Tabut: Ekspresi Kebudayaan Imigran Muslim India (Benggala) di Bengkulu

Yulia Rimapradesi, Sidik Jatmika

Abstract


Kebudayaan mengambarkan ciri khas suatu wilayah dan juga merupakan aspek untuk mengetahui kemungkinan adanya peristiwa-peristiwa sejarah didalamnya. Migrasi pekerja India bagian selatan yaitu Suku Benggali ke daerah Bengkulu menghadirkan budaya dan tradisi baru di Wilayah Bengkulu dan Sekitarnya. Bagaimana para imigran Bengala ini membawa kebiasaan-kebiasaan hidup dan tradisinya yang disebut “Tabot/Tabut” kemudian menetap di Bengkulu yang akan mencoba dijabarkan pada tulisan ini. Dengan menngunakan metode penelitian Kualitatif penulis menelaah sumber-seumber berdasarkan buku, dan catatan sejarah yang ada. Hasil dari tulisan ini berkesimpulan bahwa, ekpresi dari imigran muslim India masih dapat terlihat, meski telah mengalami intergrasi budaya dengan masyarakat lokal. Dibuktikan dengan ritual sakral dari upacara Tabut yang hanya bisa dilakukan oleh keturunan asli dari Imam Senggolo atau yang disebut keluarga Tabut.

.


Keywords


Tabut, Imigran, Migrasi, Kebudayaan

Full Text:

PDF

References


Aikins, K. (2011). Introduction to Global Diasporas. Ireland: Diaspora Matters.

Astuti, L. (2016). Pemaknaan Pesan Pada Upacara Ritual Tabot (Studi Pada Simbol-Simbol Kebudayaan Tabot di Provinsi Bengkulu) . Jurnal Professional FIS UNIVED Vol. 3 No.1, 16-24.

Boswell, C. (2002). Addressing the causes of migratory and refugee movements: the role of the European Union. UNHCR Evaluation and Policy Analysis Unit Working Paper No. 73 , 3.

Dahri, H. (2009). Tabot: Jejak Cinta Keluarga Nabi di Bengkulu. Jakarta: Penerbit Citra.

Handayani, R. (2013). Dinamika Kultural Tabot Bengkulu. Al-Turāṡ Vol. XIX No. 2, 241-253.

Hariadi, R. d. (2014). Inventarisasi Perlindungan Budaya Bengkulu Tabut. Padang : Kemendikbud Padang.

Izarina, N. A. (2018, Februari 06). Contoh Integrasi Kebudayaan Di Indonesia. Diakses melalui materiips.com: https://materiips.com/contoh-integrasi-kebudayaan

Jafar, S. (1975). Islam in India. London: Curzon Press.

Kartomi, J. M. (1986). Tabot ritual syiah transplanted from India to. eprint.uny.ac.id, 11.

Klikwarta.com. (2018, September 03). Tradisi Tabot Bengkulu . Diakses Melalui Klikwarta.com: https://www.klikwarta.com/tradisi-tabot-bengkulu

Landoala, T. (2013, oktober 09). Beberapa Teori tentang Migrasi. Diakses melalui Catatan Kuliah Geografi: http://jembatan4.blogspot.com/2013/10/beberapa-teori-teori-migrasi.html

Manners, D. K. (2002). Teori Budaya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Mas'oed, M. (1990). Ilmu Hubungan Internasional : Disiplin dan Metodologi. Yogyakarta: LP3ES.

Muhnizar Siagian, I. K. (2019). Peluang dan Tantangan Diplomasi Budaya Tabot Bagi Provinsi Bengkulu. Paradigma POLISTAAT, 68-78.

Oxford. (1994). Oxford English Dictionary. London: Oxford University Press.

Ragam. (2019, Juni 03). Ini Sejarah Festival Tabut Bengkulu. Diakses melalui Tobokito.com: https://www.tobokito.com/ini-sejarah-festival-tabut-bengkulu

Rochmiatun, E. (2003). Tradisi Tabot pada Bulan Muharram di Bengkulu : Paradigma Dekonstruksi. UIN Raden Fatah , 47-55.

Sofjan, D. (2013). Sejarah dan Budaya Syiah di Asia Tenggara. Yogyakarta: UGM.

Sukmadinata, N. S. (2009). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Wartaprima.com. (2019, Maret 04). Festival Tabut Bengkulu. Diakses melalui Wartaprima.com: https://www.wartaprima.com/festival-tabut-bengkulu




DOI: http://dx.doi.org/10.24014/sb.v18i1.12124

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Published by:

Center for Research and Community Development

Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Jl. H. R. Soebrantas KM 15,5 ,Tuah Madani, Tampan,

Pekanbaru, Riau 28293

Indexed By:

 

     

      

Statistik Pengunjung