Implementasi Layanan Bimbingan Kelompok Model Cooperative Learning Tipe Team Games Tournament untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa

Nova Aryati Ningrum, Tohirin Tohirin

Abstract


Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui: 1) implementasi layanan bimbingan kelompok model cooperative learning tipe TGT meningkatkan minat belajar, 2) faktor pendukung dan penghambat implementasi layanan bimbingan kelompok model cooperative learning tipe TGT meningkatkan minat belajar. Jenis penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian dilaksanakan di Madrasah Aliyah Diniyah Puteri Pekanbaru. Informan penelitian adalah seorang guru BK dan dua siswa menjadi informan tambahan telah mendapatkan layanan bimbingan kelompok. Teknik pengumpulan data terdiri dari wawancara dan dokumentasi. Triangulasi data yang digunakan yaitu triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model cooperative learning tipe TGT dapat meningkatkan minat belajar siswa perlahan dan siswa tidak bosan dengan kegiatan tersebut. Faktor pendukung dan penghambatnya, yaitu: (1) anggota kelompok sangat antusias, sangat bersemangat, dan nyaman ketika mengikuti layanan bimbingan kelompok model cooperative learning tipe TGT tersebut. (2) keterbatasan waktu melaksanakan kegiatan layanan bimbingan kelompok model cooperative learning tipe TGT kegiatan tersebut menjadi kurang efektif dan masih ada siswa yang tidak mengikuti kegiatan layanan bimbingan kelompok. 

 


Keywords


Implementasi, Layanan Bimbingan Kelompok, Model Cooperativ Learning Tipe Teams Games Tournament, Minat Belajar

Full Text:

PDF

References


Hadi, M. F. Z., & Zubaidah, Z. (2015). Pemanfaatan Konseling Neuro Linguistic Programming dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Dakwah Risalah, 26(4), 174–182.

Hartinah, S. (2009). Konsep Dasar Bimbingan Kelompok. Bandung: Aditama.

Kusumawati, M. M. P. N. (2014). Pengembangan Model Bimbingan Kelompok Berbasis Cooperative Learning Untuk Meningkatkan Kecerdasan Sosial Peserta Didik Smp Di Kota Salatiga. Jurnal Bimbingan Konseling, 3(2), 119–122. https://doi.org/10.15294/jubk.v3i2.4616

Maslikhah. (2017). Penerapan Model Think Talk Write Berbantuan Media Gambar Fotografi Untuk Peningkatan Keterampilan Menulis Puisi Bebas Pada Siswa Kelas V Sd 4 Kesambi Kudus. Universitas Muria Kudus.

Prayitno, & Amti, E. (2004). Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling. Depdikbud: Rineka Cipta.

Ramlah. (2018). Pentingnya layanan bimbingan konseling bagi peserta didik. Al-Mau’Izhah, 1(1), 70–76.

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitaif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sujaya, I. G. (2019). Implementasi Model Pembelajaran TGT untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas VI SD Negeri 4 Medewi Tahun Pelajaran 2017/2018. Jurnal Penelitian Pendidikan Dan Pembelajaran, 2(1), 25.

Sukardi, D. K. (2003). Manajemen Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Bandung: Alfabeta.

Sukmahdinata, N. S. (2003). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Susanto, A. (2013). Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar. Jakarta: Prenadamedia Group.

Sutirna. (2013). Bimbingan dan Konseling Pendidikan Formal, Non Formal, dan Informal. Bandung: Andi Offset.

Syukur, I. A., & Diantoro, M. (2014). Teams Games Tournament Termodifikasi Berbasis Outbound Terhadap Prestasi Belajar Fisika Ditinjau Dari Motivasi Belajar. Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 20(3), 310–327.

Tohirin. (2015). Bimbinan dan Konseling di Sekolah dan Madrasah (Berbasis Integrasi). Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.




DOI: http://dx.doi.org/10.24014/japkp.v2i2.13958

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 

Web Analytics