Komunikasi Keluarga sebagai Media Dakwah Preventif dalam Menyikapi Isu Akses Kontrasepsi Remaja
DOI:
https://doi.org/10.24014/kjcs.v7i1.37059Keywords:
Komunikasi keluarga, dakwah, kontrasepsi remajaAbstract
Permasalahan akses kontrasepsi bagi remaja telah menjadi kontroversi di masyarakat Indonesia, khususnya yang memiliki nilai budaya dan agama yang kuat seperti di Kota Pekanbaru. Fenomena meningkatnya paparan remaja terhadap informasi seksual melalui media digital, hal ini menuntut peran keluarga sebagai pusat dakwah dan pendidikan nilai. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana komunikasi keluarga sebagai media dakwah dalam memberikan pemahaman moral dan spiritual dalam menyikapi isu kontrasepsi bagi remaja. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi terhadap keluarga, remaja, serta tokoh agama dan tenaga kesehatan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa komunikasi keluarga dapat menjadi media dakwah preventif yang efektif dalam menyikapi isu akses kontrasepsi remaja melalui komunikasi yang terbuka, jujur, dan suportif, orang tua dapat memberikan informasi yang akurat, nilai dan norma yang positif, serta dukungan emosional kepada remaja. Komunikasi keluarga yang efektif dapat membantu remaja memahami tentang kesehatan reproduksi dan perilaku seksual yang sehat, serta membuat keputusan yang tepat untuk menghindari perilaku seksual yang berisiko. Keluarga yang aktif berdialog, menyampaikan pesan dakwah dengan bijak, serta memberikan ruang diskusi terbuka mampu menjadi benteng pertama dalam menangkal informasi negatif dari luar.References
Alfa, F. R. (2019). Pernikahan Dini Dan Perceraian Di Indonesia. Jurnal Ilmiah Ahwal Syakhshiyyah (JAS), 1(1), 49. https://doi.org/10.33474/jas.v1i1.2740
Alyssa Marie. (2014). Let’s Talk about Sex: How Family Communication Patterns and Family Sexual Communication Impact Adolescents’ and Emerging Adults’ Sexual Outcomes. Экономика Региона, 32.
Amaliyah, S., & Nuqul, F. L. (2017). Eksplorasi Persepsi Ibu tentang Pendidikan Seks untuk Anak. Psympathic : Jurnal Ilmiah Psikologi, 4(2), 157–166. https://doi.org/10.15575/psy.v4i2.1758
Amrillah, A. A., Prasetyaningrum, J., & Hertinjung, W. S. (2006). Hubungan Antara Pengetahuan Seksualitas dengan Kualitas Komunikasi Orang Tua - Anak dengan Perilaku Seksual Pranikah. Indigenous (Jurnal Ilmiah Psikologi), 8(1), 35–45. https://journals.ums.ac.id/index.php/indigenous/article/view/4682/3072
Arista, D. (2015). Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Seksual Berisiko di Kalangan Remaja. Scientia Journal, 4(3), 255–264.
Ayehu, A., Kassaw, T., & Hailu, G. (2016). Young people’s parental discussion about sexual and reproductive health issues and its associated factors in Awabel woreda, Northwest Ethiopia. BMC Public Health, 13(19).
Azinar, M. (2013). Perilaku Seksual Pranikah Berisiko Terhadap Kehamilan Tidak Diinginkan. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(2), 1–10. https://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/kemas/article/view/2639
Bandur, A. (2019). Penelitian Kualitatif : Studi Multi-Disiplin Keilmuan Dengan Nvivo 12 Plus (Cet. ke-1). Mitra Wacana Media.
Butkeviciene, E. (2012). Public Attitudes towards Social Policy: the Role of State, Individual and Family in Social Provision and Welfare in Lithuania. Social Sciences, 77(3). https://doi.org/https://doi.org/10.5755/j01.ss.77.3.2769
Cindy Wahyu Agustina, Sulistiawati, & Bagus Styoboedi. (2024). Peran Komunikasi Orang Tua Dan Remaja Terhadap Perilaku Seksual Remaja. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI), 1(2), 86–94. https://doi.org/10.62017/jkmi.v1i2.781
Corbin, A. S. dan J. (2013). Dasar-dasar Penelitian Kualitatif. Pustaka Pelajar.
Creswell, J. W. (2019). Research design Pendekatan kualitatif, Kuantitatif dan Mixed (Cetakan ke). Pustaka Pelajar.
Cupp, P. K., Atwood, K. A., Byrnes, H. F., Miller, B. A., & Fongkaew, W. (2013). The impact of Thai family matters on parent-adolescent sexual risk communication attitudes and behaviors. National Library of Medicine, 18(11). https://doi.org/10.1080/10810730.2013.778371
Damayanti, M., Anni, C. T., & Mugiarso, H. (2018). Layanan Informasi dengan Media Gambar untuk Meningkatkan Pemahaman Sex Education Siswa. Indonesian Journal Of Guidance And Counseling: Theory And Application, 7(1), 37–44. http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jbk
DeVito, J. A. (2019). The Interpersonal Communication Book (15th ed.). Pearson.
Dida, S., Lukman, S., Sono, S., Herison, F., Priyatna, C. C., Zaidan, A. R., & Prihyugiarto, T. Y. (2019). Pemetaan Prilaku Penggunaan Media Informasi Dalam Mengakses Informasi Kesehatan Reproduksi Di Kalangan Pelajar Di Jawa Barat. Jurnal Keluarga Berencana, 4(2), 32–46. https://doi.org/10.37306/kkb.v4i2.25
Djiwandono, S. E. W. (2008). Pendidikan seks untuk keluarga. Indeks.
Ekayamti, E., Maimunah, S., Pangesti, T., Keperawatan, D., Keperawatan, A., Kabupaten, P., & Madiun, R. D. (2024). Relationship Between Communication Patterns and Parental Roles with Efforts to Prevent Risky Sexual Behavior in Adolescents. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 1(2).
Faswita, W., & Suarni, L. (2018). Hubungan Pendidikan Seks Dengan Perilaku Seksual Pada Remaja Putri Di Sma Negeri 4 Binjai Tahun 2017. Jurnal Jumantik, 3(2), 28–45. https://core.ac.uk/download/pdf/196255896.pdf
Firdaus, F. R., Naima, F. U., Santika, W., Marhaeny, H. D., Pertiwi, E., Anggraeni, N. S., Puspita, B. H., Firmansyah, H. A., Hanif, H., Syahrani, S., Wongso, L., & Utami, W. (2020). Identifikasi Pengetahuan Dan Persepsi Tentang Kontrasepsi Pada Generasi Z Di Surabaya. Jurnal Farmasi Komunitas, 6(2), 60. https://doi.org/10.20473/jfk.v6i2.21850
Goldin, C., & Katz, L. (2002). the Power of the Pill. Journal of Political Economy, 3(1).
Gunarsa, S. D. (2017). Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja (ke-2). Gunung Mulia.
Herman, A. (2008). Persepsi Remaja Terhadap Tayangan Pornografi Di Televisi. Ilmu Komunikasi, 6(2), 121–130.
Hopson, D. P., & Hopson, D. S. (2002). 8 essential principles for parenting success. Kalfa.
Hurst, J. L., Widman, L., Maheux, A. J., Evans-Paulson, R., Brasileiro, J., & Lipsey, N. (2021). Parent–Child Communication and Adolescent Sexual Decision Making: An Application of Family Communication Patterns Theory. Journal of Family Psychology, 36(3). https://doi.org/https://doi.org/10.1037/fam0000916
Insiyah, N. S., & Hidayat, S. (2020). Kajian tentang Komunikasi Orang Tua dalam Pendidikan Seks untuk Anak Sekolah Dasar. PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 7(2), 222–233. https://doi.org/10.17509/pedadidaktika.v7i2.25342
Irianto, K. (2010). Memahami Seksologi. Sinar Baru Alegensindo.
Justicia, R. (2017). Pandangan Orang tua Terkait Pendidikan Skes Untuk Anak Usia Dini. Jurnal Pendidikan, 1(2).
Kartikasari, D., Ariwinanti, D., & Hapsari, A. (2019). Gambaran Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Siswa Smk Wisnuwardhana Kota Malang. Preventia : The Indonesian Journal of Public Health, 4(1), 36. https://doi.org/10.17977/um044v4i1p36-41
Kost, K., & Maddow-Zimet, I. (2016). U.S. Teenage Pregnancies, Births and Abortions, 2011: National Trends by Age, Race and Ethnicity. Guttmacher Institute, April, 1–28. https://www.guttmacher.org/pubs/USTPtrends10.pdf
Laily, N., & Matulessy, A. (2004). Pola komunikasi masalah seksual antara orang tua dan anak. Jurnal Psikologi, 19(2), 194–205. http://anima.ubaya.ac.id/class/openpdf.php?file=1350461992.pdf
Lammers, J., Jordan, J., Pollmann, M., & Trampe, D. (2014). Power Increases Infidelity Among Men and Women. Psychological Science.
Laura Kann, Kinchen, S., Shanklin, S. L., & Flint, K. H. (2012). Centers for Disease Control and Prevention. Youth risk behavior surveillance - United States, 2011. MMWR Surveill Summ., 61(4), 1–162.
Liliweri, A. (2015). Komunikasi Antar personal (1st ed.). Kencana Prenada Media Group.
Liliweri, A. (2017). Komunikasi Antar Personal. Kencana.
Negeri, E. L. (2014). Assessment of risky sexual behaviors and risk perceptiion among youths in Western Ethiopa: the influences of family and peers: a comparative cross-sectional study. BMC Public Health, 14.
Nurwaidah, A., Boham, A., & Tulung, L. (2014). Komunikasi antar pribadi orang tua dan anak mengenai pendidikan seks pada masa awal pubertas di Kelurahan Malalayang I Manado (Interpersonal communication between parents and children in early puberty). Jurnal Acta Diurna, 3(1), 1–6.
Obono, K. (2012). Patterns of Mother-Daughter Communication for Reproductive Health Knowledge Transfer in Southern Nigeria. Global Media Journal --Canadian Edition, 5(1), 1918–5901.
Pamangin, L. O. M., & Asriati. (2023). Studi Komparatif Penggunaan Kontrasepsi pada Remaja Pasangan Usia Subur di Kota Jayapura. Preventif: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 14(3), 529–541. https://doi.org/https://doi.org/10.22487/preventif.v14i3.966
Pleck, J. H. (2014). Family Communication and Sexuality: An Exploration of the Influences of Family Communication on Adolescents’ Sexual Behaviors and Attitudes. Journal of Family Psychology.
Puspasari, P., Sukamdi, S., & Emilia, O. (2017). Paparan informasi kesehatan reproduksi melalui media pada perilaku seksual pranikah: analisis data SDKI tahun 2012. Berita Kedokteran Masyarakat, 33(1). https://doi.org/10.22146/bkm.16993
Putri, S. R. (2024). Dampak Media Sosial Terhadap Sikap Dan Perilaku Masyarakat Tentang Kesehatan. Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin, 7(3), 261–270. https://doi.org/10.36341/jpm.v7i3.4664
Ratnasari, D., Rifqiawati, I., Wahyuni, I., Sari, I. J., & Syauqiyah, S. G. (2020). Persepsi Mahasiswi Untirta Terhadap Kesehatan Reproduksi Dan Permasalahannya. Biodidaktika: Jurnal Biologi Dan Pembelajarannya, 15(2). https://doi.org/10.30870/biodidaktika.v15i2.8705
Sarwono, S. W. (2001). Psikologi Remaja. Rajawali Pers.
Schat, C. K., Meier, E. P., & Kaminski, A. (2018). Parental Knowledge and Attitudes Toward Sexuality Education and Contraceptive Use in Adolescents. Journal of Adolescent Health.
Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif Dan Kualitatif Serta R&D. In Alfabeta, CV (Issue April).
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Sullivan, E., Mohr, C., & Dunn, M. (2016). Family Communication and Adolescent Sexual Health: A Review of the Literature. Health Communication.
Suwarno, S. (2018). Urgensi Pendidikan Karakter dalam Upaya Pencegahan dan Pengendalian Perilaku Seksual Pra Nikah Remaja. Sawwa: Jurnal Studi Gender, 13(1), 23. https://doi.org/10.21580/sa.v13i1.2203
Tumwakire, E., Arnd, H., & Gavamukulya, Y. (2022). A qualitative exploration of Ugandan mental health care workers’ perspectives and experiences on sexual and reproductive health of people living with mental illness in Uganda. BMC Public Health, 22(1). https://doi.org/https://doi.org/10.1186/s12889- 022-14128-2
Utomo, I. D., & McDonald, P. (2009). Adolescent reproductive health in Indonesia: contested values and policy inaction. National Library of Medicine, 40(2). https://doi.org/10.1111/j.1728-4465.2009.00196.x
Wanufika, I., Sumarni, S., & Ismail, D. (2017). Komunikasi Orang Tua Tentang Seksualitas Terhadap Perilaku Seksual Pranikah Pada Remaja. Berita Kedokteran Masyarakat, 33(10), 495. https://doi.org/10.22146/bkm.26079
Wiendijarti, I. (2019). Komunikasi Interpersonal Orang Tua Dan Anak. Jurnal Reinha, 11(2), 19–30. https://doi.org/10.56358/ejr.v11i2.29
Zulaiha, E., Djamal, N. N., & Supriyatin, T. (2019). Materi Parenting Education tentang Pendidikan Seks bagi Remaja dalam Islam Menurut Abdullah Nashih Ulwan. Intizar, 25(1), 43–54. https://doi.org/10.19109/intizar.v25i1.3795
Downloads
Published
Issue
Section
License
The Authors submitting a manuscript do so on the understanding that if accepted for publication, copyright of the article shall be assigned to Komunikasiana: Journal of Communication Studies and published by Dakwah and Communication Faculty of UIN Sultan Syarif Kasim Riau as publisher of the journal.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors automatically transfer the copyright to the journal and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike (CC BY SA) that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate permission for non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).