SISTEM PENGENDALIAN ASET MENGGUNAKAN METODE STRAIGHT LINE DAN SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (Studi Kasus di Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat)

Authors

  • Yusup Ferdiansyah Teknik Informatika - Universitas Komputer Indonesia Jl. Dipatiukur 112-114 Bandung
  • Eko Budi Setiawan Teknik Informatika - Universitas Komputer Indonesia Jl. Dipatiukur 112-114 Bandung

DOI:

https://doi.org/10.24014/sitekin.v11i2.754

Keywords:

aset, metode garis lurus, simple additive weighting

Abstract

Aset yang terdapat di suatu instansi dapat digolongkan menjadi aset tanah, aset peralatan dan mesin, gedung dan bangunan, serta aset tetap lainnya. Banyaknya aset pada setiap golongan yang dimiliki suatu instansi dapat menyebabkan proses inventarisasi aset menjadi sulit sehingga berdampak pada nilai ekonomis yang tidak diketahui, selain itu penghitungan penyusutan aset menjadi sulit dilakukan dan rekomendasi penghapusan aset menjadi sulit dikendalikan. Metode garis lurus digunakan untuk memecahkan permasalahan dalam menghitung nilai penyusutan aset dan mengetahui masa manfaat aset. Sedangkan metode simple additive weighting digunakan untuk memecahkan permasalahan rekomendasi aset yang akan dihapuskan dari daftar inventarisasi aset baik dengan cara di jual atau dengan cara diganti. Kesimpulan dari dibangunnya sistem pengendalian aset ini yaitu sudah dapat digunakan untuk mengelola dan mengendalikan aset yang dimiliki seperti proses inventarisasi aset, penghitungan penyusutan aset dan rekomendasi penghapusan aset.

References

Bastian, I. (2007). Akuntansi untuk LSM dan Partai Politik. Jakarta: Erlangga.

Departemen Dalam Negeri (2007). Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 17 tahun 2007 tentang pedoman teknis pengelolaan barang milik daerah. Jakarta.

Halim, A. (2000). Akuntansi Keuangan daerah (ed.3). Jakarta: Salemba.

Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 4/KM.6/2013 tentang modul penyusutan barang milik negara berupa aset tetap

pada entitas pemerintah pusat.

Kusuma.(2006). Dewi Sri, Harjoko A,Wardoyo A. Fuzzy Multi-Atribute Decision Making (FUZZY MADM). Yogyakarta : Graha Ilmu.

Peraturan Pemerintah no.60 tahun 2008.

Pressman, R. S. (2001). Software Engineering: A Practitioner's Approach. New York: McGraw-Hill

Downloads

Issue

Section

Articles