USULAN RANCANGAN JEMURAN BUAH PINANG DENGAN PENDEKATAN ERGONOMI
Abstract
Perancangan stasiun kerja yang baik harus memperhatikan peranan dan fungsi pokok dari komponen-komponen sistem kerja yang terlibat seperti manusia, mesin/peralatan dan lingkungan fisik kerja. Proses pengolahan buah pinang melalui beberapa tahap. Salah satu tahap yang membutuhkan waktu yang cukup lama adalah proses penjemuran menggunakan tempat jemuran dengan kondisi kerja yang tidak memperhatikan prinsip-prinsip ergonomi yang berpotensi menyebabkan keluhan-keluhan fisik atau sistem musculoskeletal pada pekerja pinang. Hasil pengolahan yang telah dilakukan diketahui bahwa rancangan, karena ukuran tempat jemuran telah disesuaikan dengan antropometri pekerja. Adapun ukuran tempat jemuran hasil rancangan adalah tinggi maksial jemuran buah pinang 143,21 cm, tinggi minimal 114,46 cm, panjang jemuran 504.64 cm, lebar 374.46 cm.
References
Astika, 2008. Kontribusi Perancangan Sistem Kerja, dan Ergonomi (PSKE) dalam upaya peningkatan produktivitas pada level shopfloor.
Grandjean, E. 1993. Fitting the Task to The Man . 4th edition. London: Taylor & Francis
Nurmianto, Eko. 1991. Ergonomi : Konsep Dasar dan Aplikasinya. Surabaya : Guna Widya.
Purnomo, Wicaksono, 2008. Intervensi Ergonomi Makro Untuk Perancangan Ulang Gerobak Angkringan di Yogyakarta.
Purnomo, 2012. Perancangan Sistem Kerja Berkelanjutan: Pendekatan Holistik untuk Meningkatkan Produktivitas Pekerja, Pidato Pengukuhan dalam Jabatan Guru Besar. UII Yogyakarta.
Susetyo, J., Isna, O. T., and Hastiko, H. I., Prevalensi Keluhan Subyektif atau Kelelahan karena Sikap Kerja yang Tidak Ergonomis pada Pengrajin Perak, Jurnal Teknologi, 1(2), 2008, pp. 141-149
Teja. A.R. 2009. Senam Ergonomi. Makalah ilmiah Workshop Nerve Mobilitation dan temu alumni fisioterapi ergonomic axercises pasca nerve Mobilitation. Makassar, 12 Maret
Wignjosoebroto, S. (1995), Ergonomi, Studi Gerak dan Waktu, Surabaya: Guna Widya