PENDIDIKAN PLURALIS pada KONTEKS MASYARAKAT PESISIR
DOI:
https://doi.org/10.24014/jiik.v3i2.4753Abstract
Hingga saat ini, pendidikan agama di sekolah-sekolah maupun institusi pendidikan lainnya, dianggap masih cenderung dogmatis serta kurang mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif sehingga melahirkan pemahaman agama yang tekstual dan eksklusif. Dalam konteks inilah maka pendidikan agama melalui upaya pendekatan pluralis-multikultural merupakan sebuah keniscayaan. Pendidikan agama berwawasan pluralis-multikultural harus dirancang dan dikembangkan secara integratif, komprehensif dan konseptual, di mana rancang bangun pelaksanaannya sedikitnya harus berdasarkan susunan 4 piranti, yakni: reformasi kurikulum, pengajaran prinsip-prinsip keadilan sosial, pengembangan kompetensi multikultural, dan pelaksanaan pendidikan kesetaraan. Dalam konteks pendidikan masyarakat pesisir harus memiliki wawasan multikultural, pendidik (guru) yang berkiprah disana dituntut bersikap demokratis. Seorang pendidik sudah seharusnya menjelaskan bahwa inti dari ajaran agama adalah menciptakan kedamaian dan kesejahteraan bagi seluruh umat manusia, dan segala bentuk kekerasan sangat dilarang oleh agamaDownloads
Published
2013-12-28
Issue
Section
Articles
License
Indonesia Journal of Creative Counseing allows readers to read, download, copy, distribute, print, search, or link to the full texts of its articles and allow readers to use them for any other lawful purpose. The journal allows the author(s) to hold the copyright without restrictions. Finally, the journal allows the author(s) to retain publishing rights without restrictions
Authors are allowed to archive their submitted article in an open access repository
Authors are allowed to archive the final published article in an open access repository with an acknowledgment of its initial publication in this journal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License