ANTARA DEBUS BANTEN DAN DEBUS PARIAMAN Unsur-Unsur Tariqat dalam Tradisi Debus

Saifullah Saifullah, Saleh Nur, Dasman Yahya Maali

Abstract


Tulisan ini berasal dari penelitian terhadap hubungan yang erat antara debus dengan amalan tarekat. Dilihat dari sejarahnya, kesenian tradisional debus bersumber dari ajaran beberapa tarekat. Hal ini terlihat dari latar belakang para tokoh pendiri dan khalifah-khalifah debus, adalah orang-orang yang memperkenalkan dan penganut ajaran beberapa tarekat. Tarekat-tarekat yang diperkirakan mempengaruhi secara kuat terhadap kesenian debus adalah tarekat Qadiriyah, Rifa’iyah, Syadziliyah dan Naqsyabandiyah, hal ini dapat dilihat dari silsilah, ritual, hizib dan bacaan-bacaan wirid atau zikir yang dibacakan pada setiap pertunjukan dan tata cara mempelajari kesenian debus. Hasil penelitian juga menemukan fakta bahwa kesenian debus sudah mengalami pergeseran dan perubahan karena harus menyesuaikan diri, agar tak ketinggalan zaman atau bahkan dilupakan. Kesenian debus sudah mengalami modifikasi yang ditunjukkan dengan banyak sekali hal-hal yang tak pernah dipraktekkan pada debus tempo dulu. Debus saat ini telah meninggalkan atau lepas dari asalnya yakni tarekat. Pergeseran itu terlihat dari segi ritual, gaya pertunjukan, pola perekrutan personil dan tujuan yang ingin dicapai. Kesenian debus sekarang lebih cenderung digunakan sebagai alat hiburan masyarakat atau menjadi komoditi pariwisata ketimbang sebagai suatu produk budaya yang mengandung nilai keagamaan.

Full Text:

PDF

References


Abu Bakar Aceh, Pengantar Ilmu Tarekat: Kajian Historik tentang Mistik, Solo, Ramadhani, 1994.

Arga Wilis, Eksistensi kesenian Debus di desa Cisungsang, STSI Bandung, 2016.

Cluade Guillot, The Sultanate of Banten, Gramedia, Jakarta, 1990.

Fahmi Irfani, Islam dan Akulturasi Budaya di Banten: Kyai, Jawara, Debus. Jurnal Hikamuna 1, edisi 1, 2014

Hoessein Djajadinigrat, Tinjauan Kritis tentang Sajarah Banten, Djambatan, Jakarta.1991.

Mahmud Yunus, Kamus Bahasa Arab-Indonesia, Yayasan Penyelenggara

Penterjemah/ Pentafsir Al-Qur’an, Jakarta, 1978.

Moh. Hudaeri, Debus di Banten, Pertautan Tarekat dengan Budaya Lokal, Jurnal Al Qalam, Vol. 33, 2016.

Kiki Muhammad Hakiki, Debus Banten Pergeseran Otentisitas dan Negosiasi Islam-Budaya Lokal, di tulis di Kalam: Jurnal Studi Agama dan Pemikiran Islam. Volume 7, Juni, 2003.

Martin van Bruinesen, Kitab Kuning, Pesantren dan Tarekat: Tradisi-tradisi Islam di Indonesia, Mizan, Bandung, 1995.

Mohammad Hudaeri, Syaikh Mansyur dan Mitos Air di Pandeglang¸ Badan Litbang Agama dan Diklat Keagamaan Departemen Agama RI, 2003.

M.S. Nofrianto, Ringkasan Sejarah Diciptakannya Seni Debus Banten, Serang, 1995.

Pungut Syarifuddin, “Ritual Debus dalam Masyarakat Banten: Studi di Kec. Kasemen Kab. Serang” Skripsi pada Jurusan Ushuluddin, STAIN “SMHB” Serang, 2003.

Sandjin Aminuddin, “Kesenian Rakyat Banten”, dalam Sri Sutjiatiningsih

(ed.), Banten Kota Pelabuhan Jalan Sutra: Kumpulan Makalah Diskusi,

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, 1997.

Sartono Kartodirjo, Pemberontakan Petani Banten 1888, Pustaka Jaya, Jakarta, 1988.




DOI: http://dx.doi.org/10.24014/nusantara.v19i1.24576

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

  Nusantara; Journal for Southeast Asian Islamic Studies Indexed By:

   

Mailing Address:

Nusantara Journal for Southeast Asian Islamic Studies is published by Institute for Southeast Asian Islamic Studies (ISAIS) Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.

Gedung Islamic Center Lt. I Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, Jl. H.R. Soebrantas Km. 15 No. 155 Kelurahan Simpang Baru Kecamatan Tampan Pekanbaru - Riau 28293, PO. BOX 1004.