamedia.

Powers, David S, (2001): Studies in al-Quran and Hadith: The Formation of the Islamic Law Inheritance, ter. Arif Maftuhin, Peralihan Kekayaan dan Politik Kekuasaan: Kritik Historis Hukum Waris, Yogyakarta: Lkis.

Qudamah, Ibnu, (1997): al-Mughni, juz 9, Riyad: Dar Alim al-Kutub.

Rawi, Muhammad Ahmad, (2004): Muraji’ at Tullab fi Mawarist ala Mazhab Maliki, Beirut: Dar Kutub ‘Ilmiyyah.

Rusyd, Ibnu, (2007) Bidayatul Mujtahid wa Nihayah Muqtadhid, ter. Imam Ghazali Said dkk, Bidayatul Mujtahid: Analisa Fiqih Para Mujtahid, Jakarta: Pustaka Amani.

Sandberg, Haim and Adam Hofri-Winogradow, Arab Israeli Women’s Renunciation of Their Inheritance Shares: a Challenge for Israel’s Courts, International Journal of Law in Context, Vol. 8, No. 2, Juni 2012).

Syarifuddin, Amir, (2008): Hukum Kewarisan Islam, Jakarta: Kencana. 2008.

Umam, Dian Khairul, (2006): Fiqih Mawaris, Bandung: Pustaka Setia.

Zahrah, Muhammad Abu, (2012) Ushul Fiqh, ter. Saefullah Ma’shum dkk, Jakarta: PT Pustaka Firdaus..

_____________________. 2001. al-Mirats ‘Inda Ja’fari, ter. Muhammad Alkaf, Hukum Waris menurut Imam Ja’far Shadiq, Jakarta: Lentera.

_____________________. tth. Ahkam Tirkah wal Mawarits, Kairo: Dar al-Fikr al-‘Arabi.

_____________________. 2014. Tarikh Mazhaib fi al-Islamiyyah, ter. Nabhani Idris, Fiqih Islam: Mazhab dan Aliran, Tangerang Selatan: Gaya Media Pratama.




DOI: http://dx.doi.org/10.24014/jhi.v21i1.10447

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


View My Stats