IDENTIFIKASI POLA DAN FAKTOR DETERMINAN SENGKETA TANAH BERBASIS ANALISIS SPASIAL DI KELURAHAN WAY DADI
Abstract
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Aminah, S., & Setyowati, E. (2019). Analisis konflik agraria dan dampaknya terhadap masyarakat. Jurnal Agraria Indonesia, 14(2), 101–115.
Ardiansyah, M., & Santoso, H. (2020). Penyelesaian sengketa tanah melalui pendekatan administrasi pertanahan. Jurnal Hukum Agraria, 5(1), 45–58.
Azhar, M., & Purwanto, H. (2016). Kajian konflik penguasaan tanah di perkotaan Indonesia. Jurnal Kebijakan Pertanahan, 8(1), 31–48.
Bachri, S., & Nugroho, S. (2018). Analisis sosial sengketa tanah berbasis historis. Jurnal Sosiologi Nusantara, 4(2), 77–93.
Cahyono, A. N., & Rudiarto, I. (2017). Pemetaan bidang tanah menggunakan sistem informasi geografis untuk identifikasi konflik lahan. Geoplanning: Journal of Geomatics and Planning, 4(1), 41–52.
Coser, L. A. (1956). The functions of social conflict. Glencoe, IL: The Free Press London
Dewanti, K., & Pradana, A. (2021). Dampak ketidakpastian status tanah terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Jurnal Ekonomi Wilayah, 15(2), 112–127.
Fauzi, M., & Anwar, S. (2021). Dinamika konflik agraria di wilayah perkotaan: Studi kasus kota di Indonesia. Journal of Urban Policy, 9(2), 115–128.
Ginting, E., & Marbun, J. (2019). Evaluasi konflik pertanahan berbasis data spasial. Jurnal Geomatika, 25(1), 53–66.
Hidayat, R., & Lestari, P. (2018). Pendekatan mediasi dalam penyelesaian konflik lahan. Jurnal Hukum dan Sosial Kemasyarakatan, 10(1), 81–94.
Karomah, H., & Susilowati, L. (2020). Identifikasi faktor penyebab sengketa tanah menggunakan analisis spasial. Jurnal Ilmu Pertanahan, 12(1), 25–36.
Kusnadi, A., & Wirawan, D. (2022). Tumpang tindih hak atas tanah dalam perspektif SIG. Jurnal Teknologi Geospasial, 6(1), 1–18.
Lestari, S., & Wahyudi, B. (2015). Ketidakpastian hukum tanah sebagai penyebab konflik agraria. Jurnal Hukum Nusantara, 12(2), 99–114.
Maryanto, T., & Nugraha, D. (2017). Sistem informasi geografis dalam analisis kerentanan konflik pertanahan. Jurnal Pemetaan Wilayah, 3(2), 45–59.
Mudjiono. (2007). Alternatif Penyelesaian Sengketa Pertanahan Di Indonesia Melalui Revitalisasi Fungsi Badan Peradilan. Jurnal Hukum No.3 Vol.14.
Perdana, R. S., Anggara, O., Suhadha, A. G., Pangestika, D. M., Atmojo, A. T., Al Attar, M. N., Sonya, P., & Alif, S. M. (2025). Assessing land subsidence from anthropogenic activity in Northern Sumatra, Indonesia revealed using SAR interferometry. Journal of Degraded and Mining Lands Management, 12(2), 7235–7245. https://doi.org/10.15243/jdmlm.2025.122.7235
Perdana, A., & Yuliana, N. (2015). Ketidaksinkronan data pertanahan sebagai penyebab utama konflik agraria. Journal of Land Studies, 7(2), 55–68.
Prasetyo, B., & Hadi, R. (2022). Sistem informasi geografis untuk analisis konflik pertanahan di daerah perkotaan. Jurnal Teknologi Informasi dan Pemetaan, 10(1), 71–82.
Rahmawati, D., & Kurniawan, A. (2023). Faktor sosial dalam konflik pertanahan di wilayah peri-urban. Jurnal Sosiologi Pembangunan, 18(1), 44–59.
Raja, R. (2019). Konflik tanah perkotaan dan implikasinya terhadap pembangunan berkelanjutan. Jurnal Administrasi Publik Indonesia, 11(3), 233–245.
Saa, M., & Kartiwi, L. (2024). Evaluasi status HPL dan pengaruhnya terhadap sengketa tanah di Indonesia. Jurnal Kebijakan Agraria, 6(1), 1–12.
Sutopo, B., & Ridwan, I. (2022). Analisis pemanfaatan lahan dan dampaknya terhadap sengketa tanah. Jurnal Planologi Indonesia, 21(2), 67–82.
Yuwono, P. (2016). Pemanfaatan SIG untuk identifikasi tumpang tindih hak atas tanah. Jurnal Geomatika Indonesia, 5(2), 129–140.
Qamilah, N., & Krama, A. V. (2025). Historis pendaftaran tanah pada kadaster (Vol. 1). ISBN 978-623-8472-81-9.
DOI: http://dx.doi.org/10.24014/jej.v6i1.39237
Refbacks
- There are currently no refbacks.
INDEXED BY:
![]() | ![]() ![]() | ![]() ![]() | ![]() |
![]() ![]() | ![]() ![]() | ![]() ![]() | ![]() |
![]() ![]() | ![]() ![]() | ![]() |
Published By:

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















