Kelekatan orang tua dan kematangan emosi pada remaja awal di sekolah menengah pertama

Authors

  • Criezta Korlefura Universitas Pattimura, Ambon
  • Melinda Trivena Rahajaan Universitas Pattimura, Ambon
  • Mboinyomba Mboinala Raisyati Uar Universitas Pattimura, Ambon

DOI:

https://doi.org/10.24014/ittizaan.v9i1.39718

Keywords:

Kelekatan orang tua, Kematangan emosi, Remaja awal.

Abstract

Kematangan emosi merupakan aspek krusial dalam perkembangan psikologis remaja yang berkaitan erat dengan kualitas relasi interpersonal dan penyesuaian sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara kelekatan orang tua dan kematangan emosi pada siswa kelas VII SMP Negeri 2 Ambon. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional cross-sectional. Seluruh populasi siswa kelas VII yang berjumlah 300 orang ditetapkan sebagai sampel melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan dua skala psikologi berbasis Likert empat poin: Skala Kelekatan Orang Tua (25 item valid; α = .761) yang disusun berdasarkan dimensi komunikasi, kepercayaan, dan alienasi; serta Skala Kematangan Emosi (24 item valid; α = .748) yang mengacu pada dimensi penerimaan diri, kontrol emosi, berpikir objektif, tanggung jawab, dan ketahanan terhadap frustrasi. Asumsi normalitas terpenuhi (p = .200) dan hubungan antarvariabel bersifat linear (p = .694). Analisis korelasi Pearson Product Moment menunjukkan hubungan positif yang signifikan antara kelekatan orang tua dan kematangan emosi (r = .268, p < .001), dengan kekuatan hubungan dalam kategori rendah. Temuan ini mengindikasikan bahwa kualitas kelekatan orang tua merupakan salah satu dari sejumlah faktor yang berasosiasi dengan perkembangan kematangan emosi remaja awal, di samping faktor lingkungan sekolah, teman sebaya, dan karakteristik individual.

References

Ainsworth, M. D. S. (2015). Patterns of attachment: A psychological study of the strange situation. Psychology Press.

Akbar, R., Sukmawati, U. S., & Katsir, K. (2024). Analisis data penelitian kuantitatif. Jurnal Pelita Nusantara, 7(3), 430–448. https://doi.org/10.59996/jurnalpelitanusantara.v1i3.350

Amellia, N., & Putri, Y. S. E. (2025). Hubungan kelekatan orang tua-anak dengan regulasi emosi pada remaja di Jakarta. Jurnal Psikologi Pendidikan Indonesia, 10(2), 202–214. https://doi.org/10.32419/jppi.v10i2.700

Arikunto, S. (2013). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Rineka Cipta.

Aviezer, O., Sagi, A., Resnick, G., & Gini, M. (2002). School competence in young adolescence: Links to early attachment relationships beyond concurrent self-perceived competence and representations of relationships. International journal of behavioral development, 26(5), 397-409.

Azevedo, M. S., Meira, L., Câmara, D. P., Ferreira, T. B., & Martins, E. C. (2025). Parental emotion socialization and difficulties in emotion regulation in adolescents: A network analysis. Journal of Youth and Adolescence, 54(11), 2778-2793.

Azwar, S. (2016). Penyusunan skala psikologi (2nd ed.). Pustaka Pelajar.

Bowlby, J. (1969). Attachment and loss: Vol. 1. Attachment. Basic Books.

Dariyo, A. (2017). Psikologi perkembangan remaja. Ghalia Indonesia.

Goleman, D. (2021). Emotional intelligence: Why it can matter more than IQ. Bantam Books.

Hurlock, E. B. (2017). Psikologi perkembangan: Suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan (5th ed.). Erlangga.

Joseph, S. V., & Kotian, D. S. (2022). A systematic review on the role of parental bonding in adolescent psychosocial development. International Journal of Management, Technology, and Social Sciences (IJMTS), ISSN, 2581-6012.

Joseph, S. V., & Kotian, D. S. (2022). A systematic review on the role of parental bonding in adolescent psychosocial development. International Journal of Management, Technology, and Social Sciences (IJMTS), ISSN, 2581-6012.

Lestari, S. (2019). Psikologi keluarga: Penanaman nilai dan penanganan konflik dalam keluarga. Kencana.

Munira, L., & Herman, B. (2025). Factors associated with loneliness among adolescents in Thailand, Indonesia, Brunei Darussalam, and the Philippines. Asian Journal of Social Health and Behavior, 8(3), 152-159.

Nathania, P. (2023). Hubungan kelekatan orang tua dengan regulasi emosi remaja. Jurnal Psikologi Remaja, 8(1), 55–67.

Noor, A. E., Agarwal, N., & Saifi, I. L. (2026). Impact of Parenting Styles on Emotional Maturity and Self-esteem among Special Needs Students. Pakistan Social Sciences Review, 10(3), 01-18.

Papalia, D. E., & Martorell, G. (2021). Experience human development (15th ed.). McGraw-Hill Education.

Razzaq, K., & Naseer, U. (2025). From overprotection to independence: Investigating the relationship between helicopter Parenting, peer Attachment, and emotional maturity in university students. Contemporary Journal of Social Science Review, 3(2), 650-659.

Santrock, J. W. (2020). Adolescence (17th ed.). McGraw-Hill Education.

Singh, A., & Pandey, N. (2025). Perceived parenting and attachment style in young adults: A review. Indian Journal of Positive Psychology, 16(1), 163-168.

Sitchatillah, N. (2023). Kelekatan orang tua dan perilaku prososial siswa ditinjau dari kematangan emosi. Jurnal Konseling dan Pendidikan, 11(2), 120–131.

Steinberg, L. (2020). Adolescence (12th ed.). McGraw-Hill Education.

Sugiyono. (2022). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Utami, R., & Pratiwi, D. (2021). Hubungan dukungan sosial teman sebaya dengan kecerdasan emosional remaja. Jurnal Psikologi Sosial, 19(1), 44–56.

Uzun, G. Ö. (2022). The storm period in psychological and educational development: An overview of adolescence. Revista on line de Política e Gestão Educacional, 4113-4128.

Wang, Y. (2026). Silent Divorce: Why Do Chinese High-school Students Disguise Their Family Status?. Journal of Humanities, Arts and Social Science, 10(3).

Zhang, J. J., & Wang, E. N. (2025). Positive and negative risk-taking behaviors in adolescents: Distinct characteristics, interrelationships, and influencing factors. World Journal of Psychiatry, 15(6), 106944.

Downloads

Published

2026-05-30