Nilai–Nilai Moral-Education Di Lingkungan Masyarakat Sosial Dalam Gurindam Dua Belas Karya Raja Ali Haji

Authors

  • Nofmiyati Nofmiyati SMAN PLUS Pekanbaru

DOI:

https://doi.org/10.24014/jiik.v9i1.8387

Keywords:

cinta, ego, moral

Abstract

Raja Ali Haji menyakini bahwa manusia adalah ciptaan Allah dan pada akhirnya kembali kepada-Nya. Namun bukan berarti manusia melupakan kehidupannya sebagai anggota masyarakat. Islam memberikan kepada manusia tolak ukur yang pantas  untuk memenuhi kebutuhan psikologisnya, termasuk di dalamnya hidup dengan masyarakat dengan menghargai cinta diri dan bukan egoisme. Cinta diri adalah suatu tanda kebesaran spiritual dan kepribadian yang besar, yang mendorong manusia ke arah sederhana dan pengorbanan.

References

Cut Riowati Aziz, Samratu Muhimmah, Sutingan Naskah dan Pengkajian Isi, Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Proyek Penerbitan Buku Sastra Indonesia dan Daerah, 1982.

Haji, Raja Ali, Gurindam Dua Belas, Lingga: Pejabat kerjaan Lingga, 1311.

Ibnu Majah, Abu Abdullah Muhammad bin Yazid bin Majah ar-Rabi’i al-Qazwini, Sunan Ibnu Majah, Muqaddimah juz I bab IV hadist 233, Indonesia: Maktabah Dahlan.

Junus, Hasan, Muqaddimah fi Intizam.

----, Raja Ali Haji dan Karya–Karyanya, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Propinsi Daerah Tingkat I Riau Proyek Pelestarian Seni Budaya Riau.

Lari, Sayid Mujtaba Musawi, Kata Penghantar dalam Etika dan Pertumbuhan Spiritual, Jakarta: Lentera, 2001.

M, Amril., Etika Islam Telaah Pemikiran Filsafat Moral Raghib al-Isfahani, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2002.

MS, Soewardi, Budaya Melayu dalam Perjalanannya Menuju Masa Depan, Pekanbaru: Yayasan Penerbit MSI Riau, 1991.

Nasution, Harun, Islam Regional Gagasan dan Pemikiran, Bandung: Mizan, 1994.

Ya’qub, Hamzah, Etika Islam pembinaan Akhlakul Qarimah (suatu penghantar), Bandung: Diponegoro, 1983.

Downloads

Published

2019-06-28

Issue

Section

Articles