Peran Efikasi Diri dan Dukungan Sosial Teman Sebaya Terhadap Subjective Well-Being Mahasiswa Tingkat Akhir

Nilatur Rohmatika

Abstract


Mahasiswa tingkat akhir di perguruan tinggi menghadapi berbagai tuntutan untuk menyelesaikan studinya, mahasiswa juga dihadapkan pada tantangan, hambatan, kritikan dan penilaian tidak objektif dapat memengaruhi persepsi diri mahasiswa, memicu perasaan rendah diri. Adanya perasaan tidak puas dan tidak bahagia menunjukkan bahwa mahasiswa mengalami ketidaksejahteraan subjektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dan dukungan sosial teman sebaya dengan subjective well-being pada mahasiswa tingkat akhir. Populasi pada penelitian adalah 1.408 mahasiswa tingkat akhir yang sedang mengampuh skripsi/tugas akhir di Universitas X Surabaya dengan partisipan penelitian 283 mahasiswa. Teknik analisis data yang digunakan ialah regresi berganda. Variabel efikasi diri dan dukungan sosial teman sebaya memperoleh nilai R square sebesar 54% terhadap subjective well being. Hasil uji simultan menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (p<0,05). Artinya bahwa efikasi diri dan dukungan sosial teman sebaya secara simultan berpengaruh terhadap subjective well-being. Secara uji parsial, terdapat pengaruh yang signifikan antara efikasi diri dengan subjective well-being dengan nilai signifikansi 0,000 (p<0,05) dan dukungan sosial teman sebaya dengan subjective well-being dengan nilai signifikansi 0,583 (p>0,05). Implikasi penelitian ini digunakan sebagai panduan untuk meningkatkan kesejahteraah subjektif mahasiswa dengan meningkatkan efikasi diri dan memperkuat hubungan sosial dengan teman sebaya.

 


References


Andangjati, M. W., Soesilo, T. D., & Windrawanto, Y. (2021). Hubungan Antara Interaksi Sosial Teman Sebaya Dengan Penerimaan Sosial Siswa Kelas XI. Mimbar Ilmu, 26(1), 167-173

Andarini, S. R. (2013). Hubungan Antara Distress dan dukungan Sosial Dengan Prokrastinasi Akademik Pada Mahasiswa dalam Menyusun Skripsi. Jurnal Talenta, 2(2), 159-â.

Atqia, M. (2022). Hubungan Efikasi Diri Dengan Kesejahteraan Subjektif Mahasiswa Baru Universitas Syiah Kuala penerima KIP-K (Doctoral dissertation, UIN Ar-Raniry).

Bandura, A. (1997). Self-efficacy: The Exercise of Control. New York, NY: W.H. Freeman and Company.

Basson, N. (2008). The influence of psychosocial factors on the subjective well-being of adolescents (Doctoral dissertation, University of the Free State).

Bistolen, J., & Setianingrum, M. E. (2020). Hubungan antara Self Efficacy dengan Subjective Well Being pada Mahasiswa Baru di Etnis Timur (IKMASTI) di Salatiga. Jurnal Basicedu, 4(1), 103-109.

Deci, E. L., & Ryan, R. M. (2000). The"what" and" why" of goal pursuits: Human needs and the self-determination of behavior. Psychological inquiry, 11(4), 227-268.

Diener, E. (1984). Subjective well-being. Psychological Bulletin, 95(3), 542–575. https://doi.org/10.1037/0033-2909.95.3.542

Diener, E. (2006). Guidelines For National Indicators of Subjective Well-Being and ill-Being. In Journal of happiness studies: An interdisciplinary forum on subjective well-being. Springer. https://doi.org/10.10007/s10902-006-9000-y

Diener, E. (Ed.). (2009). Assessing Well-Being. Social Indicators Research Series. https://doi.org/10.1007/978-90-481-2354-4

Diener, E. (Ed.). (2009). The science of well-being: The collected works of Ed Diener. Springer Science + Business Media. https://doi.org/10.1007/978-90-481-2350-6

Diener, E., & Chan, M.Y. (2011). Happy people live longer: subjective well-being contributes to health and longevity. Applied Psychology: Health and Well-Being, 3, 1-43. https://doi.org/10.1111/j.1758-0854.2010.01045.x

Efendy, M. (2022). Model motivasi berprestasi pada generasi z ditinjau dari relasi orangtua-anak, relasi guru-siswa dan relasi teman sebaya dengan budaya kolektivisme sebagai moderator (Doctoral dissertation, Universitas Negeri Malang).

Eid, Michael., Larsen, R, J (2008) The Science of Subjective Well-Being. New York. The Guildford Press.

Iqbal, S., Gupta, S., & Venkatarao, E. (2015). Stress, Anxiety and depression among medical undergraduate students and their socio-demographic correlates. Indian Journal of Medical Research, 141(3), 354–357.

Jasman, N. V., & Prsetya, B. E. A. (2023). Hubungan antara Dukungan Sosial Teman Sebaya dan Subjective Well-Being pada Anak Jalanan di Kota Jayapura. Media Bina Ilmiah, 17(6), 1087-1098.

King, L. A. (2014). Psikologi Umum: Sebuah Pandangan Apresiatif. Salemba Humanika.

Kurniawan, Y., & Sudrajat, A. (2018). Peran Teman Sebaya dalam Pembentukan Karakter Siswa Madrasah Tsanawiyah.Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial, 15(2), 149-163

Lestari, A., & Hartati, N. (2017). Hubungan self efficacy dengan subjective well being pada lansia yang tinggal di rumahnya sendiri. Jurnal RAP (Riset Aktual Psikologi Universitas Negeri Padang), 7(1), 12-23.

Linsiya, R.W. (2022). Hubungan Kecenderungan Neurotik dengan Subjective Well-Being pada Mahasiswa yang Menyelesaikan Skripsi. Insight: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi, 18(1), 99-106.

Mora, I., Ningsih, S. D., Tobing, L., & Simarmata, E. N. (2020). Hubungan antara Dukungan Sosial dengan Kecemasan Menghadapi Dunia kerja pada Mahasiswa Tingkat Akhir di Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan Universitas Sari Mutiara Indonesia. Jurnal Psychomutiara, 3(2), 118-135.

Musyaffi, A. M., Khairunnisa, H., & Respati, D. K. (2022). Konsep dasar structural equation model-partial least square (sem-pls) menggunakan smartpls. Pascal Books.

Myers, D. G., & Diener, E. (1995). Who is happy? Psychological Science, 6(1), 10–19. https://doi.org/10.1111/j.1467-9280.1995.tb00298.x

O’connor, E. (2005). Student well-being: A dimension of subjective well-being?

Rosalinda, I., & Michael, T. (2019). Pengaruh harga diri terhadap preferensi pemilihan pasangan hidup pada wanita dewasa awal yang mengalami quarter-life crisis. Jurnal Penelitian dan Pengukuran Psikologi: JPPP, 8(1), 20-26.

Ryff, C., & Keyes, C. (1995). The structure of psychological well-being revisited. Journal of Personality and Social Psychology, 69, 719–727.

Sardi, L. N., & Ayriza, Y. (2020). Pengaruh dukungan sosial teman sebaya terhadap subjective well-being pada remaja yang tinggal di pondok pesantren. Acta Psychologia, 2(1), 41-48.

Suhirman, M. P. (2018). Konsep dan Implementasi Penelitian Pembelajaran Kooperatif. Samudra Biru.

Sutalaksana, D. A., & Kusdiyati, S. (2020). Hubungan stres akademik dengan subjective well-being pada mahasiswa tingkat akhir. Prosiding Psikologi, 6(2), 594–598.

Syarifa, R. A., & Saroinsong, W. P., (2023). The Contribution of Peers to the Subjective Well-being of Children in Java.

Tolstikova, I., Ignatjeva, O., Kondratenko, K., & Pletnev, A. (2020, June). Generation Z and its value transformations: Digital reality vs. Phygital interaction. In International Conference on Digital Transformation and Global Society (pp. 47-60). Springer, Cham.

Veenhoven, R. (2008). Sociological theories of subjective well-being. The science of subjective well-being, 9, 44-61.

Wati, D. S. I., & Arifiana, I. Y. (2021). Dapatkah dukungan sosial menjadi prediktor strategi coping berfokus pada masalah pada Mahasiswa?. INNER: Journal of Psychological Research, 1(1), 42-51.

Widiana, W., & Rusli, D. (2020). Pengaruh self-Efficacy Terhadap Subjective Wellbeing pada Mahasiswa yang sedang Skripsi di jurusan Psikologi UNP. Jurnal riset psikologi, 2020(1).

Widiantoro, D., Nugroho, S., & Arief, Y. (2019). Hubungan antara dukungan sosial dari dosen dengan motivasi menyelesaikan skripsi pada mahasiswa. Journal An-nafs: kajian penelitian psikologi, 4(1), 1-14.




DOI: http://dx.doi.org/10.24014/jp.v21i2.28381

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


REDAKSI : JURNAL PSIKOLOGI

 

Jl. H.R. Soebrantas Km. 15.5 No. 155,
Gedung Fakultas Psikologi UIN Sultan Syarif Kasim Riau
Kel. Tuahmadani, Kec. Tampan, Pekanbaru – Riau 28293

 

Indexed by

Creative Commons BY 4.0
Jurnal Psikologi oleh Fakultas Psikologi didistribusikan di bawah Lisensi CC BY 4.0.