Karakteristik Generasi Muslim: Identitas dan Popularitas Ulama melalui Media Baru
DOI:
https://doi.org/10.24014/af.v24i2.39845Abstract
Artikel ini membahas popularitas ulama melalui media baru yang berbasis internet dan media sosial lainnya dengan target sasaran masyarakat dan anak muda atau generasi Muslim. Generasi Muslim lahir di penghujung tahun 1980 an. Mereka memiliki beberapa karakteristik dalam mengkonsumsi agama melalui media, yaitu, religious, universal goodness, modern, dan high buying power, merupakan teori karakteristik generasi Muslim (Gen M) yang dikemukaan oleh Yuswohady. Pertanyaan utama penelitian ini adalah bagaimana popularitas ulama melalui media baru dan mengapa generasi Muslim cenderung mengkonsumsi dakwah berbasis internet atau digital? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, penulis melakukan penelitian dengan metode kualitatif eksplanasi, dan data sekunder dari buku dan penelusuran dari data online. Selain itu, tulisan ini menyoroti dari aspek teori kajian budaya populer. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa popularitas ulama melalui media baru semakin diminati, dikarenakan keahlian mereka dalam mengemas pesan-pesan dakwah dengan gagasan maupun corak pemikiran yang lebih trendy dan populer dengan target anak muda Muslim. Selain itu, dakwah melalui media baru yang dikonsumsi oleh anak muda Muslim melahirkan identitas baru di kalangan generasi milenial Islam yang disebut dengan the new cool. Agama yang termediasi mampu bentuk wawasan dan perilaku generasi Muslim dengan kebebasan ekspresi keagamaan yang beragam. Ikhwal ini menunjukkan konsumsi generasi Muslim semakin signifikan terhadap dakwah digital dan budaya pop Islam. Akulturasi yang diciptakan generasi Muslim memberikan pandangan bahwa Islam merupakan agama yang inklusif dan membuka diri terhadap pengaruh dari luar. Rekomendasi dari tulisan ini berupa para pelaku dakwah, ulama, dan pelaku bisnis mampu memahami dan merangkul karakteristik Gen M melalui media baru yang efektif dan strategis, dengan pendekatan yang menggabungkan religiusitas, modernitas, dan nilai universalitas Islam untuk membangun identitas dan popularitas yang kuat.References
Dhofier, Zamakhsyari. 1999. The Pesantren Tradition: The Role of the Kyai in the Maintenance of Traditional Islam in Java. Program for Southeast Asia Studies Monograph Series. Tempe: Arizona State University.
Fanindy, M. Nanda. “Pergeseran literasi pada generasi milenial akibat penyebaran radikalisme di media sosial.” Millah: Jurnal Studi Agama 20 (2021): 1412-0992.
Fiske, J. Media Matters. Minneapolis: University of Minnesota Press, 1994.
Hasan, Noorhaidi. 2010. The Failure of the Wahhabi Campaign: Transnational Islam and the Salafi Madrasa in Post-9/11 Indonesia.” South East Asia Research 18 (4): 705-735.
Hasan, Noorhaidi. Ulama dan Negara Bangsa Membaca Masa Depan dan Politik Islam di Indonesia. Yogyakarta: PusPIDep, 2019.
Kailani, Najib. “Perkembangan Literatur Islamisme Populer di Indonesia: Apropriasi, Adaptasi, dan Genre,” dalam Noorhaidi Hasan (ed.), Literatur Keislaman Generasi Milenial: Transisi, Apropriasi, dan Kontestasi. Yogyakarta: PusPIDep, 2018.
Kailani, Najib. Aspiring to Prosperity: The Economic Theology of Urban Muslims in Contemporary Indonesia. Canbera: School of Humanities and Social Sciences UNSW, 2015.
Mupida, Siti. “Media Sosial dan Paham Radikalisme di Kampus.” http://swarakampus.com/web/2019/10/31/media-sosial-dan-paham-radikalisme-di-kampus/, 2019. http://swarakampus.com/web/2019/10/31/media-sosial-dan-paham-radikalisme-di-kampus/.
Mupida, Siti. “New Media dan Konflik Politik Islam di Indonesia.” Jurnal Idarotuna 2 (2019): 18–20.
Mupida, Siti. “Otoritas Penyembuhan Ustaz Dhanu.” AL-HIKMAH: Jurnal Dakwah 14 (2020): 129-140.
Mustolehudin, Siti Mupida dan. “New Media dan Konflik Ekstrimis Perempuan Indonesia.” Jurnal Bimas Islam 13 (2020): 346–70.
Silahati, Siti Mupida dan Khoirin Nisai. “Dakwah by the Pen: Salim A Filla’s Authority in Pro U Media.” Inject IAIN Salatiga 4 (2019): 27–46.
Triantoro, Dony Arung. Ustaz Abdul Somad: Ustaz Karismatik Dunia Digital. Yogyakarta: Omah Ilmu, 2019.
Wahid, Din. 2014. “Nurturing the Salafi Manhaj: A Study of Salafi Pesantrens in Contemporary Indonesia.” Disertasi. Utrecht: Utrecht University.
Waid, Ahfa. 2017. Nasihat-Nasihat Keseharian Gus Dur, Gus Mus, dan Cak Nun. Yogyakarta: DIVA Press.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.