SISTEM INTEGRASI PADI TERNAK UNTUK MEWUJUDKAN KEDAULATAN PANGAN

DINI YULIANI

Abstract


Rice as a staple food source of Indonesian people is still a top priority. However, efforts to increase rice production faced a variety of problems such as a decrease in the productivity of paddy fields due to the lack of organic matter. In addition to rice, meat is quite important food. To fulfill the need of domestic meat portion should be imported. This is an opportunity for the development of cattle breeding business in Indonesia. Crop Livestock Systems Integration (CLS) is one alternative in increasing the production of rice, meat, and dairy while improving the welfare of farmers and ranchers. There are three main technology components CLS namely: 1). Rice cultivation technology, 2). Livestock farming technology, and 3). Straw and compost processing technology. Technology components that can be integrated synergistically, then CLS development done by the institutional approach. CLS program aims to optimize the utilization of local resources such as the use of straw as livestock feed and cow manure can be processed into organic fertilizer that is very helpful to improve the nutrients that plants need so no waste is wasted (Zero waste). Utilization of cow manure was processed into liquid and solid organic fertilizer, is expected to serve as a source of additional income for farmers. Compost and liquid fertilizer and is expected to improve the fertility of agricultural land. CLS program was initiated in conjunction with a program of integrated crop management (ICM). In addition, the development of farming systems approach CLS needs to be done through farmer groups to facilitate agricultural extension, livestock grains technology adoption, and government aid channel. The advantage of the rice-livestock integration pattern that is the utilization of crop residues as a source of animal feed, utilizing livestock manure as fertilizer, creating new jobs in rural areas, and increase community participation in creating a competitive agribusiness, environmental friendly and independent. CLS constraints in achieving food security among farmers groups working mechanism was not going well, utilization of collective cages was not optimal, mentoring and coaching process was not effective because the cattle were scattered locations, the use of manure has not been entrenched among rice farmers, and the application of CLS conducted throughout provinces in Indonesia and there was no apparent progress. Repair CLS for the future should focus on the region so that large-scale production centers and significant impact on population growth and productivity of livestock. Livestock waste treatment close to the location of the rice to minimize transport costs so as to create zero waste and integrated farming systems to achieve food sovereignty.

Keywords


Integration, Paddy, Livestock, Food Sovereignity.

Full Text:

PDF

References


Abdulrachman, S., M.J. Mejaya, P. Sasmita dan A. Guswara. 2013. Pengomposan Jerami. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Kementerian Pertanian.

Ali, H.M., M. Yusuf dan J.A. Syamsu. 2010. Prospek pengembangan peternakan berkelanjutan melalui sistem integrasi tanaman-ternak model zero waste di Sulawesi Selatan. Seminar Nasional “Peningkatan Akses Pangan Hewani melalui Integrasi Pertanian-Peternakan Berkelanjutan Menghadapi Era ACFTA. Fakultas Peternakan Universitas Jambi. 10 Hal.

Anonim. 2011. Roadmap peningkatan produksi padi nasional (P2BN) menuju surplus beras 10 juta ton. Kementerian Pertanian. Jakarta. 40 hal.

Anonim. 2013. Kebutuhan daging sapi 2014 diprediksi 593.040 ton.http://www.investor.co.id /agribusiness/kebutuhan-daging-sapi-2014-diprediksi-593040-ton/74642. Diakses 5 Mei 2014 pukul 9:58 WIB

Arifin, B. 2011. Membangun kemandirian dan kedaulatan pangan. Kongres Ilmu Pengetahuan Indonesia (KIPNAS) X. Jakarta. 24 Hal.

Balitbangtan (Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian). 2011. Varietas unggul padi untuk rakyat mendukung swasembada beras berkelanjutan. Kementerian Pertanian. 68 hal.

Basuni, R., Muladno, C. Kusmana dan Suryahadi. 2010a. Sistem integrasi padi-sapi potong di lahan sawah. Buletin IPTEK Tanaman Pangan, 5(1): 31-48.

Basuni, R., Muladno, C. Kusmana, dan Suryahadi. 2010b. Model Sistem integrasi padi-sapi potong di lahan sawah. Forum Pascasarjana, 33(3): 177-190.

Bolsen, K.K., G. Ashbell, and Z,G, Weinberg. 1996. Silage fermentation and silage additives (Rev.). Asian-Australian J. of Anim. Sci., 9(5): 483-493.

Bunch, R. 2001. Dua tongkol jagung; pedoman pengembangan pertanian berpangkal pada rakyat. Yayasan Obor Indonesia. Jakarta.

Dwiyanto, K. 2001. Model perencanaan terpadu: Proyek integrasi tanaman ternak (Crop Livestock System). Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan Bogor.

Diwyanto, K. dan E. Handiwirawan. 2004. Peran litbang dalam mendukung usaha agribisnis pola integrasi tanaman-ternak. Prosiding Seminar Nasional Sistem Integrasi Tanaman-Ternak. Denpasar 20-22 Juli 2004.

Fagi, A.M., I.G. Ismail dan S. Kartaatmadja. 2004. Evaluasi pendahuluan kelembagaan usahatani tanaman-ternak di beberapa kabupaten di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Dalam Fagi, A.M., dan Hermanto (eds.). Sistem Usahatani Tanaman-Ternak. Badan Litbang Pertanian. Departemen Pertanian. Jakarta.

Haryanto, B., B. Harsana dan I. Ismet. 2003. Sistem integrasi padi ternak (SIPT). Juknis. Balitnak. Bogor.

Haryanto, B. 2004. Sistem intergrasi padi ternak dan ternak sapi (SIPT) dalam program P3T. Makalah disampaikan pada Seminar Pekan Padi Nasional di Balai Penelitian Tanaman Padi. sukamandi, 15-19 Juli 2004.

Haryanto, B. 2012. Probion. http://bpatp.litbang.go.id/eng/index.php?option=com_content& view =article&id= 188: probion &catid=51:100-teknologi&itemid=64. Diakses 6 Maret 2015 pukul 8:51 WIB.

Ibrahim, T.M., L.P. Batubara, Simon P. Ginting dan M. Doloksaribu. 2000. Teknik

Jurnal Agroteknologi, Vol. 4. No. 2, Februari 2014: 15 - 26

pengawetan dan peningkatan kualitas jerami padi dan jagung dengan Starbio, Silase dan Amoniase. Eds. Rusastra I.W. Dalam Prosiding Teknologi Spesifik Lokasi Menuju Desentralisasi Pembangunan Pertanian. Pusat Penelitian Sosial Ekonomi Pertanian. Badan Litbang Pertanian hal: 397-401.

Ika, S. 2014. Kedaulatan pangan dan ketahanan pangan: Negara wajib mewujudkannya. Rubrik Edukasi Fiskal. 12 hal.

Jenifer del R.M. 2007. Modul tentang kedaulatan pangan. Malaysia: Pesticide Action Network Asia and the Pasific Press. 30 Hal.

Khairiah, dan D.D. Handoko. 2009. Masalah pupuk dan peran bahan organik pada sistem integrasi padi-ternak sapi di Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Prosiding Nasional Padi 2008. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi. Hal: 1069-1076.

Kusnadi, U. 2008. Inovasi teknologi peternakan dalam sistem integrasi padi-ternak untuk menunjang swasembada daging sapi. Pengembangan Inovasi Pertanian 1 (3): 189-205.

Live Stock Review. 2013a. Swasembada Daging 2014: Harapan atau Mimpi. http://www.live stockreview.com/2014/01/swasembada-daging-2014-harapan-atau-mimpi-bag-i/. diakses 5 Mei 2014 jam 10:00 WIB.

Live Stock Review. 2013b. Jika kuota impor sapi Bakalan dikurangi, peternaklah yang untung. http://www.livestockreview.com/2013/02/jika-kuota-impor-sapi-bakalan-dikurangi-peternaklah-yang-untung/. Diakses 5 Mei 2014 jam 10:42 WIB.

Lubis, A.M. 2000. Pemberdayaan bioteknologi reproduksi untuk peningkatan mutu genetik ternak. Wartazoa, 10 (1): 1-6.

Mariyono dan E. Romjali. 2007. Teknologi inovasi pakan murah untuk usaha pembibitan sapi potong. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan. Bogor.

Muslim, C. 2006a. Peranan kelompok peternak sapi potong dengan pendekatan sistem integrasi padi-ternak (SIPT) di Nusa Tenggara barat, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Departemen Pertanian. 17 Hal.

Muslim, C. 2006b. Pengembangan sistem integrasi padi-ternak dalam upaya pencapaian swasembada daging di Indonesia: suatu tinjauan evaluasi. Analisis Kebijakan Pertanian 4 (3): 226-239.

Muslim, C. dan T. Nurasa. 2006. Kebijakan perkembangan ternak sapi potong di wilayah sentra produksi berbasis tanaman pangan di Indonesia. Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Departemen Pertanian. 13 Hal.

Nurawan, A., H. Hadiana, D. Sugandi dan S. Bachren. 2004. Sistem usahatani integrasi tanaman-ternak di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Prosiding Seminar Nasional Sistem Integrasi Tanaman_Ternak. Denpasar, 20-22 Juli 2004. Puslitbang Peternakan, BPTP Bali dan Casren. p. 133-141.

Pamungkas, D. dan Hartati. 2004. Peranan ternak dalam kesinambungan sistem usaha pertanian. Prosiding Seminar Nasional Sistem Integrasi Tanaman-Ternak. Denpasar, 20-22 Juli 2004. Puslitbang Peternakan, BPTP Bali dan Casren. p. 93-103.

Prihartini, I., Soebarinoto, S. Chuzaemi dan M. Winugroho. 2007. Studi potensi bakteri lignolitik dalam mendegradasi lignin da organochlorin pada peningkatan nilai nutrisi jerami padi sebagai pakan ternak ruminansia. Disertasi. Pascasarjana Universitas Brawijaya. Malang.

Prihartini, I., Soebarinoto, S. Chuzaemi dan M. Winugroho. 2009. Karakteristik dan degradasi jerami padi fermentasi oleh inokulum lignolitik TLiD dan BOpR. Journal of Animal Production, 11(1): 1-7.

Salfina. 2012. Pengkajian pemberian dedak dan probiotik bioplus pada sapi lokal DAS Katingan betina bunting di Desa Tumbang Liting Kecamatan katingan Hilir Kalimantan Tengah. Ziraa’ah, 33 (1): 52-60.

Sariubang, M. 2010. Sistem usahatani integrasi pembibitan sapi bali dengan tanaman padi pada lahan sawah. Jurnal Agrisistem, 6 (1): 36-41.

Siswanto, M., N.W. Patmawati, N.N. Trinayani, I.N. Wandia dan I.K. Puja. 2013. Jurnal Ilmu dan Kesehatan Hewan, 1 (1): 11-15.

Sudirja, R. 2008. Mewujudkan kedaulatan pangan melalui kebijakan pengelolaan lahan pertanian pangan. Seminar Regional Musyawarah Kerja Badan Eksekutif Himpunan Mahasiswa Ilmu

Sistem Integrasi Padi Ternak (Dini Yuliani)

Tanah Indonesia Wilayah II. Fakultas Pertanian UNPAD. Jatinangor. 8 Hal.

Sutardi, A. Musofie dan Soeharsono. 2004. Optimalisasi produksi padi dengan pemanfaatan pupuk organik dan sistem usahatani integrasi padi-ternak di agroekosistem lahan sawah. Prosiding Seminar Nasional Sistem Integrasi Tanaman-Ternak. Denpasar, 20-22 Juli 2004. Puslitbang Peternakan, BPTP Bali dan Casren. p. 1224-233.

Suyasa, I.N., S. Guntoro, Parwati, Suprapto dan I.K.W. Soethama. 2004. Pemanfaatan probiotik dalam pengembangan sapi potong berwawasan agribisnis di Bali. Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Volume 2 No. 1. Pusat Penelitian Sosial Ekonomi Pertanian Bogor.

Swastika, D.K.S. 2011. Membangun kemandirian dan kedaulatan pangan untuk mengentaskan petani dari kemiskinan. Pengembangan Inovasi Pertanian, 4(2): 103-117.

Syam, A. dan M. Sariubang. 2004. Pengaruh pupuk organik (kompos kotoran sapi) terhadap produktivitas padi di lahan irigasi. Prosiding Seminar Nasional Sistem Integrasi Tanaman-Ternak. Denpasar, 20-22 Juli 2004. Puslitbang Peternakan, BPTP Bali dan Casren. p. 93-103.

Syamsu, J.A. 2006. Kajian penggunaan starter mikroba dalam fermentasi jerami padi sebagai sumber pakan pada peternakan rakyat di Sulawesi Tenggara. Seminar Nasional Bioteknologi. Puslit Bioteknologi LIPI. Bogor.

Tangendjaja, B. 1988. Penggunaan dedak untuk membuat ransum sederhana pada itik petelur. Prosiding Seminar Nasional Peternakan dan Forum Peternak Unggas dan Aneka Ternak Kedua di Bogor. Balai Penelitian Ternak Ciawi. Bogor. Hal: 317-322.

Udiyono. 1987. Kemungkinan penggunaan dedak beras sebagai bahan pembuat enzim. Simposium Bioproses dalam Industri Pangan. 12-14 januari 1987. Yogyakarta. Hal: 326-334.

UU (Undang-undang) No. 41. 2009. Perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan. Jakarta. 63 Hal.

Yunilas. 2009. Bioteknologi jerami padi melalui fermentasi sebagai bahan pakan ternak ruminansia. Karya Ilmiah. Departemen Peternakan. Fakultas Pertanian. Universitas Sumatera Utara. Medan. 13 hal.

Zaini, Z., S. Abdulrachman, I.N. Widiarta, P. Wardana, D. Setyorini, S. Kartaatmadja dan M. Yamin. 2009. Pedoman Umum PTT Padi Sawah. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Departemen Pertanian




DOI: http://dx.doi.org/10.24014/ja.v4i2.1133

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

Alamat : Jalan H.R Soebrantas KM 15 Panam, Pekanbaru, Riau.

Email : jurnalagroteknologi@yahoo.com


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

View My Stats