Istaid Center Medan's Da'wah Strategy in Countering Extreme and Liberal Narratives in the Post-truth Era

Rahmat Mubarok Siregar, Mohd Iqbal Abdul Muin

Abstract


This study examines the Islamic Thought and Information for Da’wah (ISTAID) Center Medan's da'wah strategy in responding to and countering the growth of extreme and liberal religious narratives in the post-truth era. The study focuses on the da'wah strategy implemented, the challenges faced, and the impacts felt by the congregation and the institution. This study aims to understand how ISTAID designs and implements da'wah oriented towards fostering a holistic and responsible understanding of religion amidst the rapid flow of digital information. The research method used is a qualitative descriptive case study approach. Data were obtained through in-depth interviews with ISTAID administrators, religious teachers (ustadz) who provide lectures, and participants in youth development programs, supplemented by secondary data sourced from relevant journals and books. The results show that ISTAID develops a da'wah strategy through da'wah bulletins, weekly face-to-face lectures, and tiered cadre development. This strategy helps the congregation develop a critical attitude towards religious information and avoid narrow or too loose understanding. Furthermore, strengthening the community and cadres of Islamic preachers is a crucial factor in maintaining the sustainability of ISTAID's Islamic preaching in the post-truth era, which is rife with disinformation and fragmented religious discourse.

Keywords


Islamic preaching strategy, ISTAID center medan, Post-truth, Religious literacy

Full Text:

PDF

References


Adnan, M. A. (2021). Ekstremisme keagamaan di Indonesia: Pola wacana dan tantangan dakwah moderat. Jurnal Studi Agama dan Masyarakat, 17(2), 145–160.

Agusta, E. S. (2024). Pemanfaatan literasi digital keagamaan dalam menumbuhkan sikap moderasi beragama siswa. Jurnal Lingkar Mutu Pendidikan, 21(1), 45–58.

Ahmad, W. F. (2025). Peserta Youth Academician Muslim Camp (YAMC) angkatan IX ISTAID. Wawancara pribadi, Medan.

Alimi, M. Y. (2019). Digitalisasi dakwah dan tantangan moderasi beragama di era media sosial. Jurnal Komunikasi Islam, 9(1), 1–18.

Amaritasari, D. (2020). Post-truth dan krisis rasionalitas publik. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 9(1), 23–35.

Amin, M. (2023). Dakwah dan transformasi sosial di era digital: Menjaga otoritas ilmu di tengah arus informasi. Jurnal Komunikasi dan Dakwah Kontemporer, 8(1), 1–15.

Asrori, A. (2020). Post-truth dan tantangan literasi keagamaan di Indonesia. Jurnal Komunikasi Islam, 10(2), 145–162.

Aziz, A. (2021). Pengembangan kader dakwah di tengah perubahan sosial masyarakat. Jurnal Dakwah dan Sosial Keagamaan, 6(2), 89–104.

Azra, A. (2019). Islam wasathiyah: Islam tengah dan moderasi beragama di Indonesia. Bandung: Mizan.

Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2023). Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) daring. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. https://kbbi.kemdikbud.go.id

Creswell, J. W. (2014). Research design: Pendekatan kualitatif, kuantitatif, dan mixed (Edisi ke-4). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Effendy, O. U. (2003). Ilmu, teori, dan filsafat komunikasi. Bandung: Citra Aditya Bakti.

Fitriyani, S., & Rosyid, M. (2021). Literasi digital dan upaya deradikalisasi agama di media sosial. Jurnal Al-Tsiqoh: Komunikasi dan Dakwah Islam, 9(2), 201–218.

Gómez-Galán, J. (2018). Media education as theoretical and practical paradigm for digital literacy: An interdisciplinary analysis. Education Sciences, 8(4), 1–15.

Halim, A. (2021). Moderasi beragama dalam masyarakat multikultural. Jurnal Studi Islam, 12(2), 133–147.

Hasyim, M. (2020). Dakwah di tengah polarisasi keagamaan masyarakat Indonesia. Jurnal Dakwah dan Pencerahan, 5(1), 1–16.

Hidayat, M. (2022). Kemandirian dan netralitas lembaga dakwah dalam konteks dakwah keilmuan. Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam, 9(2), 133–147.

Huda, N., & Supriyadi, S. (2021). Strategi dakwah lembaga Islam dalam menghadapi ekstremisme di era media sosial. Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam, 7(1), 55–70.

Kementerian Agama RI. (2019). Al-Qur’an dan Terjemahannya. Jakarta: Kemenag RI.

Madjid, N. (2000). Islam doktrin dan peradaban: Sebuah telaah kritis tentang keimanan, kemanusiaan, dan kemodernan. Jakarta: Paramadina.

Madjid, N. (2022). Islam, kemanusiaan, dan kemodernan. Jakarta: Paramadina.

Mujahidin, A. (2022). Manajemen kaderisasi dalam lembaga dakwah Islam. Jurnal Manajemen Dakwah, 5(1), 33–47.

Mulyadi, E., & Rofiq, A. (2023). Tantangan dakwah Islam di era post-truth: Antara fakta, opini, dan disinformasi. Jurnal Komunikasi dan Dakwah Islam, 11(2), 201–219.

Munir, M., & Ilaihi, W. (2006). Manajemen dakwah. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Nasrullah, R. (2021). Media sosial: Perspektif komunikasi, budaya, dan dakwah. Jakarta: Kencana.

Nurcholish. (2022). Dakwah inklusif di era disrupsi informasi. Jurnal Moderasi Beragama, 3(1), 1–15.

Parhan, M. (2022). Liberalisme keagamaan dan tantangan otoritas tafsir Islam. Jurnal Studi Al-Qur’an, 17(2), 145–160.

Prasetyo, A., & Yuliani, S. (2024). Mentoring keagamaan dan ketahanan kader dakwah di era digital. Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial, 9(1), 61–75.

Qardhawi, Y. (1997). Islam moderat: Jalan tengah dalam beragama. Kairo: Maktabah Wahbah.

Rahman, T. (2023). Pembelajaran berbasis komunitas dalam penguatan dakwah kontemporer. Jurnal Studi Islam dan Masyarakat, 14(2), 120–135.

Rahman, T. (2024). Kolaborasi digitalisasi dakwah: Strategi efektif menghadapi tantangan post-truth di Indonesia. Jurnal Studi Islam dan Teknologi Komunikasi, 12(3), 211–226.

Riyandi, R. (2025). Ustadz pengisi kajian rutin ISTAID Center Medan. Wawancara pribadi, Medan.

Setia, R., & Dilawati, N. (2024). Transformasi pemahaman keagamaan di kalangan generasi digital. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 14(3), 189–203.

Setiawati, E. (2025). Pengurus ISTAID Center Medan. Wawancara pribadi, Medan.

Suhartono, S. (2021). Dakwah digital dan relasi sosial dai–jamaah. Jurnal Komunikasi Islam, 11(1), 78–92.

Syaefuddin, M. (2020). Dakwah bil hikmah dalam konteks masyarakat multikultural. Jurnal Dakwah dan Peradaban, 4(1), 25–39.

Veni, A. R. (2025). Strategi dakwah Pimpinan Cabang Muhammadiyah dalam mengurangi penyalahgunaan narkoba di kalangan pemuda Kecamatan Medan Tembung Kota Medan. Ulumuddin: Jurnal Keislaman, 9(1), 55–70.

Wardani, R. (2023). Kritis di tengah bisingnya informasi: Literasi keagamaan di era post-truth. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 15(1), 67–82.s




DOI: http://dx.doi.org/10.24014/jiik.v16i1.39404

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Dipublikasikan oleh:

MADANIA: Jurnal-Jurnal Keislaman
Kopertais Wilayah XII Riau - Kepri
email: madania@uin-suska.ac.id
 
 

Web Analytics

View My Stats

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.