THEOLOGI FUNDAMENTALISME

Abu Bakar

Abstract


Berbicara mengenai istilah fundamentalisme, banyak sarjana yang mengakui bahwa penggunaan istilah “fundamentalisme” itu problematik dan tidak tepat. Istilah ini seperti dikatakan William Montgomery Watt, pada dasarnya merupakan suatu istilah Inggris kuno kalangan protestan yang secara khusus diterapkan kepada orang-orang yang berpandangan bahwa al-kitab harus diterima dan ditafsirkan secara rafiah. Istilah sepadan adalah integrism yang merujuk kepada kecenderungan senada tetapi tidak dalam pengertian yang sama pada kaum Katolik Romawi. Kaum fundamentalis sunni menerima Al-Qur’an, sekalipun di dalam beberapa kasus dengan syarat-syarat tertentu. Kaum Syi’ah Iran, dalam pengertian umum bahwa para fundamentalis tidak terikat pada penafsiran Al-Qur’an. Montgomery Watt, menjelaskan bahwa kelompok fundamentalis Islam merupakan kelompok muslim yang sepenuhnya menerima pandangan dunia tradisional serta kehendak mempertahankan secara utuh. Sesungguhnya fundamentalisme Islam merupakan salah satu fenomena yang baru dalam percaturan politik dunia. Barat sesungguhnya telah mengalami kegagalan dalam menata politik dunia, karena itu mereka berupaya mengganti tatanan dunia baru berdasarkan interpristasi politik Islam menurut pemikiran mereka, namun selama ini, hal tersebut hanya sebatas wacana atau retorika semata

Keywords


Theologi; Fundamentalisme; Problematik

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.24014/trs.v6i2.903

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


LPPM UIN SUSKA Riau Jl. H.R. Soebrantas KM. 15,5 Panam – Pekanbaru

 E-mail: imam.hanafi@uin-suska.ac.id

Creative Commons LicenseToleransi by http://ejournal.uin-suska.ac.id/index.php/toleransi is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats