Analisis Penurunan Muka Tanah Menggunakan Data Hibrida UAV-DSM dan D-GPS di Pesisir Kabupaten Tegal Bagian Barat
DOI:
https://doi.org/10.24014/jej.v6i1.39502Keywords:
Land Subsidence, D-GPS, Pesisir, SIG, TegalAbstract
Penurunan muka tanah (land subsidence) merupakan fenomena geodinamik yang berdampak signifikan terhadap kawasan pesisir, terutama dalam meningkatkan risiko banjir rob, intrusi air laut, serta kerusakan infrastruktur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besaran dan pola spasial penurunan muka tanah di wilayah pesisir Kabupaten Tegal bagian barat. Wilayah pesisir Kabupaten Tegal bagian barat termasuk area yang rentan terhadap fenomena ini akibat dominasi sedimen aluvial dan tekanan aktivitas manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi besaran dan pola spasial penurunan muka tanah menggunakan metode Differential Global Positioning System (D-GPS) multiepoch. Pengukuran dilakukan pada 40 titik pengamatan yang sama pada tahun 2023 dan 2025 untuk memperoleh perubahan elevasi vertikal (Δh). Data hasil pengukuran dianalisis secara statistik dan diolah menggunakan teknik interpolasi spasial untuk menghasilkan peta distribusi subsidensi secara kontinu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh titik mengalami penurunan muka tanah dengan rata-rata sebesar 3,62 cm dalam periode dua tahun atau sekitar 1,81 cm/tahun. Nilai penurunan berkisar antara 2,2 cm hingga 5,7 cm dengan pola distribusi yang heterogen, di mana nilai tertinggi umumnya ditemukan pada kawasan pesisir dan tambak. Temuan ini mengindikasikan bahwa wilayah penelitian mengalami subsidensi aktif yang berpotensi meningkatkan kerentanan terhadap banjir rob. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa informasi spasial detail sebagai dasar dalam perencanaan mitigasi bencana dan pengelolaan wilayah pesisir secara berkelanjutan.References
Abidin, H. Z., Andreas, H., Gumilar, I., Sidiq, T. P., & Fukuda, Y. (2021). Land subsidence in coastal areas of Indonesia: Causes, impacts, and mitigation. Journal of Coastal Research, 37(2), 345–356.
Boumpoulis, P., et al. (2023). Spatial interpolation and uncertainty analysis for land subsidence mapping. Remote Sensing, 15(4), 1023.
Cigna, F., Tapete, D., & Lee, K. (2021). Satellite-based monitoring of land subsidence using InSAR techniques. Remote Sensing of Environment, 256, 112321.
Fabris, M., et al. (2022). GNSS-based monitoring of land subsidence: Accuracy and applications. Geodesy and Geodynamics, 13(2), 145–155.
Herrera-García, G., et al. (2021). Anthropogenic and natural drivers of land subsidence. Science of the Total Environment, 754, 142126.
Pedretti, D., et al. (2024). Global coastal subsidence and its implications. Nature Climate Change, 14(1), 55–63.
Priambodho, A. (2024). Analisis subsidensi wilayah pesisir Tegal menggunakan InSAR. Jurnal Geomatika, 30(1), 12–25.
Raspini, F., et al. (2022). Land subsidence monitoring using multi-temporal InSAR. Remote Sensing, 14(3), 567.
Siddiq, M. (2025). Studi deformasi permukaan tanah di pesisir utara Jawa. Jurnal Geografi Indonesia, 39(2), 101–115.
Teunissen, P. J. G., & Montenbruck, O. (2021). Springer Handbook of Global Navigation Satellite Systems. Springer.
Tzampoglou, P., et al. (2023). Monitoring ground deformation in coastal zones. Journal of Applied Geophysics, 210, 104982.
Zhong, L., et al. (2022). Advances in InSAR for land deformation monitoring. ISPRS Journal of Photogrammetry, 183, 145–160