Analisis Intensitas Kebisingan Lingkungan Kerja pada Area Utilities Unit PLTD dan Boiler (Studi Kasus PT.Pertamina RU II Dumai)
DOI:
https://doi.org/10.24014/sitekin.v12i2.1057Keywords:
, Kebisingan, Industri, Lingkungan kerjaAbstract
Kebisingan merupakan salah satu faktor bahaya fisik yang sering dijumpai di lingkungan kerja. Kebisingan yang terjadi secara terus-menerus dapat menimbulkan gangguan kesehatan dan ketidaknyamanan dalam bekerja. Di lingkungan kerja, kebisingan merupakan masalah kesehatan kerja yang selalu timbul pada industri besar seperti kilang minyak. PT. Pertamina RU II Dumai adalah perusahaan pengolahan minyak terbesar yang terdapat di daerah sumatera khususnya Riau-Dumai. Banyaknya frekuensi mesin-mesin atau alat-alat yang digunakan dengan intensitas bising yang cukup tinggi di PT.Pertamina RU II Dumai, menyebabkan risiko terpapar bising bagi pekerja sangatlah besar. Pada PT. Pertamina terdapat beberapa area yang memiliki intensitas kebisingan yang cukup tinggi antara lain area HSC (Hydro Skimming Complex), HCC (Hydro Cracker Complex), HOC (Heavy Oil Complex), Utitlities, dan Laboratorium Produksi. Diantara area tersebut, utilities merupakan area yang memiliki intensitas kebisingan yang paling tinggi. Utilities merupakan fasilitas utama yang harus diperhatikan untuk mendukung kelancaran operasi kilang PT.Pertamina RU II Dumai. Pada bagian utilities terdapat unit-unit pembangkit listrik seperti PLTD, PLTG, PLTU, Compressor, Boiler dan Turbin Generator yang memiliki potensi kebisingan yang tinggi, dimana banyak mesin-mesin yang beroperasi 24 jam tanpa henti dan sangat berpengaruh pada pendengaran tenaga kerja. Pengolahan data tingkat kebisingan dilakukan pada area utilities unit PLTD dan Boiler. Intensitas kebisingan yang didapatkan yaitu 108,62 dBA pada unit PLTD lantai 1 dan 106,99 dBA lantai 2 sedangkan 92,53 dBA pada unit Boiler 1 dan 93,99 dBA pada unit Boiler 2. Dampak yang dirasakan pekerja akibat kebisingan yang dialami yaitu gangguan komunikasi, gangguan pendengaran/ auditory dan gangguan psikologis.References
Fahmi U, Health Safety and Environment, Bina Diknakes, September 1997
Hariyanto E, Penentuan Tingkat Kebisingan SiangMalam Di Perkampungan Bungurasih Akibat Transportasi Terminal Purabaya Surabaya, Surabaya, 2011
Harris.C. M.,1991, “Handbook of Acoustical Measurements and Noise Control” ,McGraw-Hill Book Company, NewYork.
Keputusan Menteri Negara Tenaga Kerja No. KEP-51/MEN/1999. Nilai Ambang Batas Faktor Fisika di Tempat Kerja. Jakarta.
Pramudianto, Hearing Conservation Program, Majalah Kesehatan Masyarakat Indonesia Nomor XVII, Januari 1990
Quadrant Utama, AcET Service Indonesia. 2002, “Modul Pelatihan Noise Control Management”,Bandung.
Sasongko D.P, A. Hadiarto, Sudharto P Hadi, Nasio A.H, A. Subagyo, 2000, Kebisingan Lingkungan,Badan Penerbit Universitas Diponogoro, Semarang.
Suma,mur, P.K. Higiene Perusahan dan Kesehatan Kerja, Haji Masagung, Jakarta,1996
Tambunan S, Kebisingan Di Tempat Kerja, Andi, Yokyakarta, 2005
Wahyu A., Higiene Perusahan, FKM Univeritas Hasanuddin, Makassar, 2003
Downloads
Published
Issue
Section
License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License
Copyright Notice
An author who publishes in the SITEKIN Journal agrees to the following terms:
- Author retains the copyright and grants the journal the right of first publication of the work simultaneously licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal
- Author is able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book) with the acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Author is permitted and encouraged to post his/her work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of the published work (See The Effect of Open Access).
Read more about the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 Licence here: https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/.